Hits: 0

Seorang Tuna Netra Harus Jalani Operasi di RSUD HIS

1205_Kafilah Bontang Dikunjungi DPRD Kubar
LESEHAN : Wakil Ketua DPRD Kubar, Syaparuddin, bersama 7 anggota DPRD Kubar menyerap aspirasi para Kafilah MTQ ke-XXXVII tingkat Kaltim 2015 yang datang dari 14 kabupaten dan kota se-Kaltim dan Kaltara. Tampak suasana dialoq antara Dewan dengan Kafilah dari Kota Bontang di pemondokan yang disediakan Panitia MTQ di Kutai Barat.    ARIFIN/KabarKubar.com

MELAK – Kontingen peserta Musabaqah Tilawatil Quran ke-XXXVII tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Kabupaten Kutai Barat telah bersiap mengikuti sejumlah perlombaan. Demi kenyamanan para Kafilah dari 14 kabupaten dan kota se-Kaltim dan Provinsi Kalimantan Utara, panitia menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung. Pemondokan atau penginapan, transportasi dan konsumsi para tamu selama berada di Kota Sendawar.

Untuk memastikan kenyamanan tamu-tamu Kubar, delapan anggota DPRD Kutai Barat mendatangi satu persatu pemondokan para kafilah, Selasa (12/5/2015). Rombongan yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kubar Syaparuddin diikuti H Murdiansyah (PKB), Yansel (PD), H Elyson (PKS), Sartini (PDIP), Sri Upami (PDIP), Mulyadi Effendi (PAN) dan Samri Nyirang (PDIP).

Tempat pertama dikunjungi adalah rumah milik Hj Rusmini di Jalan 17 Agustus Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak. Di rumah yang seluruh bangunannya terbuat dari kayu itu menginap 69 peserta dari Kota Bontang. Terdiri dari 46 pria dan 23 wanita, rombongan dari Kota Taman itu mengaku sangat bersyukur dan berterimakasih atas pelayanan tuan rumah. “Kami datang sebagai keluarga besar dan merasa seperti di rumah sendiri. Makanya kami menjaga kebersihan karena menganggap ini rumah sendiri,” katanya kepada para dewan dan Kafilah Bontang.

Ditambahkan Wakil Ketua Kafilah Bontang H Abdul Hamid, selama empat  hari di Kubar, keamanan diakui sangat baik. Sebab ada Polisi yang berjaga selama 24 jam. Kenyamanan terasa karena kamar mandi antara pria dan wanita terpisah. Soal makan dan minum juga tidak jadi masalah karena sehari disediakan tiga kali waktu makan ditambah dua kali jadwal makanan ringan atau snack. “Menu yang disajikan cocok. Sarapan pagi sampai tambah, itu artinya cocok” jelas pria yang juga Kepala Kementerian Agama Kota Bontang ini.

“Berlebihan kalau makanannya,” imbuh Aidil Adha, Pelatih MTQ Kota Bontang. Ia menyebut transportasi sangat baik dengan adanya tiga mobil sebagai kendaraan operasional bagi Kafilah Bontang. Sementara untuk Pawai Taaruf, Senin (11/5/2015) kemarin, disediakan satu unit mobil bak terbuka.

“Kalau ada yang kurang, jangan segan bilang supaya yang datang bisa bisa puas. Kalau ada makanan lebih, silahkan dimakan kalau masih lapar,” timpal Hajah Rusmini, pemilik rumah yang dijadikan home stay bagi Kafilah Bontang.

Samri Nyirang berharap para tamu tidak sungkan untuk meminta segala sesuatu yang dibutuhkan. Agar bisa dilayani dengan baik oleh tuan rumah. “Jangan malu. Kalau kurang enak badan langsung dibilang saja biar segera dilayani tim medis,” pesan pria yang pernah menjabat Kepala Kampung Kelubaq Kecamatan Tering selama tiga periode ini.

“Kalau datang dengan ukuran celana 32, kami harap pulang bisa jadi ukuran 34,” celetuk Elyson, disambut gelak tawa puluhan anggota rombongan Bontang dan para dewan.

Menurut Ketua Teknis Pelaksanaan MTQ Bontang, Agussalam Ridho, salah seorang dari Kafilah Bontang terpaksa dilarikan ke RSUD Harapan Insan Sendawar, tadi malam. Pasalnya, pria tuna netra tersebut harus menjalani operasi usus buntu. “Semua biaya dijamin penuh Pemkab Kubar. Ada pak Didik (Wakil Bupati Kubar) datang menjenguk langsung. Semoga dalam dua atau tiga hari ini sudah bisa ikut MTQ,” harapnya Ridho yang juga Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Kota Bontang.

Menanggapinya, Syaparuddin yang akrab disapa Apung berjanji akan memberikan yang terbaik bagi seluruh Kafilah yang datang ke Kubar. Selaku Pembina dan Penasehat di Panitia MTQ ke-XXXVII Kaltim 2015, DPRD Kubar ingin memberikan pelayanan terbaik. “Kami senang dan bangga kalau begini bagus laporannya. Terima kasih buat tuan rumah dan berikan yang terbaik bagi tamu agung kita, karena tamu adalah raja,” katanya.

“Selama ikut MTQ, sudah delapan kali, tidak pernah dikunjungi dewan apalagi wakil bupati seperti di Kubar ini. Saya rasa ini luar biasa,” puji Badarudin, salah seorang Official Kafilah Bontang.    #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here