Hits: 2

Ukuran 35 x 125 Meter di Lahan 5 Hektare

Bupati Kubar, Ismail Thomas, bersama isteri Lucia Mayo, menanam pohon sebagai simbol Taman Firdaus yang hilang di areal pembangunan Katolik Center para Minggu 4 Mei 2008. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Pembangunan Katolik Center dan Gereja Katolik Santo Thomas Aquinas dimulai dengan peletakan batu pertama pada Minggu, 4 Mei 2008. Tempat ini menjadi pusat kegiatan umat Katolik yang mencapai 53.866 jiwa dari total 165.767 jiwa penduduk Kubar. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat mengalokasikan dana permulaan Rp 1 miliar pada APBD Tahun 2007.

Bupati Kubar, Ismail Thomas, menyambut gembira karena proses pembangunan mulai dilaksanakan. Sebagai awal tahapan baru dalam sejarah perkembangan kerukunan hidup beragama di Kubar. Hadirnya Katolik Center menandakan proses pembangunan manusia seutuhnya. Baik menyangkut pendidikan iman dan moral, maupun pendidikan formal.



Hal inilah yang terus diharapkan ke depan. Sebab untuk mewujudkan masyarakat Kubar yang memiliki sumber daya manusia berkualitas, peran agama tidak bisa diabaikan begitu saja.  “Peran agama menjadi salah faktor kunci keberhasilan,” katanya dalam acara yang dihadiri Pastor Paroki Barong Tongkok, Andi Savio Mering, dan Pastor Paroki Melak merangkap Ketua Panitia Pembangunan Katolik Center, Ambrosius Pantola SVD. Hadir pula pengurus 11 Paroki Gereja Katolik di Kubar.

Thomas mengatakan, peletakan batu pertama menjadi saksi sejarah komitmen Pemkab Kubar untuk membangun jasmani dan rohani. Masyarakat sekitar diminta turut mendukung dan menjaga agar pembangunan dapat berjalan lancar. “Saya juga berharap pembangunan Islamic Center dan Kristen Center bisa dilaksanakan  segera. Karena telah diberikan perhatian dan pendanaan yang sama,” ujarnya.

Disinggung Islamic Center dan Kristen Center segera dibangun, umat beragama di Kubar diajak bergotongroyong. Baik tenaga maupun dana. Karena Pemkab Kubar hanya bisa menjadi pendorong pembangunan sarana-sarana ibadah. “Ini juga untuk kita semua, sesuai dengan agama dan kepercayaanya masing-masing,” pesan Thomas.

Uskup Agung Samarinda, Mgr Sului Florentinus MSF, memulai peletakan batu pertama pembangunan Gereja Katolik Santo Thomas Aquinas. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Menurut Uskup Agung Samarinda, Mgr Sului Florentinus MSF, peletakan batu pertama ini adalah relisasi kongkret dari rencana pembangunan Katolik Center. Sebagai hasil kesepakatan yang berawal dari peringatan 100 tahun Misi Gereja Katolik di Kecamatan Laham pada Juli 2007.

“Katolik Center di Kubar ini merupakan Katolik Center ke-3 dalam wilayah pelayanan Keuskupan Agung Samarinda,” ungkap Sului Florentinus yang merupakan putra Kubar berasal dari Kampung Tering, Kecamatan Tering.

Wakil Ketua DPRD Kubar, Juan Jenau, meletakkan batu pertama pembangunan Gereja Katolik Santo Thomas Aquinas di Kampung Ngenyan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Uskup Agung menjelaskan, nantinya Katolik Center menjadi wadah berkumpul para pengurus gereja, dan pusat kegiatan dan pengembangan hidup karya umat Katolik. Akan diadakan sarana penunjang kegiatan dan pengembangan hidup iman, hidup keagamaan umat serta kegiatan-kegiatan dan karya geraja Katolik. Karena ada gereja, akan ada pula pastoran, yaitu tempat tinggal Pastor.

Gereja dan Pastoran ini menjadi jaminan Katolik Center tidak akan sepi dari umatnya. “Di tempat ini juga diharapkan akan ada pusat studi, penelitian dan pengembangan umat mengenai kehidupan gereja dan sebagainya,” papar Florentinus Sului.

Dijelaskan Pastor Ambrosius Pantola SVD, menjadi keprihatinan dalam paroki-paroki  di sekitar Sendawar. Khususnya Paroki Kristus Raja Barong Tongkok yang berada di tengah ibukota Kubar, Sendawar. “Gereja yang ada tidak mampu lagi menampung umat Katolik untuk beribadat. Baik itu pada perayaan besar maupun ibadat setiap hari Minggu,” katanya.



Diakuinya, tidak sedikit umat terpaksa mengikuti kegiatan ibadat dari luar gereja. Situasi ini mendorong umat Katolik, melalui para tokoh gereja untuk memikirkan dan merencanakan pembangunan gereja yang lebih layak. Serta dapat menampung semua umat. Hasilnya peletakan batu pembangunan Gereja Santo Thomas Aquinas berukuran 35 x 125 meter di wilayah Kampung Ngenyan Asa.

Perencanaan pembangunan gereja diawali pembentukan panitia, kemudian pembelian dan pembebasan tanah atau lokasi. Panitia membeli tanah seluas 4 hektare. “Ada sumbangan dari tokoh Katolik berupa tanah 1 hektare atas nama Ibu Lucia Mayo dan keluarga. Jadi lokasi untuk pembangunan Gereja Santo Thomas Aquinas ini seluas 5 hektare,” jelas Pastor Ambrosius. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here