Hits: 0

BKPP Kaltim Umumkan Hasil Uji Laboratorium

0206_Beras campur plastik

MUARA LAWA – Kamis (21/5/2015) lalu terjadi kehebohan di Kecamatan Muara Lawa, Kabupaten Kutai Barat. Warga Kampung Cempedas menyampaikan pengaduan tentang ditemukannya beras berplastik atau sintetis. Ciri-ciri beras tersebut persis dengan yang terdengar di beberapa daerah di Indonesia. Sehingga contoh beras itu dibawa ke Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Kaltim di Samarinda untuk diuji.

Menurut warga Cempedas, meski dicuci 3 sampai 4 kali, air beras tetap jernih atau tidak keruh. Setelah dimasak dan dibiarkan satu malam, nasi berubah warna menjadi kebiruan dan lengket seperti lem. Ampas nasi yang kering disamping penanak nasi, jika dibakar berbau seperti plastik.

Setelah diuji oleh BMHP BKPP Kaltim, tidak ditemukan indikasi beras tersebut mengandung plastik. Serta tidak tercemar formalin, pestisida, logam berat dan pemutih. Hasil itu berdasarkan uji secara organoleftik dengan dibakar, dicium, diraba, direndam dan diamati. Tim BKPP Kaltim juga menguji contoh beras di Samarinda dengan merek sama dengan yang di Muara Lawa.

Selaku Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah, BKP Kaltim juga melakukan inspeksi mendadak ke empat distributor beras. Sidak dilaksanakan Jumat (22/5/2015) bersama Badan Pengawasan Obat dan Makanan Samarinda, BKP Samarinda, DPRD Samarinda serta para awak media. Hasilnya juga tidak ditemukan adanya indikasi beras berplastik atau sintetik. Hasil Investigasi ke Kubar, Paser dan Berau juga tidak berbeda. “Ternyata beras yang diduga berplastik di Cempedas tidak benar mengandung plastik atau sintetik,” ujar Kepala BKPP Kaltim, Fuad Asaddin.

Dijelaskan Fuad, pemerintah melalui Kepala Polri telah resmi mengumumkan bahwa beras yang ditemukan di Bekasi, Provinsi Jawa Barat tidak mengandung plastik. Masyarakat Kaltim juga diharapkan tidak kuatir lagi dengan isu beras plastik di Kalimantan Timur. “Ada cara praktis untuk antisipasi awal jika mau tahu ciri beras yang asli,” katanya.

Langkah praktis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah itu dengan mengindentifikasi beras. Butir beras asli biasanya terdapat cekungan bekas lepasnya embrio akibat penyosohan dan ada garis-garis bekas penyosohan dan tidak transparan sempurna. Butir beras asli lebih mudah dipatahkan, sedangkan beras berplastik bentuknya utuh sempurna, grain agak panjang, lebih mengkilap, lebih transparan, seragam dan susah dipatahkan.

BKPP Kaltim akan mengawasi dan memantau distributor, pasar modern dan pasar tradisional yang menjual produk pangan segar. Dan berkoordinasi terpadu dengan instansi terkait, melalui Tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah. Diimbau agar masyarakat tetap tenang atas kasus atau isu ini. Melaporkan kalau ada indikasi ada beras palstik atau bahan pangan yang tercemar lainnya. “Lebih aman untuk memilih pangan segar yang berasal dari petani nelayan lokal, termasuk beras,” jelas Fuad Asaddin.    #Hendri Philip

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here