Hits: 0

Lokasi di Simpang Raya arah Mencimai Bersumber dari APBN

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Pembangunan saluran air atau parit di dua lokasi di Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok, mengundang kritik dari banyak masyarakat. Terlebih mereka yang kediamannya dilintasi proyek tidak diketahui asal usulnya tersebut. Karena warga yang hendak mengeluh tidak tahu kemana menyampaikannya. Papan nama proyek tidak ada, mengundang tanda tanya besar yang disampaikan di media sosial.



Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kutai Barat, Martoyosan, mengakui menerima banyak keluhan atas pengerajaan proyek tersebut. Tidak berniat “lempar batu sembunyi tangan”, ia menyebut proyek yang dipersoalkan bersumber dari APBN. Dan merupakan wewenang Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XII-Balikpapan, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kutai Barat, Martoyosan, menjelaskan soal proyek pembangunan parit di kawasan Simpang Raya kepada dua warga di ruang kerjanya. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Lelang atau tendernya, pengerjaan dan pengawasannya oleh Kementerian PU dan Perumahan Rakyat. Kita hanya mengetahui, karena anggarannya pun langsung dikelola KemenPUPR melalui Balai Besar,” kata Martoyosan, di ruang kerjanya pekan lalu.

Ia menjelaskan kepada dua warga yang menyampaikan keluhan langsung di Kantor Dinas PUPR Kubar. Yakni Alpian Lihawa yang adalah Ketua Forum Bela Negara Kubar sekaligus Ketua LSM Macan Dahan Kubar. Serta Paulus S Buditomo, Ketua DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Kubar.

Pria yang akrab disapa Ocan ini mengaku telah meninjau lokasi proyek bersama sejumlah Anggota DPRD Kubar. Hanya saja, kewenangan di bawah BBPJN. “Pengerjaan Jalan Nasional juga punya pola berbeda, karena ada link titik pengerjaan. Tidak serta merta satu lokasi kerja, tapi bisa di lokasi lain juga. Jalan Nasional dibagi-bagi pengerjaannya,” jelasnya.

Mengaku mendukung pembangunan daerah, Paulus Buditomo mengatakan berupaya menjalankan amanat organisasi JPKP sebagai pendamping kebijakan pembangunan. Hanya saja, jika ada keluhan, perlu diluruskan langsung oleh pejabat berwenang. “Makanya kami datang langsung. Tidak mengeluh di medsos, tapi langsung minta penjelasan pada yang berwenang,” ujarnya.

“Apakah sama proyeknya yang di Busur (Jalam M Yamin), karena terlihat bersamaan dengan di Lampu Merah Simpang Raya ke arah Mencimai. Ada keluhan juga, kok sepertinya lama belum selesai,” katanya.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kubar, Martoyosan, menerima keluhan masyarakat yang disampaikan Ketua Forum Bela Negara Kubar, Alpian Lihawa dan Ketua DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Kubar. Paulus S Buditomo. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Menanggapinya, Ocan menegaskan pembangunan parit di Jalan M Yamin bersumber dari APBD Kubar tahun anggaran 2018. Yang ditangani oleh UPT Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kubar, dan dikerjakan oleh CV Tri Puma. Proyek tersebut adalah sambungan dari pembangunan parit di Jalan Pertanian (tembusan Jalan Gajahmada menuju Perkantoran Pemkab Kubar). ““Kalau itu memang punya Kubar. Sisa dari proyek parit di jalan Pak Mahing. Kita berupaya membangun Kubar lebih baik dari hari ini,” katanya.

Soal pembangunan parit di kawasan Simpang Raya memang banyak dikeluhkan masyarakat. Seperti ditulis Akun Alsiyus W pada 12 Oktober 2018 di Grup Facebook Keluhan dan Saran Warga Kubar dan Kaltim. Ia mengeluhkan kondisi proyek yang belum lama sudah rusak di beberapa bagian. Dan ia pun mengundang 11 nama Anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat untuk berkomentar dan meninjau proyek tersebut.

“Sedih liat bangunan proyek pemerintah seperti ini, baru satu minggu selesai proyek ini sudah hancur dibeberapa titik sudah oleh hujan 1 x saja, dalam hal ini kami mohon pihak terkait supaya melakukan pengecekan terhadap proyek ini? Masak 1 x kena hujan sudah babak belur begini, kalau kerjaan hari ini sudah rusak seperti ini maka hari esok itu akan hancur lebih parah lg, gimana pendapat teman2????” tulis Alsiyus W seraya menyebutkan lokasi pasti proyek.

Tidak beda, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama Kubar Petrus Satian, juga menulis status para 17 September 2018 lalu di grup Facebook yang sama. Ia mengeluhkan pembangunan parit dari Lampu Merah Simpang Raya ke arah Mencimai yang disebut memprihatinkan. Khususnya soal jembatan untuk melintasi parit yang tampak tidak aman. Karena warga membangun jembatan darurat, setelah jembatan permanen dibongkar oleh pekerja proyek.



“Tolong dinas PU tinjau lagi rencana pembangunan ini agar dpn rmh masyarakat juga dibuat jembatan yg bagus bukannya nambah beban warga bikin jembatan sendiri yg pasti tidak rapi.” Tulis Petrus Satian yang Pakar Ilmu Keselamatan Kerja.

“Semoga ada anggaran untuk gorong2 dan jembatan di depan rumah warga,” komentar Pitalis Herianto pada status diunggah Petrus Satian. #Sonny Lee Hutagalung/Advertorial

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here