Hits: 1

Masalah Selesai Dengan Kedatangan Bupati Murung Raya

Pertemuan empat pucuk pimpinan yang terkesan diamankan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Masalah tapal batas yang menjadi konflik berkepanjangan antara masyarakat perbatasan dua kabupaten akhirnya dapat diselesaikan. Kunjungan Bupati Murung Raya, Willy Midel Yosef menjadi penanda tuntasnya perselisihan lahan tersebut. Yakni, antara Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur dengan Kabupaten Murung Raya di Provinsi Kalimantan Tengah.

Koordinasi penyelesaian masalah tata batas dilakukan di ruang Diklat Lantai 3 Kantor Bupati Kubar pada Kamis, 17 November 2005. Dihadiri unsur Musyawarah Pimpinan Daerah dua kabupaten, pertemuan bilateral ini menghasilkan nota kesepakatan. Yang pada malam harinya dilakukan penandatanganan oleh Bupati Kubar, Rama Alezander Asia bersama Wakil Ketua DPRD Kubar,  Yohanes Juan Jenau. Sedangkan dari Murung Raya oleh Willy Yosef dan Ketua DPRD Murung Raya, Hendri.



Masalah tata batas timbul pada pemasangan Pilar Batas Utama Provinsi Kaltim dengan Provinsi Kalteng pada nomor D 1734 yang tidak tepat pada garis batas. Dan perbedaan pendapat tentang pemahaman laporan diskripsi Stasiun Doppler Bakorsurtanal nomor pilar D 1734 dengan pilar D 1735.

Titik sengketa terletak di dua kampung perbatasan. Yaitu Kampung Long Tuyoq, Kecamatan Long Pahangai di Kubar dengan Kampung Tumbang Topus, Kecamatan Sumber Barito di Murung Raya. Sengketa makin memanas karena adanya lokasi sarang burung walet di kawasan Bukit Batu Ayau yang menjadi rebutan antara masyarakat kedua kampung.

Hal lain, disebabkan kendala yang dihadapi Tim Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional yang tidak dapat memasang pilar D 1734 pada titiknya. Sebab cuaca yang buruk saat akan menanam pilar, dan medan yang begitu terjal. Sehingga dipasang kira-kira 3 kilometer dari garis batas. Sedangkan pilar D 1733 dan D 1735 dipasang tepat pada garis.

Dua bupati melakukan penandatanganan berita acara di Ruang Aji Tulur Jejangkat, Kantor Bupati Kubar pada Kamis, 17 November 2005, menandakan sengketa tapal batas dapat diselesaikan dengan baik. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Presentasi yang dipaparkan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kubar, Petrus Jamhuri, dan Staf Ahli Bupati Murung Raya, Sehat Jaya, tidak berbeda. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 185.5-486, tanggal 25 Mei 1989. Pada pasal 1 berbunyi, ‘Garis batas antara provinsi Kalteng dengan Kaltim adalah dengan menarik garis mulai dari puncak Gunung Besar menuju beberapa gunung.

Yakni Gunung Ketam, Gunung Sukut, Gunung Ulu Kedang Pahu, Gunung Niung Isui, Bukit dan Buring Anjok. Dengan mengikuti watershed menuju Gunung Tukan Ole, Gunung Batu Ayan, Bukit Batu Atau, Gunung Lesung, Bukit Sapat Haung, Bukit Batu Baso sampai Gunung Liang Pahang. Sehingga kedua pihak sepakat membentuk satu tim beranggotakan masing-masing tiga orang dari unsur kedua Pemkab untuk membuat Memorandum of Understanding.

Rama Asia menegaskan, untuk tidak mempermasalahkan lebih jauh hal tersebut. Sebab kedua daerah tidak hanya berdampingan secara geografis. Namun masih satu rumpun suku. Agara tidak ada yang patut dipermasalahkan. Dua kabupaten ini masih bersaudara dan satu Kesatuan Negara Republik Indonesia.

“Tinggal menyosialisasikan secara bersama-sama atau sendiri-sendiri oleh masing-masing kabupaten kepada masyarakat di perbatasan. Agar menaati tata batas yang sudah disepakati,” tambah Rama.

Bupati Murung Raya, Willy Midel Yosef, memberikan cinderamata Kabupaten Murung Raya kepada Bupati Kutai Barat Rama Alexander Asia pada Kamis, 17 November 2005. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Willy Yosepf meminta agar sama-sama mengamankan apapun hasil keputusan. Termasuk potensi ekonomi di suatu daerah yang akan menimbulkan klaim masyarakat setempat. Ia berharap bersama-sama mengamankan apapun hasil keputusan. “Serta memikirkan bagaimana melakukan pembinaan pada masyarakat dengan semangat persatuan negara Republik Indonesia,” jelasnya pada pertemuan yang juga dihadiri jajaran hukum tertinggi kedua kabupaten. Yaitu Waka Polres Kubar, Kompol Djarot Sambodo Legowo dan Kapolres Murung Raya, AKBP Hariyanto. Serta Kepala Kejaksaan Negeri Puruk Cahu, Pieter Malau.

Nota kesepahaman akan dibawa pada pertemuan para Asisten I di Jakarta sebagai acuan dan diharap akan menjadi ketetapan bersama di tingkat pusat. Keputusan dihadiri Kepala Kampung Long Tuyoq, Y A Hibau Tekwan didampingi Camat Long Pahangai, Thomas Higang. Serta Musi Tundan selaku Camat Sumber Barito sebagai perwakilan langsung daerah yang berbatasan.

Kabupaten Murung Raya, adalah kabupaten pemekaran Barito Utara sejak tahun 2002. Memiliki luas wilayah terbesar dari 14 kabupaten dan Kota Se-Kalteng dengan luas 23.700 kilometer persegi. Berpenduduk 85.000 jiwa lebih dari 116 kampung dan dua kelurahan pada lima kecamatan. Suku Dayak Siang, Murung, Bahau, Kreho dan Bekumpai merupakan suku penduduk asli disamping beragam suku lainnya di Murung Raya yang beribukota Puruk Cahu.



Rombongan Bupati Murung Raya ada 20 orang dan telah menempuh perjalanan menggunakan pesawat carteran milik Dirgantara Air Service. Selama 33 menit dari Bandara Dirung, Puruk Cahu menuju Melalan di Sendawar. Para rombongan sangat mengagumi pembangunan di Kubar sewaktu diajak melihat komplek perkantoran dan gedung DPRD. Serta rumah-rumah pejabat dan juga rumah sakit Harapan Insan Sendawar.

Willy mengatakan, maksud kunjungan mereka selain silaturahmi adalah mempelajari strategi pembangunan di Kubar. Dapat diterapkan di Murung Raya sebagai sebuah kabupaten baru yang masih banyak berbenah diri. Harapan Pemkab Murung Raya, agar kedua kabupaten dapat bekerjasama untuk membuat jalan darat. Yang dapat dilalui kendaraan roda empat dari Sendawar menuju Puruk Cahu dengan memanfaatkan keberadaan beberapa perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah perbatasan.

Salah satunya, BHP Biliton, sebuah perusahaan tambang batubara yang beroperasi di wilayah Murung Raya. Perusahaan ini telah mengajukan permohonan kepada Pemkab Kubar untuk melakukan hauling melalui Kubar. Hal ini akan berdampak positif bagi kemajuan kedua kabupaten di bidang ekonomi dengan infrastruktur yang baik berujung pada kesejahteraan masyarakat.



Untuk menambah keharmonisan hubungan dua kabupaten yang berdampingan, Rama Asia pun  menyiapkan hiburan musik electone bagi para rombongan tamu. Tidak ketinggalan ajaran Muspida Kubar selepas acara penandatanganan nota kesepahaman dan serah terima cinderamata di auditorium kabupaten, Aji Tulur Jejangkat.

Dentuman musik organ dan lagu yang didendangkan mampu menyegarkan para tamu dan tuan rumah. Khususnya dari tekanan pekerjaan sepanjang hari yang dilalui. Rama Asian berjanji akan melakukan kunjungan balasan bila masih dipercayakan oleh warga Kubar untuk memimpin pada periode mendatang. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here