Hits: 3

Tergiur Kemolekan Tubuh dan Beri Uang

Tim Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polres Kubar, memaparkan kronologi kejadian perkosaan yang dilakukan R (64). SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

SEKOLAQ DARAT– KABARKUBAR.COM
Bejat, kata yang cocok disematkan buat R yang sudah bau tanah. Pria berumur 64 tahun ini menggauli anak tirinya yang masih berusia 17 tahun. Melati yang mengaku terpaksa menuruti kemauan bapak tirinya, mengaku diancam. Jika tidak mau berhubungan badan, pria yang mestinya menjadi pelindungnya, akan membunuh ibu kandungnya. Penjara selama 15 tahun bakal didapat R sebagai akibat kelakuan buruknya.

“Tersangka ini sudah tiga kali melakukan perbuatannya, saat istrinya sedang tidak di rumah. Modusnya dengan membujuk disertai ancaman, sehingga korban terpaksa melayani persetubuhan dengan tersangka,” beber Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kutai Barat, Ajun Komisaris Polisi Ida Bagus Kade Sutha Astama, Rabu 24/10/2018.



Bertempat di Ruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Kubar,  Tim Penyidik Unit PPA Satreskrim mengungkapkan kronologis kejadian. “Kejadian pertama saat korban masih berusia 15 tahun, dan terakhir saat ini berusia 17 tahun. Tersangka telah mengakui dan akhirnya kami tahan,” katanya.

Kejadian terungkap pada Senin 1/10/2018 sekira jam 2 subuh, saat Melati pergi dari rumahnya di RT 3 Kampung Sumber Bangun, Kecamatan Sekolaq Darat. Ia menuju  rumah kakak kandung korban, MJ. Melati pun curhat soal kejadian yang menimpanya.

R yang sudah tua, hanya bisa tertunduk lesu mengetahui hukuman penjara yang akan didapat akibat perbuatannya. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Melati membeberkan, pada Selasa 11 September 2018 sekira pukul 14.00 Wita, ia sedang berada di rumahnya bersama pelaku. Tiba-tiba ayah tirinya itu memaksa korban untuk berhubungan badan. “Korban menolak ajakan tersebut, lalu pelaku mengancam akan membunuh ibu kandung korban. Karena ancaman itu, korban akhirnya mau diajak berhubungan badan layaknya suami istri,” ungkap AKP Ida Bagus Kade SA.

Usai berbuat bejat, R lantas pura-pura tidur dan korban segera pergi keluar rumah dan tidak melaporkan kejadian itu kepada siapapun. Karena takut dan perbuatan itu sudah terjadi tiga kali dengan ancaman yang sama.

Mendengar laporan Melati, kakak kandung korban bersama keluarga lainnya berembuk untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. Sebab keluarga korban merasa keberatan dan akhirnya melapor ke Polres Kubar.



Kepada KabarKubar, R mengaku pertama kali menyetubuhi anak tirinya pada 2016 lalu. Saat itu Melati meminta sejumlah uang kepadanya, dan dimintanya datang ke sebuah pondok di ladang. “Saya bujuk dan akhirnya saya kasih uang Rp300 ribu. Saya lupa waktu pasti kejadiannya,” katanya tanpa ada rasa menyesal, malah kesal karena perbuatannya dilaporkan ke Polisi.

Atas perbuatannya, Polisi mengenakan Pasal 76D junto Pasal 81 ayat 1 dan 2, junto Pasal 76E dan Pasal 82 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Paling singkat, R akan dihukum lima tahun penjara. “Polisi berupaya selalu mengamankan dan melindungi anak di bawah umur,” tegas AKP Ida Bagus Kade SA. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here