Disiapkan Rapid Test Jika Tidak Membawa Surat Hasil Rapid Test

Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Kecamatan Penyinggahan dari berbagai unsur, memperketat jalur masuk lewat Sungai Mahakam. HUMAS PEMKAB KUTAI BARAT/KABARKUBAR.COM

PENYINGGAHAN – KABARKUBAR.COM
Hari ini, Kamis, 21 Januari 2021, jumlah terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Kabupaten Kutai Barat telah mencapai 1.361 orang. Angka ini menunjukkan peningkatan setiap harinya dengan total 28 orang dinyatakan meninggal dunia. Masih ada 11 orang yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Pratama. Sementara yang menjalani isolasi mandiri sebanyak 590 orang, dan selesai isolasi ada 732 orang.

Menyikapi peningkatan angka asus terkonfirmasi positif Covid-19 itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat memperketat wilayah perbatasan. Yakni dengan mengaktifkan kembali posko perbatasan darat maupun sungai. Khususnya di Kecamatan Penyinggahan sebagai pintu gerbang perbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara dari jalur Sungai Mahakam.

“Posko perbatasan sudah diaktifkan dan diperketat jalur masuk warga dari luar Kubar sejak hari Minggu tadi (17 Januari 2021). Bagi yang datang dari luar daerah, wajib menunjukkan hasil rapid test non reaktif,” jelas Camat Penyinggahan, Masranik.

Masranik mengakui kebijakan itu sesuai arahan Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kutai Barat melalui Sekretaris Kabupaten. Sebelum instruksi itu, posko perbatasan di Penyinggahan sudah diaktifkan sejak 24 Desember 2020.

Setiap kendaraan sungai yang melintasi Posko Siaga Covid-19 di Kecamatan Penyinggahan akan diberhentikan, dan setiap penumpang diminta menunjukkan hasil rapit test. HUMAS PEMKAB KUTAI BARAT/KABARKUBAR.COM

Sesuai instruksi, warga yang datang dari luar daerah wajib membawa hasil rapid test. Tim Satgas Covid-19 sudah menerapkannya dengan memulai khusus bagi warga Penyinggahan. Namun bagi seluruh penumpang kapal belum dilakukan pemeriksaan secara ketat. Akibat keterbatasan tenaga dan peralatan atau alat pelindung diri.

“Petugas di posko terus melakukan penjagaan dan pengetatan dari pagi hingga malam hari sesuai instruksi. Pagi ada taxi ketinting dan speedboat yang terus dipantau, dan malam hari kapal penumpang yang tiba juga harus dipantau. Sehingga posko paling cepat tutup pukul 02.00 dini hari,” katanya.

Dijelaskannya, selain harus membawa surat bukti hasil rapid test, warga yang masuk juga ditanyai tujuan datang ke Penyinggahan. Jika tidak membawa hasil rapid test, maka dilakukan rapid test di tempat. “Kalau hasilnya non reaktif, bisa langsung beraktivitas. Tapi jika reaktif, maka warga tersebut dikarantina,” tegas Masranik.

Menurut Masranik, ada tiga tenaga medis yang bertugas di posko secara bergiliran. Sebagian lagi melakukan tugas rutin pelayananan di Puskesmas. Ia sangat berharap ada bantuan tenaga medis dari kabupaten.

Pihak kecamatan bergandeng tangan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan dalam berbagai kegiatan untuk penanggulangan Covid-19  di Kecamatan Penyinggahan. Salah satunya dengan mengimbau masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan. Yakni menggunakan masker, setiap rumah menyediakan cuci tangan, dan menghindari kerumunan. #Revandi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here