Hits: 0

Diajari Penanganan Tanggap Darurat Bencana

Kader Peduli Bencana yang siap melaksanakan tugas penyelamatan saat terjadi bencana, secara cepat, tepat dan efisien. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Menyikapi bencana yang bisa terjadi kapan dan dimana saja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kutai Barat mengadakan pelatihan kader peduli bencana. Sebanyak 40 orang berasal dari berbagai instansi dan lembaga, dilatih untuk tanggap darurat bencana. Selama dua hari, 28-29 November 2017, mereka dilatih secara teori dan praktek penanganan bencana saat dan paska.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kubar, Jenton, pelatihan ini menciptakan kordinasi dan menumbuhkan kerjasama antar petugas atau aparat. Khususnya pengabdian dalam pelaksanaan operasi penyelamatan dan evaluasi korban bencana. Termasuk penyelamatan harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, dan perlindungan pengurusan pengungsi. Serta pemulihan prasarana dan sarana dengan cepat, tepat, efisien dan efektif, berdasarkan satu kesatuan rencana tindakan penanganan tanggap darurat bencana.

Diakuinya, paradigma penanggulangan bencana tidak lagi pada level siap siaga kedaruratan. Namun lebih pada sikap preventif proaktif atau kesiapsiagaan aktif. “Karena bencana terjadi kapan saja dan di mana saja,” kata Jenton melalui Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kubar, Sulaiman.

Ia menjelaskan, 40 peserta pelatihan terdiri dari Satgas Tim Reaksi Cepat BPBD Kubar (11), Taruna Siaga Bencana (4), Polres Kubar (4), Kodim 0912/KBR (4), TNI AU (3), Praja Muda Karana (3), dan Search And Rescue Kubar (1). Sisanya adalah panitia dan narasumber pelatihan. Selasa 28/11/2017 berisi pemaparan materi di Kantor BPBD Kubar, dan Rabu 29/11/2017 dilakukan praktek lapangan di bantaran Sungai Mahakam, Kelurahan Melak Ilir.

Peserta Pelatihan Tanggap Darurat Bencana melakukan praktek penyelamatan di tepian Sungai Mahakam Kelurahan Melak Ilir, Rabu 29/11/2017 kemarin. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Sulaiman mengatakan, pelatihan menyiapkan petugas dalam satuan tugas di lapangan. Guna memudahkan akses kordinasi sektor atau lembaga, pengerahan sumber daya manusia, peralatan, logistik dan penyelamatan penanganan bencana dengan optimal. “Tujuannya mewujudkan Kubar tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.

Intensitas bencana yang meningkat belakangan ini di Indonesia, diakui bisa saja terjadi di Kubar. Baik faktor alam atau ulah manusia yang bisa menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psiologis. Serta kerugian di bidang sarana-prasarana dan ekonomi yang umumnya terjadi dalam waktu singkat.

Sebagai narasumber adalah Kepala Satuan Sabhara Polres Kubar, Ajun Komisaris Polisi Kadiyo. Ia menyampaikan materi Teknik Terhadap Korban Evakuasi dan Tufoksi Masing-masing Satuan. Sedangkan Kepala Staf Kodim 0912/KBR Mayor Infanteri Wahyudi memberikan tiga materi. Yakni Simulasi Penyisiran Korban, Teknik Penanganan Korban Tenggelam dan SOP Penanganan Berbagai Bencana. #Lilis Sari

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here