TNI-Polri, Dishub dan Satpol PP Akan Latihan Pengendalian Demonstrasi

Rapat Koordinasi Operasi Mantap Praja Mahakam 2018, Selasa 20/3/2018 di Aula Lantai II Polres Kubar Jalan Gajahmada, Kelurahan Barong Tongkok, dilakukan dalam rangka Pengamanan Pilgub Kaltim tahun 2018. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur Periode 2018-2023 tidak lama lagi. Potensi timbulnya konflik horisontal antar pendukung pasangan calon tetap menjadi fokus perhatian aparat keamanan di Kabupaten Kutai Barat. Untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan, Polisi berharap kepekaan anggota intelijen di semua institusi.

“Saya harap kepekaan anggota intel dalam melihat perkembangan wilayah,” ujar Kepala Bagian Operasional Polres Kubar, AKP Sarman, saat Rapat Koordinasi Operasi Mantap Praja Mahakam 2018, Selasa 20/3/2018. Rapat di Aula Lantai II Polres Kubar Jalan Gajahmada, Kelurahan Barong Tongkok itu dalam rangka Pengamanan Pilgub Kaltim tahun 2018.

Sarman mengatakan, nantinya akan akan diadakan apel gabungan dan simulasi penanggulangan massa. Yang diharapkan dihadiri oleh Bupati Kubar, Komandan Kodim 0912/KBR, dan Kepala Polres Kubar. “Kita akan lakukan patroli gabungan antara Kodim, Polres, Satpol PP dan Dishub Kubar.  Satuan Lalu Lintas dan Dishub harus siaga dalam pengalihan jalur lalu lintas,” katanya.

Sejumlah Perwira Pertama Polres Kubar juga hadir dalam rapat yang fokus pada pengamanan penyelenggaraan Pilgub Kaltim 2018. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Kepala Staf Kodim 0912/KBR, Mayor Infanteri Wahyudi merencanakan melaksanakan kegiatan Sistem Pengamanan Kota. Sebagaimana aturan, akan memberikan bantuan kepada Polri sesuai kebutuhan dan permintaan. Soal simulasi penanganan demonstrasi, TNI siap mendukung. “Kami siap mengerahkan anggota untuk mengikuti latihan (simulasi). Sehingga anggota diharapkan mengerti akan tugas dan tangung jawabnya,” tukasnya.

Ketua KPU Kubar, FX Irianto mengapresiasi para pihak yang mendukung tugas sebagai penyelenggara Pemilihan Umum. Hal itu menciptakan rasa aman bagi KPU Kubar. Menurutnya, hal yang tidak kalah penting adalah setiap pemilih harus menandatangani daftar hadir. Dan pemilih pemula harus membawa surat pengantar dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat. “Hal seperti ini baru kita laksanakan pada Pemilu sekarang, beda dari Pemilu yang telah lalu,” katanya.

“Kami akan menempatkan anggota kami dari PPS sampai tingkat kabupaten,” imbuh Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kubar, Muhtar Kusuma Atmaja.

Kepala Satuan Intelijen dan Keamanan Polres Kubar, AKP I Gde Dharma Suyasa, berharap simulasi dilaksanakan dalam dua tahap. “Maunya dibuat dua season, yaitu out door dan in door. Agar anggota akan mengerti dan paham benar, siapa dan berbuat apa,” ujarnya. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here