Butuh Kendaraan Double Gardan dan Tambahan Dokter

Salah satu kegiatan pelayanan kesehatan di luar gedung yang dilaksanakan Puskesmas Dempar, dengan mengunjungi sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman terkait kesehatan. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

NYUATAN – KABARKUBAR.COM
Berbagai kegiatan dilaksanakan Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas Dempar di ibukota Kecamatan Nyuatan. Dengan wilayah kerja yang medannya tergolong berat, berupaya melaksanakan tugas secara maksimal dan yang terbaik. Selain butuh tambahan tenaga medis, yakni dokter, Puskesmas Dempar memerlukan kendaraan operasional untuk menjangkau semua area kerja.

Diungkapkan Kepala Puskesmas Dempar, Yutipul, mereka membutuhkan sarana pendukung. Sebab untuk mobilisasi personel, hanya ada satu kendaraan operasional yakni ambulans. Sudah diusulkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat agar ada ambulans tambahan untuk kendaraan ke lapangan.



“Mengingat ada beberapa daerah yang jalannya sangat rusak di wilayah kerja kami. Agak susah kalau gunakan ambulans saja. Ambil contoh ke Kampung Intu Lingau dan Sentalar yang harus ada double gardan,” ujarnya saat ditemui di Puskesmas Dempar, Senin 22/10/2018.

Kepala Puskesmas Dempar, Yutipul. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Diakui Yutipul, tenaga medis di Puskesmas Dempar yang beralamat di Jalan Kanon RT 3 Kampung Dempar, sudah mencukupi. Ada 10 perawat dan 9 bidan dengan total 42 pegawai, yang 19 di antaranya berstatus Abdi Sipil Negara atau PNS. Sisanya, masih Tenaga Kerja Kontrak. Puskesmas Pembantu dan Poliklinik Desa ada tujuh dari 10 kampung se-Kecamatan Nyuatan.

Dari jumlah kebutuhan tenaga berdasarkan Sumber Daya Manusia Kesehatan, kata dia, secara teori telah cukup. Namun, kondisi di lapangan dinilai masih kurang. “Boleh dikatakan kita masih kekurangan dokter gigi, karena yang ada sedang nota dinas di rumah sakit. Praktek dokter di Dempar tidak ada, hanya satu dokter umum, karena satu lagi juga sedang nota dinas di rumah sakit,” imbuh Yutipul.

Pelayanan kesehatan di Puskesmas Dempar dilakukan maksimal dengan keterbatasan personel dan sarana yang ada. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Terkait kesehatan masyarakat, disebut masih cukup tinggi. Hal itu dilihat dari angka kunjungan sakit, terutama saat musim hujan sekarang yang ada peningkatan kasus penyakit diare. Dari 10 penyakit, tercatat paling tinggi adalah Penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan atau Ispa. Disusul Diare di posisi kedua yang setiap bulan menonjol. Pasien lebih dominan dewasa. “Rata-rata sehari ada 5 sampai 10 pasien. Puskesmas dibuka dari jam 8 pagi sampai jam 2 siang,” katanya.



Tidak hanya pelayanan kesehatan lingkungan Puskesmas Dempar, Yutipul menyebut ada banyak kegiatan yang dilakukan di luar gedung. Seperti mengunjungi ibu hamil, Imunisasi Measle Rubella yang telah dilaksanakan. Oktober ini masih berjalan pengobatan massal cacingan, kemitraan dan kelas ibu hamil.

Sedangkan di November mendatang adalah bulan imunisasi anak sekolah untuk Difteri Tetanus. “Jadi kegiatan rata-rata di lapangan. Ada juga kegiatan rutin, yaitu Posyandu yang dibiaya APBD. Mohon dukungan masyarakat, karena prorgam kesehatan takkan berjalan tanpa dukungan,” terangnya. #Lilis Sari/Advertorial

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here