Hits: 6

Warung Tutup Lebih Awal dan Pesanan Banyak Gagal

Para Driver Linkaran sedang menunggu pesanan di samping warung belakang Hotel Amar, Kelurahan Simpang Raya, Kecamatan Barong Tongkok. EKILOVIS/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Para pengemudi ojek online atau ojol yang tergabung dalam Lingkaran di Kabupaten Kutai Barat, mengeluh. Pendapatan mereka yang menjadi pengemudi atau driver pada perusahaan tranportasi pesaing Gojek, Grab, dan Maxim ini terus menurun. Aturan terkait penanganan penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 menjadi penyebab utama.

“Apalagi sekarang ada aturan jam malam, bikin warung takut buka sampai larut malam. Akhirnya pelanggan pun sepi. Pengguna aplikasi kami juga tidak bisa pesan makanan atau minuman kesukaannya,” ungkap Andri pada Kamis, 17 September 2020.

Sebagai Driver Linkaran, Andri mengakui omsetnya terus turun sejak aturan terkait Covid-19 makin ketat. Meski secara umum, ia mendukung kebijakan pemerintah atas penerbitan aturan-aturan tersebut. “Memang ada baiknya aturan itu, tapi pemilik warung sudah takut dikenakan denda,” katanya.

Andri dan Dafid Pradana menunggu pesanan di simpang tiga Jalan Pertanian – Jalan Gajahmada, Kelurahan Barong Tongkok, Kecamatan Barong Tongkok. EKILOVIS/KABARKUBAR.COM

“Kami sudah bilang juga solusinya sama pemilik warung. Warung tutup, tapi tetap melayani secara online. Jadi sistemnya Take Away (bawa pulang), kami yang menjemput dan mengantar,” imbuh Dafid Pradana, yang biasa menunggu pesanan di Simpang 3 Jalan Pertanian, Kelurahan Barong Tongkok.

Stay at home (tetap di rumah), kami yang antar dan jemput pesanan anda,” pungkasnya.

Soal Linkaran yang telah hadir pada awal April 2020 di Kubar, Andri menyebut sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat. Saat ini ada 27 driver yang siap mengantar dan menjemput penumpang.

Tidak hanya itu, barang yang mau diantar atau dijemput juga siap dilayani oleh para driver Linkaran. Soal harga, disebut bersaing dari aplikasi ojol lain. “Bukan karena baru Linkaran yang hadir di Kubar, tapi memang tarif kami lebih murah. Bisa dibandingkan dengan ojol lainnya di Samarinda, Balikpapan atau kota lain,” ujarnya berpromosi.

Di Kubar, Linkaran menetapkan Tarif Dasar senilai Rp10.000 untuk jarak empat kilometer. Lebih dari itu, dikenakan biaya Rp2.100 perkilometer. Misalnya, jarak ke Kampung Juaq Asa yang sejauh 10 kilometer dari Busur, Barong Tongkok. Maka tarif yang dikenakan sebesar Rp10.000 ditambah Rp 12.600 (Rp2.100 dikalikan 6 kilometer), totalnya Rp 22.600.

Untuk mengetahui jarak, tidak perlu dihitung. Aplikasi sudah otomatis menghitung karena terintegrasi dengan Google Maps. Ketika pengguna Linkaran memesan Link-Ride atau Link-Food, total biaya yang harus dibayar sudah dihitung dalam aplikasi.

“Kami siap 24 jam. Kalau mau makan atau minum kesukaan, tinggal buka Linkaran dan buat pesanan. Sekarang sudah canggih, tinggal uangnya saja disiapkan. Stay at home, and let we do our job (Diam di rumah, dan biarkan kami lakukan tugas kami),” jelas Andri.



Linkaran di Kubar menyediakan beberapa pilihan. Link-Ride melayani penumpang menggunakan kendaraan roda dua. Link-Send untuk pengantaran barang, Link-Food untuk pemesanan makanan atau minuman.

Aplikasi ini dapat diunduh di PlayStore. Pengguna dapat melakukan resgitrasi dengan memasukkan nama, nomor handphone, dan alamat surat elektronik. Kemudian pengguna dapat masuk ke aplikasi menggunakan nomor handphone dan kode verifikasi yang dikirim melalui pesan singkat atau OTP (One Time Password). #Ekilovis

Comments

comments

1 KOMENTAR

  1. Sedikit lucu dengan aturan pemerintah yg hanya mengambil kebijakan tanpa mengetahui dampaknya . Memang angka kasus c19 smakin bertambah
    Tapi yg menyebabkan meningkatnya c19 akibat perbatasan yg Mash gampang untuk kluar masuk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here