Hits: 18

Ekti Imanuel: “Kita harus bikin parit atau drainase ke arah Sungai Encikut”

Banjir di dataran tinggi, tepatnya ruas jalan perbatasan Kampung Linggang Bigung-Linggang Mapan yang terjadi setiap hujan turun. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

LINGGANG BIGUNG – KABARKUBAR.COM
Hujan deras yang melanda di penjuru Kabupaten Kutai Barat beberapa hari ini mengakibatkan banjir di sejumlah kawasan. Tidak hanya di wilayah pesisir Mahakam, dataran tinggi seperti di Kecamatan Linggang Bigung juga tergenang air di sejumlah titik.

Salah satu yang tampak banjir adalah ruas jalan poros Linggang Bigung-Barong Tongkok. Tepatnya di depan Rumah Sakit Pratama Linggang Bigung, yang terletak di perbatasan Kampung Linggang Bigung dan Linggang Mapan.

Akibat hujan deras yang menguyur daerah ini sejak malam hari, mengakibatkan air mengenangi jalan sepanjang kurang lebih 100 meter dengan kedalaman mencapai 50 centimeter. Hal ini tentu saja sangat mengganggu pengguna jalan yang melintas. Tidak hanya itu, tingginya debet air ini menyebabkan sejumlah kendaraan mogok. Khususnya sepeda motor yang memaksa melintasi banjir.

Tidak semua pengendara yang melanjutkan perjalanan, namun ada saja yang memilih berbalik arah. Pantauan KabarKubar di lokasi, nampak beberapa pengendara terpaksa memilih jalan pintas yang melewati kebun karet warga. Meski harus melintasi jalan tanah dan licin.

“Gak berani lewat bawa anak-anak. Genangan airnya lumayan tinggi, terpaksa pilih kembali nih,” ungkap Flora, warga Linggang Mapan yang berencana berbelanja ke Pasar Nala di Linggang Bigung.

Petinggi Kampung Linggang Bigung, Bastianus mengatakan, daerah tersebut adalah daerah tampungan air hujan. Yang dalam bahasa Dayak tunjung disebut tehunaan. Untuk itu diperlukan drainase yang memadai.

“Kondisi di lapangan sekarang drainase cuma satu, dan satu arah pembuangan dengan diameter kecil. Seharusnya minimal drainase di bangun di kiri dan kanan jalan dengan sudut kemiringan yang cukup untuk mengalirkan air tersebut,” ujarnya pada Rabu, 19 Mei 2021.

Drainase yang belum memadai, mengakibatkan banjir meski berada di dataran tinggi. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Di tempat terpisah, Pelaksana Tugas Camat Linggang Bigung, Kristian menjelaskan, drainase yang ada sudah dilakukan pengerukan. Hal itu dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis dengan Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Kabupaten Kutai Barat.

Pengerukan dilakukan pada awal RS Pratama digunakan untuk penanganan pasien Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Diperkirakan ada endapan tanah, lalu menutup drainase yang ada.  Sehingga saat hujan deras dengan debet tinggi mengakibatkan banjir.

“Hari ini, kami bersama Dinas PUPR dan UPT akan meninjau lansung ke lokasi. Guna melihat solusi apa yang dapat diambil untuk segera mengatasi banjir tersebut,” terang Kristian.

Melalui sambungan telepon, Ekti Imanuel selaku Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, mengaku telah mengetahui informasi banjir tersebut. Persoalan yang menyebabkan banjir, menurutnya adalah parit yang kurang memadai.

Sehingga harus dibenahi dengan membangun sistem drainase yang dapat mengalirkan air ke sungai terdekat. “Kita harus bikin parit atau drainase ke arah Sungai Encikut yang ada di Jembatan Linggang Bigung,” katanya.

Ekti yang berasal dari Linggang Bigung, menegaskan drainase di kawasan itu sangat penting. Sebab banjir pasti terjadi di saat musim hujan seperti sekarang ini. Untuk itu, ia telah melakukan lobi-lobi politik di Gedung DPRD Kaltim untuk merealisasikan sejumlah usulan pembangunan di Kubar dan Kabupaten Mahakam Ulu. Termasuk pembangunan drainase di kawasan RS Pratama tersebut.

“Ya saya akan memperjuangkan anggarannya di Bankeu (Bantuan Keuangan) Provinsi Kaltim. Kita usahakan di murni (APBD) tahun 2023. Karena di murni 2022 sudah tidak bisa lagi di usulkan. Tutup di April 2021 saat Musrenbang Provinsi Kaltim. Karena anggarannya itu besar,” jelas Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya ini. #Sunardi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here