Setiap Kampung Dijatah 375 Kilogram Benih

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, Finsen Allotodang. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat berupaya melakukan pengembangan sawah di tahun 2018 dengan program bantuan benih. Program ini bersumber dari anggaran Direktorat Jenderal Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian dan Dinas Pertania Provinsi Kalimantan Timur. Target sebagaimana usulan dari pusat adalah calon petani dan lokasinya seluas 2.820 hektare.

Dikatakan Kepala Dinas Pertanian Kubar, Finsen Allotodang, program ini ditujukan untuk meningkatkan pengembangan padi sawah maupun padi ladang. Dengan sasaran seluruh kampung di 16 kecamatan, termasuk wilayah pendalaman. “Tahapannya saat ini kita sedang menyusun calon petani penerima dan calon lokasi kelompok tani yang akan menerima benihnya,” ujarnya.



Untuk memenuhi target tahun ini, yaitu seluruh kecamatan dan kampung menerima benih padi. Distan telah meminta Balai Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Pertanian Lapangan untuk mendata masyarakat yang mengusahakan padi sawah maupun padi ladang, “Jadi semuanya kita bantu benih,” sebutnya.

Penanaman padi organik di lahan persawahan seluas 130 hektare di areal persawahan Kampung Geleo Baru Kecamatan Barong Tongkok, Selasa 21 November 2017. Program Pengembangan Klaster Pertanian Terintegrasi Bank Indonesia ini didukung Kodim 0912/KBR. ARSIP/KABARKUBAR.COM

Dilanjutkannya, tahap pertama untuk luas 280 hektare telah digulirkan sebanyak 7 ton benih padi. Diberikan kepada dua kelompok benih di Kecamatan Linggang Bigung dan Mook Manaar Bulatn. Setiap hektare dijatah 25 kilogram benih padi sawah. “Jika dirata-ratakan dari 2.820 hektare, berarti sekitar 15 hektare untuk tiap kampung dari total 190 kampung untuk pengembangan,” jelas Finsen Allotodang.



Ditambahkan melalui Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Holtikultura Distan Kubar, Maliki, ada kendala pada potensi sawah yang sedikit karena lahan kering. Nantinya, diharapkan petani yang mengelola di lahan kering dengan sistem pertanian berpindah, akan dibantu Alat Sistem Pertanian agar bisa menetap. Jadi tidak hanya petani padi sawah yang mendapat bantuan alutsistan. Tapi petani padi ladang atau padi gunung juga.

“Yang penting bisa menetap. Program kita agar dapat menyentuh masyarakat menggunakan teknologi, yang terkendala penerapan teknologi yang memang agak lambat. Tapi perlahan semua petani dapat menggunakan tekonologi, dan semua alat pertanian yang ada di BPP bisa dimanfaatkan,” kata Maliki. #Lilis Sari/Advertorial

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here