Banyak Warga Tak Mampu, Naha Aruq Upayakan Listrik Murah 24 Jam

0
167

Usulkan Pembangkit Listrik Tenaga Microhidro

Dam air bersih di hulu Sungai Klupoq yang akan dijadikan sumber daya Pembangkit Listrik Tenaga Microhidro Kampung Naha Aruq, akan ditinggikan posisinya sekitar 5 meter. REVANDI/KABARKUBAR.COM

LONG PAHANGAI – KABARKUBAR.COM

Warga Kampung Naha Aruq di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, masih mengandalkan listrik milik kampung. Mesin generator yang berbahan bakar minyak, cukup tinggi operasionalnya. Akibatnya, banyak warga tak mampu membayar biaya bulanan Rp150 ribu tiap rumah.

“Ini ada saja yang minta listrik di rumahnya diputus. Karena tak mampu lagi bayar. Memang ada aturan, jika tiga bulan tak bayar akan diputus jaringan,” ungkap Kepala Kampung atau Petinggi Naha Aruq, Theodorus Tekwan Lasah, saat ditemui di kediaman pada Jumat, 18 Maret 2022.

Tekwan menjelaskan, penduduk kampung kebanyakan mencari nafkah sebagai petani dan nelayan di sungai. Ditambah kondisi pandemi Covid-19, turut mempersulit ekonomi masyarakat.

Melihat itu, Tekwan telah mengupayakan agar di tahun 2023 mendatang, kampungnya bisa terang sepanjang hari. “Sekarang hanya menyala enam jam. Dari jam 6 sore, sampai jam 12 malam,” katanya.

Lewat Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang berjenjang, ia mengusulkan pengadaan alat dan jaringan Pembangkit Listrik Tenaga Microhidro atau PLTMH. Sebab saat ini ada sumber air yang debitnya diyakini mampu menggerakkan turbin air dan generator listrik nantinya.

Saat ini, sumber air yang ditampung dalam kolam di hulu Sungai Klupoq itu memasok air bersih ke rumah-rumah warga. Sebanyak 73 kepala keluarga di dua rukun tetangga, menikmati langsung air sebagaimana pasukan air PDAM di perkotaan. Lokasi dam air itu berjarak sekitar 600 meter dari pemukiman.

Setidaknya PLTMH dapat menghasilkan skala daya yang dibangkitkan mencapai 5 kilo watt hingga 50 kilo watt.

“Iuran air bersih ditarik Rp25 ribu tiap KK perbulan. Nantinya listrik juga bisa sama, Rp25 ribu, tapi bisa nyala 24 jam. Ada contoh seperti empat desa di Kecamatan Sungai Boh (Kabupaten Malinau),” jelas Tekwan.

Warga Kampung Naha Aruq berolahraga di lapangan yang berada di tengah kompleks pemerintahan kampung. REVANDI/KABARKUBAR.COM

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dapat merealisasikan usulan kampungnya itu di tahun 2023. Meski diakui ada rencana PLTD yang berada di ibukota kecamatan mengalirkan listrik ke kampungnya.

Termasuk tiga kampung lain di dataran Datah Suling. Yakni Datah Naha, Lirung Ubing dan Long Isun. Saat ini masing-masing memiliki mesin generator untuk menerangi rumah warga.

“Tapi itu akan lama, dan perkiraan bulanan atau rekening akan sama dengan yang sekarang. Jadi kita harap usulan microhydro bisa terealisasi tahun depan,” pungkas Tekwan. #Revandi

 

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here