Hits: 0

Ada ‘Hadiah’ Rp25 Miliar Jika Dapat WTP

Kepala Perwakilan BPK Kaltim Raden Cornell Syarief P berjabatan tangan dengan Dori Santosa yang akan bertugas sebagai Auditor Utama Keuangan Negara VI BPK RI, disaksikan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

SAMARINDA – KABARKUBAR.COM
Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan RI, Harry Azhar, meminta BPK Perwakilan Kaltim untuk meningkatkan mutu pengelolaan anggaran pemerintah daerah di Kaltim. Sebab dari 11 pemerintah daerah, termasuk Pemerintah Provinsi Kaltim, masih ada dua yang belum meraih status Wajar Tanpa Pengecualian. Yakni Kabupaten Mahakam Ulu dan Kabupaten Berau.

“ Tinggal dua yang perlu dipacu untuk dapat WTP. Berau kita harap bisa naik lagi karena sempat turun,” ujar Harry Azhar saat Serah Terima Jabatan Kepala Perwakilan Kaltim, di Auditorium BPK Perwakilan Kaltim, Jalan M Yamin Kota Samarinda, Kamis 15/3/2018.

Ia menjelaskan, dari 508 kabupaten dan kota se-Indonesia, 10 persennya mengelola keuangan masih sembarangan. Jika diberi nilai, adalah C dan D, yang berarti di bawah nilai 3. “Artinya kalau di penilaian saya, tidak lulus. Jika setiap daerah itu anggarannya Rp1 triliun, ada Rp53 triliuan yang dikelola sembarangan,” ujar Harry Azhar yang pernah menjabat Ketua Badan Anggaran DPR RI.

Wakil Bupati Mahakam Ulu, Yohanes Juan Jenau, memberikan ucapan selamat datang kepada Raden Cornell Syarief P yang akan bertugas sebagai Kepala Perwakilan BPK Kaltim. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Harry Azhar mengakui kesadaran mengelola keuangan negara untuk lebih baik, meningkat di daerah dari pada di pusat. Itu juga dipacu dengan ‘hadiah’ jika mengantongi status WTP. “Saya pernah jadi ketua badan anggaran, dan mengalokasikan Rp1,3 triliun untuk insentif daerah yang meraih WTP. Nilainya berkisar Rp25 miliar. Dari tadinya cuma 3 persen yang meraih WTP di 2009, sekarang sudah 70 persen,” katanya.

Sertijab dari Dori Santosa kepada Raden Cornell Syarief P, dihadiri puluhan perwakilan pemerintah kabupaten dan kota. Antara lain, Asisten III Setkab Kutai Barat Aminuddin dan Ketua DPRD Kubar, Jackson John Tawi. Dari Kabupaten Mahakam Ulu dihadiri Wakil Bupati Juan Jenau dan Anggota DPRD Mahulu, Agustinus Ding. Tampak pula Walikota Bontang, Neni Moernaeni dan Wakil Bupati Kutai Timur, Kasmidi Bulang.

Kepada kedua pejabat lama dan baru, Harry Azhar berpesan singkat. Dori Santosa diminta untuk meningkatkan kinerja selama menjabat Kepala Perwakilan BPK RI di sejumlah daerah. Terlebih Dori Santosa yang bertugas di BPK Kaltim periode November 2016-Maret 2018, menjadi Auditor Utama Keuangan Negara VI BPK RI. Yang artinya adalah bawahan langsung dari Harry Azhar, dan membawahi 18 provinsi.

Sementara untuk Raden Cornell yang sebelumnya menjabat Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Kalimantan Tengah, ia pun tidak berpanjanglebar. “Tugas Pak Cornell sederhana saja, harus lebih baik. Di Kalteng sudah bagus, di Kaltim harus lebih bagus,” kata Harry Azhar. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here