Kualitas Karet Lebih Baik Jika Dicampur Cuka

Karet dengan kualitas bersih yang diproduksi petani karet sebagaimana dibuhkan pabrik karet PT Davco Sendawar Industri, akan menjamin harga bagus. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Sekian lama vakum, pabrik karet PT Davco Sendawar Industri kembali beroperasi sejak Februari 2020. Pabrik di Kampung Rejo Basuki, Kecamatan Barong Tongkok itu berkapasitas produksi mencapai 3.000 ton perbulan. Pabrik siap menampung dengan harga Rp5.000 perkilogram untuk kualitas getah karet masyarakat yang bersih.

“Kami minta petani memproduksi karet bersih yang bebas kontaminan (percampuran atau pencemaran unsur lain). Biasanya berdampak buruk, seperti kayu, pasir, tanah dan sampah lainnya,” terang Ida, Bagian Administrasi Davco, saat dihubungi pada Rabu, 20 Mei 2020.



Mewakili manajemen Davco, Ida mengatakan bahwa Kadar Karet Kering atau K3 yang dihasilkan dari getah karet kotor akan rendah dan mempengaruhi harga. Davco menerima karet bersih, yang murni tanpa kotoran atau scrub dengan harga Rp5.000 perkilogram. Sementara untuk pengambilan ke kebun karet seharga Rp.4300 perkilogram.

Untuk Karet Kotor (masih ada campuran scrub) Rp4.700 perkilogram di pabrik, dan pengambilan ke lokasi Rp4.000 perkilogram. “Jika hanya scrub itu tidak masalah. Campuran lain itu bisa merusak mesin pabrik,” ujarnya.

Pandemi Corona Virus Disease atau Covid-19, sangat mempengaruhi anjloknya harga getah karet saat ini. Ditambah ketidakpastian soal pembeli. Namun di tengah kondisi yang serba sulit ini, muncul kabar gembira. Beroperasinya kembali Davco setelah tahun lalu terkendala kerusakan mesin yang harus mendatangkan suku cadang atau sparepart dari luar negeri.

Getah karet yang dijual masyarakat ke Pabrik Karet Davco segera diproses menggunakan mesin baru yang sedang diuji coba. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Saat ini Davco sedang uji coba menggunakan mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi K3 yang masih di level 40 persen. “Sekarang walaupun situasi begini, tidak was-was lagi. Pasti ada yang beli karet dan semoga harga bisa naik lagi,” ungkap Yadi, petani karet di Kampung Ongko Asa.

Soal harga karet ditawarkan Davco, menjadi perbincangan hangat di media sosial Facebook. Akun Febry Indra Setiawan menyebut harga tersebut masih sama dengan tengkulak yang datang dari Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan. Jika beda harga hanya sekitar Rp100 atau Rp200, ia yakin masyarakat tetap memilih menjual di kebun karetnya langsung ke tengkulak yang ada.

Ia mengaku di Kampung Sumbersari masih di harga Rp4.000 lebih perkilogram. “Kadang yang agak mahal sdikit biasanya timbangannya curang. Terus kalau ke Penengkolak (tengkulak) bisa juga minta pinjamn dulu, bayarnya nyicil dipotong setiap jual karetnya. Maaf ini hanya pendapat saya,” tulisnya.

Petani Karet di Kampung Linggang Amer membentuk getah karet dalam kotak kayu, untuk memudahkan pengangkutan, dan menjaga kualitas dengan mencampur cuka. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Akun Agustinus Senius menegaskan seharusnya perusahan membeli lebih tinggi, setidaknya seharga Rp5.500 perkilogram. “Kok malah kalah beli dengan saya di kampung, beli masih Rp4.800 di lapangan,” katanya.

“Kok tidak ada naiknya ini karet yah? Bermain di angka Rp5.000 terus sejak empat tahun yang lalu,” celetuk akun Putra Kubar. “Dimana yang beli karet masih Rp4.000? Kami di Kampung Muara Kalaq harga cuma Rp2.000,” ungkap akun Ar Siben. “Di Sekolaq Darat ini pun tengkulak beli di pohon juga Rp4.300,” ungkap akun Jamri Lessa.

Menanggapinya, manajemen Davco lewat akun Davco Sendawarindustri mengaku pabrik belum dapat memastikan K3 getah karet di Kubar. Jika sudah dipastikan bagus, harga pun bisa lebih bagus. Karena sebelumnya kualitas karet Kubar di bawah standar. Akibat banyak campuran kulit kayu atau scrub dan tidak menggunakan cuka untuk pembekuan getah karet.



Soal harga, akun Davco Sendawarindustri menyebut karet bersih menembus Rp14.000 perkilogram di Kabupaten Kapuas pada tahun 2019. Sebab kualitas karet disana diakui di atas standar. Davco sebelumnya menerima karet bersih Rp8.000 pada tahun lalu, sebab saat itu belum diketahui kualitas karet di Kubar.

Pabrik diakui berharap kualitas karet terbaik. Meski bersih tapi jika kualitas di bawah standar, kadar air sangat banyak dan mudah terputus saat pengolahan. “Karet yang kualitasnya bagus, karena memakai cuka,” tegasnya. #Sunardi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here