Hits: 0

Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Barat

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Dengan jumlah penduduk mencapai 147 ribu orang pada tahun 2017, Kabupaten Kutai Barat membutuhkan pangan total sebanyak 765.000 ton pertahun. Angka itu didapat jika diperkirakan Kebutuhan Pangan Total Perkapita Kubar adalah 500 kilogram pertahun atau setara dengan 1,36 kilogram perhari. Untuk itu Kubar ditargetkan bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri, atau swasembada pangan.

Hal itu diungkapkan Bernatal Saragih, pada Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Kutai Barat, Senin 19/11/2018 di Ruang Diklat Lantai III Kantor Bupati Kubar. Menurut Guru Besar Bidang Ilmu Pangan dan Gizi Universitas Mulawarman itu, konsumsi beras penduduk jika disetarakan dengan Nasional tahun 2017, adalah 114,6 kilogram perkapita pertahun.



Sebagai Ketua Kelompok Kerja Ahli DKP Kubar, ia menyebut pertumbuhan penduduk Kubar mencapai 2,3 persen pertahun. Sehingga tahun 2018 Kubar membutuhkan 17.233 ton beras dengan asumsi penduduk mencapai 150.381 orang. “Diperkirakan Kubar butuh 17.630 ton beras di tahun 2019,” kata Bernatal Saragih.

Profesor Dr Bernatal Saragih MSi juga merupakan Pokja Ahli DKP Provinsi Kaltim dan Ketua Perhimpunan Ahli Pangan dan Gizi Kaltim. Selain juga menjadi Pembina Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia Kaltim, ia juga masuk dalam Tim Ahli Keamanan Pangan Kaltim.

Ia menegaskan, peran organisasi perangkat daerah sangat penting untuk mewujudkan program ketahanan pangan di Kubar. Khususnya 16 OPD yang masuk sebagai anggota DKP Kubar. Diakuinya, produksi beras di Kaltim menurun. Padahal beras untuk Kubar saja masih defisit 260 ribu ton dari kebutuhan sebanyak 399.385 ton.

Para Pejabat OPD di lingkungan Pemkab Kubar yang menjadi anggota Dewan Ketahanan Pangan Kubar, berkomitmen mewujudkan swasembada pangan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Untuk memenuhi kebutuhan itu, Bernatal Saragih menyarankan perencanaan yang matang. Setidaknya Kubar butuh lahan padi seluas 6.780 hektare dengan Indeks Pertanaman 1 atau 3.390 hektare dengan IP 2. “Apakah harus impor atau bagaimana? Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita, apakah Kubar bisa swasembada pangan,” tegasnya.

Menanggapinya, Pelaksana Tugas Asisten 1 Setkab Kubar, Misran Effendi, mengakui baru tiga  kecamatan yang sudah ada ketersediaan beras. Sedangkan 13 kecamatan lainnya akan dicari kondisi lahan maupun kendala terkait. Sebab Kubar notabene memiliki lahan yang cukup luas untuk ditanami tanaman pangan.

Profesor Dr Bernatal Saragih MSi memaparkan kondisi ketahanan pangan Nasional dan di Kubar, dalam Rakor Dewan Ketahanan Pangan Kubar, Senin 19/11/2018 di Ruang Diklat Lantai III Kantor Bupati Kubar. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Misran meminta semua instansi terkait bekerjasama. Ia berharap semua program direncanakan baik dengan anggaran yang cukup, agar dijalankan dengan baik dan tidak macet. Termasuk para camat untuk ikut menyosialisasikan program ketahanan pangan. “Jangan petinggi (kepala kampung) hanya membuat sarang burung walet. Tapi bagaimana lahan digunakan untuk ketahanan pangan,” katanya dalam rakor yang dipandu Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Kubar, Rina Giptalina.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kubar, Ali Sadikin meminta agar Badan Pelayanan Perizinan Terpadu juga dimasukkan sebagai Anggota DKP Kubar. Agar dapat mengamankan lahan yang diperuntukkan sebagai lokasi penanaman tanaman pangan. “Agar lahan tidak diberikan izin untuk tambang atau kebun sawit,” ujarnya.

“Kita harus perbaiki dulu Renstra (Rencana Stratetis) daerah dan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Agar program yang berkaitan dengan ketahanan pangan tidak berguguran saat diajukan di Bappeda,” ungkap Sekretaris Dinas Perikanan, Sukwanto.



“Ini bukan soal peningkatan hasil pangan, tapi bagaimana kita mempertahankannya. Pangan tidak terpaku pada beras, dan yang penting adalah nilai gizi,” tukas Yan Sinyal, Praktisi dari Politeknik Sendawar.

“Mudah-mudahan kegiatan yang disusun OPD dalam hal ketahanan pangan tepat sasaran dan berguna bagi masyarakat luas,” ujar Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah Kubar, Petrus. Pada rakor yang dihadiri sejumlah Kepala OPD yang menjadi anggota DKP Kubar. Juga dihadiri Lusiana Ipin yang mewakili Ketua DPRD Kubar, yang juga Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan Kubar. #Sonny Lee Hutagalung/Advertorial

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here