Hits: 0

Suprapto Akui Ada Laporan Oknum PLN Menjual BBM Cadangan

Perwakilan warga 6 kampung di Kecamatan Long Iram dan Kecamatan Tering berdialog dengan pihak PLN Unit Long Iram dengan dihadiri Camat Long Iram, Junaidi dan Kapolsek Long Iram, AKP Haryadi. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

LONG IRAM – KABARKUBAR.COM
Sebanyak 120 warga mendatangi kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Melak, Unit Long Iram pada Senin, 24 Juli 2006. Mereka menuntut Perusahaan Listrik Negara untuk memperbaiki kinerja dan mempertanyakan listrik yang byarpet selama hampir 4 tahun. Berbagai hal disampaikan para pendemo yang mewakili enam kampung di Kecamatan Tering dan Long Iram.

Mereka adalah masyarakat dari Kampung Sukomulyo, Anah, Long Iram Kota dan Long Iram Ilir di Kecamatan Long Iram. Serta Kampung Tering Lama dan Tering Baru di Kecamatan Tering yang menjadi konsumen PLN dengan 1.085 pelanggan. AKP Haryadi mengajak para pendemo dan pihak PLN untuk membahas masalah dalam dialog di Balai Pertemuan Umum Kecamatan Long Iram yang dihadiri Camat Long Iram, Junaidi.

Kekecewaan para pelanggan diungkapkan berorasi di hadapan Kepala Polsek long Iram, AKP Haryadi dan Musyawarah Pimpinan Kampung Long Iram Kota. Warga juga menyegel kamar tempat empat unit mesin PLN berada. Kamar digembok dan kuncinya dikantongi oleh koordinator lapangan pendemo, Abu Yizad.



Salah seorang pendemo dari Kampung Long Iram Kota, Ismael Usman mengatakan, meteran miliknya yang berdaya 900 watt pernah diganti oleh oknum PLN tanpa sepengetahuannya. Meski baru, tapi tidak mampu menangkat beban meskipun hanya menghidupkan televisi, kulkas dan dua lampu berdaya masing‑masing 18 watt.

“Kalau dulu semua alat di rumah hidup sama‑sama dengan lampu pijar beberapa buah tetap tahan. Sekarang televisi dan kulkas tambah dua lampu neon 18 watt saja tidak tahan,” ungkapnya.

Warga lainnya meminta pihak PLN Unit Long Iram kooperatif dalam menampung aspirasi konsumen. Karena sering tidak ditanggapi kalau memberikan masukan dengan berbagai alasan.  “Kalau ditanya selalu bilang bukan bagian saya, dan sampai istri para pegawai PLN pun tidak ramah. Lalu kepada siapa kami harus konsultasi,” ujar Astaman yang juga warga Long Iram.

Menanggapi itu, Kepala PLN Ranting Melak Suprapto menginstruksikan langsung Kepala PLN Unit Long Iram, Darwanto untuk mengecek Kwh Ismael. Agar segera menangani bila sesuai dengan yang diungkapkan.



Kepada pendemo, Suprapto yang datang dari Melak yang berjarak hampir 50 Kilometer dari Long Iram, meminta agar memahami kondisi di tubuh PLN saat ini. Bahan bakar untuk mesin PLTD Ranting Melak mendapat jatah Pertamina dengan harus memesan 3 bulan sebelumnya. Sedangkan Long Iram menghabiskan 1.490 liter solar untuk 12 jam operasi setiap harinya.

Kendala keterlambatan pengiriman BBM, lanjut dia, karena faktor geografis Kubar dan cuaca serta transportasi menjadi salah satu penyebab. Selain itu pemesanan spare part Screen Shuf dua mesin yang rusak tidak semudah yang dibayangkan para konsumen PLN. Karena harus melalui prosedur pemesanan di PLN, dan terkadang juga harus memesan ke dealer di Singapura. “Apabila tidak ada di sana, langsung pesan ke pabriknya di Jerman. Sehingga memakan waktu yang lama,” kata Suprapto.

Ia meminta segera melaporkan jika melihat ada indikasi penyimpangan dengan bukti yang otentik. “Dua hari lalu ada yang menelepon saya, bahwa pegawai PLN Long Iram menjual BBM cadangan dan saya sangat konsisten menanggapi. Hanya saja tidak ada bukti, dan yang menelepon melaporkan berdasarkan laporan saudaranya saja,” imbuhnya.

Suprapto menambahkan, akan terus memantau kinerja bawahannya di Long Iram seperti di tempat lain di Kubar. Termasuk bilamana ada indikasi penyimpangan yang dilakukan oleh pelanggan. “Silahkan laporkan langsung kepada saya kalau ada penyimpangan oleh pihak PLN, 24 jam saya akan buka HP dan menerima masukan anda,” pesannya.



Macetnya listrik dilaporkan warga pada media ini telah bertahun‑tahun. Itupun bila menyala hanya sekitar 15 hari dalam sebulan. Abu Yizad mempertanyakan kepada pihak PLN adanya penagihan kepada seorang pelanggan oleh oknum PLN sebesar Rp 650 ribu. Sementara Kwh milik pelanggan tersebut sudah tidak aktif beberapa waktu. Setelah tawar menawar harga, akhirnya pelanggan membayar sejumlah uang yang diterima oknum tersebut.

“Ada apa dengan PLN? Inilah yang membuat kami sepakat bertanya pada pihak PLN, karena selama ini kalau ada pertanyaan tidak ada tanggapan,” jelasnya. Sementara Rahmani, mewakili warga lain mengeluhkan tarif PLN Long Iram lebih mahal dari daerah lain di Kubar.

Kepala PLN Unit Long Iram, Darwanto menegaskan, segera memperbaiki kinerja pegawainya dan berusaha menampung aspirasi warga. Dengan biaya Rp220 juta lebih di luar biaya operasional dan transportasi PLN terus mengalami kerugian. Ditambah lagi adanya tunggakan pelanggan sebanyak Rp46 juta lebih. “Mohon maaf atas tingkah laku kami yang kurang berkenan, kami akan perbaiki kinerja,” katanya. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here