Hits: 0

Kampanyekan Tertib Berlalulintas Dengan Kearifan Lokal

Personel Satuan Lalu Lintas Polres Kutai Barat melakukan sosialisasi tertib berlalulintas dengan kearifan lokal, yang salah satunya dengan mengenakan pakaian adat tradisional saat memberikan teguran kepada pengendara pelanggar lalin. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kutai Barat, Ajun Komisaris Polisi Angga Indarta baru saja menerima jabatan dari AKP Aulia Hadi Putra, Minggu 17/9/2017. Ia pun menerapkan cara baru dalam menindak pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas. Tidak langsung memberikan tindakan langsung atau tilang, tapi dengan teguran rohani.


“Pengendara yang tidak lengkap alat pengamanan berkendaranya, seperti tidak memakai helm, tidak ada kaca spion, atau menerobos lampu merah, kami ajak berdoa. Dan meminta tidak mengulangi lagi kesalahannya,” ujar AKP Angga Indarta, Selasa 19/7/2017.

Lulusan Akademi Kepolisian tahun 2007 ini menjelaskan, saat ini Kepolisian Republik Indonesia gencar melakukan tindakan humanis dalam menindak pelanggaran lalin. Mengedepankan cara pendekatan persuasif yang tidak terkesan sangar atau arogan. “Yang paling penting dikasih teguran dulu dengan mengajak berdoa sesuai keyakinan pelanggar lalin. Jika nanti didapati melanggar lagi, barulah diberikan tilang,” jelasnya.

Baliho peringatan bahaya membiarkan anak-anak mengendarai sepeda motor, yang dipasang Satuan Lalu Lintas Polres Kutai Barat di simpang Lampu Merah Kelurahan Simpang Raya-Kampung Sumber Sari. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Dalam menyebarkan aturan lalu lintas, Satlantas Polres Kubar juga menunjukkan cara baru yang unik. Dengan mengenakan pakaian adat dan ornamen tradisional, Personel Satlantas berdiri di sejumlah titik jalan yang ramai lalu lintasny. Mereka mendekati para pengendara yang sedang berhenti di persimpangan lampu merah, atau sedang melintas perlahan.

Polantas lalu memberikan teguran ringan secara lisan kepada para pengendara atau pembonceng yang tidak patuh aturan. Sambil menunjukkan baliho ukuran mini bertuliskan ‘Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan’. Dengan pola itu, masyarakat diharap akan memahami dan sadar pentingnya keselamatan dengan tidak melanggar peraturan berlalulintas.

“Juga berkesan, karena mereka (para pengendara) menganggap cara peneguran yang kami lakukan ini unik. Kami utamakan sosialisasi lalin dengan kearifan lokal, juga atas arahan atau petunjuk dari bapak Kapolres Kubar (AKBP Pramuja Sigit Wahono),” kata AKP Angga Indarta.

Kasat Lantas mengakui, cara unik itu sengaja dipilih, supaya masyarakat berkesan saat mendapat teguran. “Mereka akan selalu ingat, oh iya kemarin saya ditegur polisi yang memakai baju adat saat tidak memakai helm. Oh iya, kemarin saya ditegur bapak polisi yang berpakaian adat saat kaca spion saya tidak ada,” ungkap pria yang sebelumnya menjabat Kepala Polsek Melak.

Program lainnya, imbuh Kasat Lantas, memasang alat peraga tertib lalin di sejumlah lokasi strategis. Hal itu dilakukan sekali dalam 2 pekan, dari kawasan ibukota hingga Kecamatan Bongan di batas wilayah hukum dengan Polres Kutai Kartanegara. “Kita juga membuat video lucu yang ditampilkan di media sosial, agar mudah diingat. Isinya berisi pesan-pesan untuk tertib berlalulintas,” pungkas AKP Angga Indarta. #Sonny Lee Hutagalung


Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here