Hits: 0

Kapolsek : “Sanksi Hukumnya Pidana Penjara dan Denda”

Personel Kepolisian Sektor Long Pahangai Jajaran Polres Kubar mendatangi petani guna mensosialisasikan larangan Pembakaran Hutan dan Lahan, Selasa 19/9/2017. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

LONG PAHANGAI – KABARKUBAR.COM
Membuka hutan untuk pertanian atau perkebunan dengan cara membakar, merupakan cara yang cepat serta dengan biaya yang murah. Secara hitung-hitungan materi, cara tersebut sangat mengutungkan si pemilik lahan. Tanpa disadari, telah menimbulkan sejumlah dampak negatif untuk ekosistem lingkungan.

Dalam rangka mengantisipasi atau mencegah terjadinya Pembakaran Hutan dan Lahan di wilayah hukumnya, Kepolisian Sektor Long Pahangai jajaran Kepolisian Resor Kutai Barat rutin mendatangi petani. Kehadiran mereka, mensosialisasikan agar jangan melakukan Karhutla. Caranya dengan tidak bosan-bosannya menghimbau larangan Karhutla. “Cara lainnya, yaitu pemasangan spanduk larangan serta mencantumkan sanksi pidana terhadap pelaku Karhutla,” sebut Kapolsek Long Pahangai, AKP Urat Hutasoit didampingi Aipda Teguh, Briptu Roly dan Bripda Juni Heru kepada KabarKubar, Selasa 19/9/2017.


Kecamatan Long Pahangai memiliki Luas sekitar 3.420,4 km². Berbatasan dengan Utara-Kabupaten Malinau, Selatan-Provinsi Kalimantan Tengah, Barat-Kecamatan Long Apari, Timur-Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahulu. Berdasarkan data Januari 2016, dihuni 1.304 KK dengan total penduduk 4.361 jiwa.

Selain tidak bosan-bosannya mengimbau larangan Karhutla, Personel Polsek Long Pahangai Jajaran Polres Kubar juga memasang spanduk larangan serta mencantumkan sanksi pidana terhadap pelaku Karhutla, Selasa 19/9/2017. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

Perwira berpangkat tiga balok emas di pundak itu menuturkan, sosialisasi diberikan agar masyarakat mengerti tentang hukum yang mengatur larangan membakar hutan. Masyarakat juga diajak untuk peduli lingkungan, dengan tidak membakar hutan dan lahan.

“Tindakan ini merupakan arahan Bapak Kapolres Kutai Barat AKBP Pramuja Sigit Wahono kepada jajaran Polres Kutai Barat. Agar lebih mengintensifkan, menyambangi warga ke ladang atau ke rumah serta tempat lainnya masyarakat beraktifitas mencari penghidupan sehari-hari,” beber Perwira Polisi berdarah Batak itu.


“Memberikan sosialisasi dan imbauan tentang cegah kebakaran hutan dan lahan merupakan upaya preventif. Karena lebih baik mencegah dari pada mengobati,” sebut Mantan Kapolsek Bentian Besar itu, seraya menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan komunikasi dengan masyarakat melalui sambang maupun kunjungan. Itu dilaksanakan dengan tujuan, menekan Hot Spot atau titik api di wilayah tugasnya.

Kapolsek Long Pahangai, AKP Urat Hutasoit didampingi personel Bhabinkamtibmas Polsek Long Pahangai saat mensosialisasikan Karhutla kepada petani di wilayah tugasnya, Selasa 19/9/2017. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

Perihal sanksi pidana membakar hutan sudah sangat tegas diatur dalam Undang-Undang. Pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Pasal 50 ayat 3 Huruf (d) disebutkan, Setiap orang dilarang membakar hutan. Pasal 78 ayat 3 : Barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat 3 huruf (d), diancam dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 Milliar.

Pasal 78 ayat 4 : Barang siapa karena kelalaiannya melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat 3 huruf (d), diancam dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 1, 5 Milliar.


“Juga perihal Karhutla sudah menjadi perhatian Bapak Presiden dan Kapolri. Ditekankan kepada masyarakat, untuk bersama-sama menanggulangi apabila menemukan titik api. Agar tidak sampai meluas, segera dilaporkan kepada TNI dan Polri. Untuk bersama-sama memadamkanya,” sebut Orang nomor satu Polsek Long Pahangai itu.

Lebih lanjut disampaikan Urat, kini masyarakat sudah mulai menanam padi atau disebut Nugal secara bergotongroyong. Areal rawa yang selama ini menjadi lahan tidur, dibuka dan dijadikan lahan persawahan. “Agar mencari alternatif lain, demi keamanan dan ketertiban serta kelestarian hutan yang kita cintai dan sayangi,” pungkasnya. #Reyber Benhouser Simorangkir


Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here