18 Kasus Dalam 3 Tahun

Rakor 
Pembukaan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pengembangan Kabupaten Layak Anak juga dihadiri pihak Polres Kutai Barat dan Kejaksaan Negeri Kutai Barat. 
 LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONGTONGKOK – KABARKUBAR.COM

Kabupaten Kutai Barat akan dijadikan Kabupaten Layak Anak atau KLA. Hal ini dipandang perlu, karena berkaca masih tergolong banyak terjadi kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan. Dalam tiga tahun belakangan, yakni periode 2014-2017, ada 18 perkara yang tercatat ditangani pihak terkait. Sehingga KLA layak segera diwujudkan.



Diungkapkan Asisten III Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Ayonius, pembentukan KLA menjadi harapan baik. Mengingat data yang berhasil dihimpun selama kurun waktu tiga tahun lalu menunjukkan banyaknya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Dan diperlukan langkah nyata dalam pengentasan kasus-kasus kekerasan tersebut. Dengan aksi nyata dari keberadaan Tim Gugus yang akan dibentuk. “Hendaknya membuka mata kita, bahwa jaminan perlindungan keselamatan anak-anak dari kekerasan harus terus ditingkatkan,” katanya, pada Pembukaan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pengembangan KLA di ruang Rapat Lantai III Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Rabu 19/12/2018.

Ayonius yang membacakan sambutan Bupati Kubar, mengatakan bahwa Rakor Gugus Tugas Pengembangan KLA merupakan implementasi dari aturan hukum terkait. Yaitu Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak. Pemkab Kubar sangat mengapresiasi Rakor tersebut. “Semoga dapat memberikan pemahaman dan penyatuan persepsi akan pentingnya pemenuhan hak. Dan penyelenggaraan perlindungan anak untuk mewujudkan KLA ini di Kubar,” ujarnya.


Pembukaan Rapat Koordinasi Gugus Tugas Pengembangan Kabupaten Layak Anak di ruang Rapat Lantai III Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Rabu 19/12/2018. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Dijelaskannya, Rakor tersebut adalah tindak lanjut dari kegiatan yang telah diselenggarakan Agustus lalu. Demi mendukung suksesnya KLA di Tanaa Purai Ngeriman. Ia mengimbau Tim Gugus yang telah terbentuk dapat melaksanakan peran, fungsi dan visi misi agar terlaksana dengan baik.

“Mari kita tingkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap sesama. Karena rasa kebersamaan, persaudaraan, persatuan dan kesatuan adalah modal awal untuk menujudkan Hari Esok Lebih BaikDari Pada Hari Ini,” tutup Ayonius yang pernah menjabat Kepada Dinas Pendidikan Kubar.

“Yang menentukan kota kita layak yaitu dukungan dari masing masing dinas,” ungkap Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kubar, Yohana.



Rakor dihadiri Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Kutai Barat Andy Bernard Desman Simanjuntak, dan Kepala Bagian Sumber Daya Polres Kubar Komisaris Polisi Iswahyudi. Hadir pula Kepala Bappeda Kubar Achmad Sofyan. #Lilis Sari

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here