Hits: 47

Yapan: “Mayat sudah tidak lagi pakai ambulans, tapi pakai truk”

BENTIAN BESAR – KABARKUBAR.COM

Terhitung Jumat, 25 Juni 2021, angka kematian akibat terpapar Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Kabupaten Kutai Barat mencapai 68 orang. Total 3.833 orang yang terkonfirmasi terpapar dari 16 kecamatan, dan angka tertinggi Kecamatan Barong Tongkok dengan 919 orang dan 16 meninggal dunia.

Tidak saja berdasarkan angka itu, Bupati Kutai Barat FX Yapan, mengingatkan melonjaknya angka kematian akibat Covid-19 akhir-akhir ini. Ia meminta semua pihak ikut peduli dan terlibat dalam pencegahan meluasnya pandemi ini.

“Aparat kampung dan adat, tolong ikuti protokol kesehatan. Karena covid makin menggila,” katanya saat Peresmian Lamin Bentian pada Jumat, 25 Juni 2021.

“Di banyak tempat, mayat (korban covid-19) sudah tidak lagi pakai ambulans (angkut ke pemakaman), tapi pakai truk. Di Samarinda, Dirut rumah sakit mengaku dalam sehari sudah lebih lima pasien masuk. Makin hari bertambah,” imbuhnya.

Untuk itu, bupati meminta unsur musyawarah pimpinan kecamatan untuk lebih memerhatikan. Terlebih para tenaga kesehatan di Pusat Kesehatan Masyarakat. Agar bersiap diri untuk menangani pasien Covid-19. “Kecamatan harus siapkan rumah kosong untuk tangani pasien. Akan sampai ke Kubar (lonjakan paparan Covid-19),” pesan Yapan.

Bupati menegaskan, telah menerbitkan Instruksi Bupati Nomor 57 Tahun 2021 Tentang Pencegahan Penyebaran Covid-19 Di Kabupaten Kutai Barat. Yang ditujukan kepada para Kepala Perangkat Daerah se-Kubar. Agar tidak meninggalkan tempat kerja atau melakukan perjalanan dinas keluar daerah Kubar.

Pada item kedua, ditegaskan wajib mendapat izin tertulis dari Bupati Kubar untuk hal-hal yang penting dan mendesak. Yang berkaitan dengan kedinasan yang memerlukan koordinasi keluar wilayah Kubar. Instruksi Bupati tersebut diterbitkan pada Rabu, 23 Juni 2021.

“Saya sudah buat surat edaran. Agar aparat pemerintah jangan keluar Kubar. Kalau keluar, memaksakan, akan ada imbasnya. Jangan anggap enteng covid ini,” katanya.

Dampak dari pandemi, Yapan mengakui pemerintah kewalahan dalam anggaran. Tidak hanya di Kubar, tapi di seluruh Indonesia. Terlebih pemerintah kabupaten dan kota di wilayah Pulau Jawa. Anggaran Kubar sendiri dipotong sekitar Rp800 miliar.

“Apabila masyarakat disiplin prokes, kita akan terhindar. Jika anggap enteng, akan rasakan dampaknya,” tegasnya. #Ekilovis

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here