Gunung Lantuq Tetap Pilihan Jika Tidak Boleh Lewat Jalan Banpu

Jalan mulus yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, juga dinikmati Truk Logging milik Perusahaan Kayu yang beroperasi di wilayah Kecamatan Bentian Besar. GRUP KELUHAN & SARAN WARGA KUBAR & KALTIM/KABARKUBAR.COM

BENTIAN BESAR – KABARKUBAR.COM
Berada di daerah perbatasan Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Tengah, Kecamatan Bentian Besar terkesan tertinggal dalam pembangunan. Selain masih banyak akses antar kampung yang berupa jalan tanah dan koral, sejumlah fasilitas umum juga belum ada. Sehingga masyarakat setempat kerap mengeluh atas kondisi daerah mereka.

Namun suara-suara sumbang itu perlahan meredup. Bukan hanya kebijakan Pemerintah Pusat melalui Presiden Joko Widodo dalam Alokasi Dana Desa, Pemerintah Kabupaten Kutai Barat pun makin memberi perhatian. “Sudah lumayan Bentian Besar sekarang daripada yang dulu. Dulunya injak becek, sekarang di atas semenisasi,” kata Camat Bentian Besar, Timentius, Rabu 10/10/2018.



Timentius menjelaskan, Bentian Besar merencanakan sejumlah pembangunan untuk tampil lebih maju di masa mendatang. Ia mengakui keterlibatan atau partisipasi aparat pemerintah kampung dalam pembangunan semakin baik. Sehingga perwajahan kampung juga semakin bagus.

“Pembangunan jaman Jokowi lumayan dari uang yang masuk ke desa (Dana Desa). Uang itulah yang dikembangkan oleh Petinggi (kepala kampung) maupun anggotanya. Dan kita monitoring terus, supaya tidak mandek ke depan lebih baik. Sesuai dengan apa yang Pak Bupati (Bupati Kutai Barat, FX Yapan) katakan, yaitu hari esok lebih baik dari pada hari ini,” jelasnya.

Rusa Jalan di Gunung Lantuq, Kampung Penarung yang statusnya Jalan Provinsi, kerap terjadi kecelakaan akibat tumpahan minyak mentah atau Cruide Palm Oil. GRUP KELUHAN & SARAN WARGA KUBAR & KALTIM/KABARKUBAR.COM

Soal perencanaan pembangunan di tahun 2019, Timentius menyebut usulan pembangunan jembatan dalam Kampung Dilang Puti sebagai ibukota Kecamatan Bentian Besar. Jembatan sepanjang 50 meter itu disebut akan memudahkan mobilisasi warga. “Jembatan ini untuk masyarakat banyak, dan ini karena kampung tua. Kalau lewat jalan PU sulit, tapi jika lewat kampung banyak masyarakat yang menikmati nanti,” katanya.

Di kecamatan yang berpenduduk 3.173 jiwa ini, lanjut Timentius, berjalan pembangunan dari Kementerian yang telah mencapai 98 persen pelaksanannya. Selain itu ada pula pembangunan Sarana Air Bersih dari pemerintah, dan program Company Social Responsibility dari PT Trubaindo Coal Mining (Banpu).  “Tinggal pemasangan pipa dari rumah ke rumah,” tuturnya.



Jika masih ada keluhan masyarakat soal pembangunan yang belum menyentuh kampung setempat, dimohon bersabar. Dan dipastikan akan terealisasi sesuai kemampuan keuangan daerah. “Karena tidak boleh lewat jalan TCM, dan PU (Dinas Pekerjaan Umum) nasional maupun provinsi belum memperbaiki Gunung Lantuq, masyarakat masih lewat jalan jelek,” kata Timentius.

Timentius berharap nantinya Bentian Besar akan lebih maju dari sebelumnya. “Banyak terima kasih kepada masyarakat yang mau diperintah, dan berjalan sesuai peraturan pemerintah,” ujarnya seraya menegaskan akan berusaha bekerja di lapangan semaksimal mungkin, supaya masyarakat mengerti. #Lilis Sari/Advertorial

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here