Hits: 54

Melandri Harus Cari Ikan dan Rebung Untuk Dijual

Jamriansyah dan istrinya, Tumiyam, menerima bantuan sembako dan uang tunai dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Barat. DEDHY A/KABARKUBAR.COM

LINGGANG BIGUNG – KABARKUBAR.COM

Wabah Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 yang tengah menyerang, berdampak buruk bagi semua lini. Banyak masyarakat yang kurang beruntung, khususnya yang kurang mampu secara ekonomi merasakan imbasnya. Seperti yang dirasakan keluarga Jamriansyah (64) dan istrinya, Tumiyam (61).

Keluarga yang tinggal di RT 4 Kelurahan Barong Tongkok Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat ini,  menghadapi peliknya hidup di masa pandemi. Lahan berdirinya rumah mereka berstatus pinjaman dari keluarga.

Jamriansyah sehari-hari hanya berkebun seadanya, karena kondisi kesehatan yang dialaminya beberapa tahun yang lalu. Dia pernah mengalami stroke ringan. Tidak hanya berdua, Jamriansyah bersama istri serumah dengan mertuanya yang juga sedang sakit.

“Kasihan pak Jamriansyah dan istrinya harus merawat mertua perempuannya. Padahal kondisi istrinya juga sering sakit-sakitan,” ungkap Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Barat, Yayuk Seri Rahayu, saat berkunjung pada Kamis, 5 Agustus 2021.

Tidak hanya keluarga Jamriansyah, nasib yang lebih memilukan juga dialami Ngeban (57) dan anaknya, Melandri (14). Wanita dan anaknya yang tinggal di RT 4 Kampung Linggang Mapan Kecamatan Linggang Bigung.

Melandri yang masih remaja dan harus berjuang menghidupi ibunya, menerima uluran kasih dari TP PKK Kabupaten Kutai Barat yang diserahkan Yayuk Seri Rahayu. DEDHY A/KABARKUBAR.COM

Ngeban dan anaknya tinggal berdua saja, setelah sang suami meninggal dunia akibat serangan stroke. Kini Ngeban juga mengalami stroke. Sementara Melandri yang seharusnya bisa menikmati masa kecilnya seperti teman sebayanya, harus mengurus sang ibu seorang diri.

Ia tak seberuntung anak yang lain. Dia harus menjadi tulang punggung keluarganya. Setelah meninggalnya sang ayah, ia harus mencari ikan di sungai dan rebung bambu untuk dijual untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari bersama ibunya.

Melandri yang sekarang duduk di bangku SMP ini pun terancam tidak bisa mengikuti pelajaran sekolah akibat wadah pandemi Covid-19. Yang mewajibkan anak didik harus belajar daring atau online. Sementara Melandri tidak memiliki gawai atau telepon pintar untuk mengikuti pelajaran sekolah.

“Kita dengar informasi dari TP PKK tingkat kampung, juga dari berbagai pihak. Pagi-pagi kita berkunjung untuk melihat langsung kondisinya,” ujar Yayuk Seri Rahayu yang datang bersama Itaq Puspadewi selaku Sekretaris II TP PKK Kubar dan Yonavia Sahadi.

Yayuk bersama timnya datang membawa bantuan sembako berupa beras, telur, minyak makan, mi instan, serta sejumlah uang tunai kepada keluarga Jamriansyah dan Ngeban. “Kami sangat prihatin dengan keadaan dua keluarga ini. Kami akan segera tindaklanjuti, sekiranya ada bantuan dari pemerintah yang bisa mereka terima,” ucapnya.

Yayuk berterimakasih kepada semua pihak yang telah banyak membantu dan memberikan informasi. Baik kepadanya secara pribadi, dan TP PKK Kubar. “Saya berharap semua pihak bisa bekerjasama, baik dalam hal membantu memberikan bantuan, serta memberikan informasi. Agar kita bisa segera menindaklanjuti secepat mungkin,” ujarnya.

“PKK juga bisa berkordinasi dengan pemerintah kampung, kecamatan dan instansi-instansi terkait dalam mengupayakan bantuan berupa apa saja. Yang bisa meringangkan beban mereka yang kurang mampu,” tegasnya, seraya mengimbau seluruh anggota TP PKK di seluruh Kabupaten Kutai Barat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. #Dedhy A

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here