Hits: 1

Didasari Pengalaman Seorang Ibu dengan 7 Anak di Long Hubung

Camat Tering, Aidil Fitri, terbitkan Akta Kelahiran bagi anak yang lahir di luar pernikahan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

TERING – KABARKUBAR.COM
Meski sedikit bertolak belakang dari peraturan, Camat Tering, Aidil Fitri, bersikukuh menerbitkan akta kelahiran bagi anak yang tidak memiliki orangtua. Yakni, anak yang lahir di luar pernikahan. Khususnya yang akan mengecap pendidikan sekolah. Karena tanpa kejelasan status orangtua, seorang anak tidak dapat mendaftar di sekolah swasta maupun negeri.

Aidil Fitri mengakui, ia mengeluarkan surat penting tersebut demi membantu warganya. Ia sangat prihatin melihat anak-anak yang lahir di luar pernikahan dan ingin bersekolah namun terhalang.

“Waktu membuat akta kelahiran, nama kedua orangtua harus tertulis lengkap. Padahal ada beberapa kejadian, anak tidak memiliki kejelasan sang bapak. Makanya sulit untuk membuat akta kelahiran,” ujarnya di ruang kerja pada Rabu, 8 November 2006.



Demi pendidikan anak, kata Aidil Fitri, pemerintah memberikan solusi dengan berani menanggung risiko. Salah satunya dengan mendesak sang ibu untuk menyebutkan nama bapak sang anak. Tapi tetap menjaga kerahasiaan, agar anak tersebut dapat mengecap pendidikan sekolah.

“Saya melakukan ini semua karena pertimbangan hati nurani demi masa depan sang anak mengecap pendidikan. Walaupun berdasarkan peraturan pembuatan akta kelahiran menyebutkan kejelasan orangtua,” tegasnya.



Aidil Fitri mengatakan, kebijakan itu dilakukan berdasarkan pengalaman ketika menjabat Camat Long Hubung. Ketika seorang wanita memiliki tujuh anak yang tidak ada kejelasan status sang bapak. Kemudian sang ibu ini mendatangi kecamatan untuk meminta akta kelahiran, karena salah satu persyaratan untuk anaknya masuk sekolah.

Awalnya pihak kecamatan menolak untuk membuat akta kelahiran, karena saat ditanyakan nama bapaknya enggan menyebutkan. Akhirnya diambil keputusan dengan cara mendesak sang ibu untuk menyebut nama ayahnya. “Yang menarik dan mengejutkan kami adalah, ketujuh anak wanita tersebut berbeda-beda ayahnya,” kisahnya seraya terbahak.



Jadi Camat Tering, katanya, ada saja kejadian yang sama. Karena ada banyak perusahaan beroperasi, dan banyak terjadi hubungan antara warga setempat dengan karyawan perusahaan di luar pernikahan. Dalam setahun saja, ada sekitar 10 anak yang ingin mendapatkan akta kelahiran. Itu baru terhitung sejak Kecamatan Tering dibentuk pada tahun 2004.

Kendala paling berat dihadapi pihak kecamatan, adalah kurang primanya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Khususnya soal surat penting seperti KTP, akta kelahiran, dan akta kematian. Kendalanya akibat sulitnya jangkauan wilayah Tering yang terdiri dari 12 kampung.

Diharapkan pihak kecamatan dan kampung dapat melakukan sosialisasi dengan turun ke lapangan. Untuk menyampaikan kepada masyarakat, betapa pentingnya memiliki kelengkapan identitas tersebut. “Hanya saja biaya yang diperlukan tidak sedikit dengan luas wilayah yang besar,” pungkas Aidil Fitri. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here