Hits: 0

9 Karyawan Lokal di PHK, Sepakat Diselesaikan di Disnaker Kubar

Personel Polres Kubar dan Kodim 0912/KBR berjaga-jaga di KM 13 Office PT Thiess Contractors Indonesia, Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak, Kabupaten Kubar, Senin 4/9/2017. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

MELAK – KABARKUBAR.COM
Puluhan massa yang mengatasnamakan Dewan Pertahanan Adat Dayak Kutai Banjar berdemonstrasi ke PT Thiess Contractors Indonesia, Senin 4/9/2017. Massa yang berada di bawah komando Nerus Terikng itu berkonsentrasi di KM 6 Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak. Aksi mendapat pengawalan ketat dari seratusan lebih Personel dari Polres Kubar dan Kodim 0912/KBR.
Dalam tuntutannya, DPADKB menyebutkan 6 poin. Pertama, penempatan tenaga kerja bagi perusahaan di wilayah Kubar, yang tidak pernah diindahkan manajemen Thiess. Menurut mereka, itu merugikan masyarakat lokal dan bahkan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.
“Surat instruksi Bupati Kubar Nomor 560/005Disnaker-TU-P/I/2017 tidak pernah diidahkan oleh Manajemen Perusahaan. Karena itu, kami minta tenaga kerja kiriman yang tidak memenuhi izin AKAD dan AKL harus dipulangkan,” tegas Nerus Terikng, selaku Koordinator Aksi.


Kedua, Manajemen Thies harus memberi kesempatan seluas-luasnya serta memprioritaskan masyarakat lokal. Yang meliputi Security, Mekanik, Operator, Driver dan Staf Admin sampai level Maneger. Ketiga, memulangkan seluruh tenaga kerja kiriman dan tenaga kerja Security yang memiliki baju merk ‘RRG Sangata’. Keempat, memperhatikan dan memprioritaskan tenaga kerja dari masyarakat lokal (adat), baik skill maupun non skill. Dengan komposisi masyarakat lokal 70 persen dan non lokal 30 persen.
“Tiga kali tes pembukaan lowongan pekerjaan di Thiess, yakni sekali di Hotel Mahakam Asri dan di Hotel Monita sebanyak 2 kali, menurut informasi itu merupakan upaya mengelabui Pemkab Kubar dan masyarakat Adat,” cetus Nerus.
Seratusan lebih Personel Polres Kubar dan Kodim 0912/KBR berjaga-jaga di Titik Konsentrasi massa, di KM-6 Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak, Kabupaten Kutai Barat, Senin 4/9/2017. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

Kelima, Thiess tidak melakukan standarisasi pendidikan SMA atau sederajat bagi pekerjaan yang bukan menyangkut administrasi. Tetapi berdasarkan kemampuan dan pengalaman si pelamar. Keenam, tenaga kerja kontrak orang lokal harus diangkat menjadi tenaga kerja permanen, setelah masa kerja kontrak berakhir.
“Non lokal setelah kontrak berakhir langsung diangkat jadi karyawan permanen, sedangkan tenaga kerja lokal, begitu berakhir kontrak langsung dibuang. Jangan jadikan kami orang lokal sebagai anak tiri, tetapi jadikanlah sebagai anak kandung. Ingat, kami bukan minta uang, kami minta pekerjaan karena Thiess beroperasi di bumi Sendawar,” sebutnya.
“Kami bosan menjadi penonton dan kelaparan di kampung sendiri. Jika tuntutan kami tidak dikabulkan, maka hari yang kedua dan selanjutnya, kami akan melakukan penghentian hauling atau perkantoran,” tegasnya.


Guna menghindari hal yang tidak diinginkan, Polres Kubar dan Kodim 0912/KBR memediasi pertemuan antara DPADKB dengan pihak Thiess. Pertemuan digelar di KM 13 Office PT Thiess Contractors Indonesia, Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak, Kabupaten Kubar.
Kehadiran massa diterima Perwakilan Perusahaan, yakni HR Superintendent PT Thiess, Sunarto dan Olav A Tutuariama. Hadir pada pertemuan itu, Kabag Ops Polres Kubar Kompol Sarman, Komandan Unit Intel Kodim 0912/KBR Letnan Dua Liliek, Petinggi Kampung Muara Bunyut P Anantatur dan Petinggi Kampung Mendung Yusak AW serta sejumlah personel Polres Kubar dan Kodim 0912/KBR. Sementara perwakilan massa pendemo, yakni Nerus Terikng, Ardimansyah dan Joni Efendi.
“Dalam perekrutan tenaga kerja, kami selalau berkoordinasi dengan Disnaker Kubar. Terkait persentase karyawan lokal dan non lokal, kami lakukan sesuai petunjuk Disnaker. Setiap bulannya, kita selalu melaporkan Karyawan Lokal dan Non Lokal ke Disnaker,” kata Sunarto.
Perwakilan Massa Pendemo, terdiri dari Nerus Terikng, Ardimansyah dan Joni Efendi ketika bertemu Perwakilan PT Thiess Contractors Indonesia di KM 13 Office, Senin 4/9/2017. REYBER BENHOUSER SIMORANGKIR/KABARKUBAR.COM

“Untuk karyawan skill dan non skill, kita juga berkoordinasi dan bekerjasama dengan 12 Petinggi yang merupakan ring satu. AK-1 juga selalu kita kembalikan ke Disnaker Kubar,” timpal Olav A Tutuariama.
Usai pertemuan, Nerus Terikng kepada KabarKubar.com menyebutkan ketidakpuasannya atas jawaban pihak manajemen Thiess. Menurutnya, apa yang mereka sampaikan belum terealisasi. “Jawaban yang disampaikan jauh melenceng. Untuk terbitnya AK-1, seseorang itu harus memilki KTP Kubar. Jadi yang datang berduyun-duyun dari luar Kubar, mereka tidak memilki KTP Kubar. Tuntutan kami belum terealisasi,” ucapnya.
Terkait ke-9 karyawan yang di PHK oleh Thiess yang akan diselesaikan di Disnaker, Nerus mengakui akan mematuhi kesepakatan tersebut. Namun, jika nantinya tidak ada penyelesaian atas tuntutan itu, Nerus mengungkapkan, pihaknya akan berdemontrasi kembali ke Thiess. “Kita akan turun lagi mengerahkan massa, sampai tuntutan kita direalisasikan,” pungkasnya. #Reyber Benhouser Simorangkir

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here