Hits: 2

Menolak Eksploitasi Kawasan Gunung Layung

Massa yang berunjukrasa didominasi kaum muda untuk menyuarakan penolakan masuknya pertambangan batubara di kawasan Gunung Layung. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Sekitar 50 orang melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kutai Barat. Aksi damai menolak kehadiran perusahaan pertambangan batubara di kawasan Gunung Layung yang masuk wilayah empat kampung di Kecamatan Barong Tongkok. Uniknya, sejumlah wartawan tidak diizinkan masuk ke ruang mediasi antara pendemo dan dinas.

“Sudah sempit di dalam, kita ikuti protokol kesehatan, wartawan tidak boleh masuk,” kata seorang personel Satuan Polisi Pamong Praja, menghalau jurnalis yang hendak meliput mediasi pendemo dengan pihak dinas pada Jumat, 14 Agustus 2020.



“Kalau bukan Penyidik PNS atau Satpol PP, tidak boleh foto dokumen. Nanti ada pers rilis,” kata seorang personel Polres Kutai Barat yang berpakaian sipil, saat melihat KabarKubar hendak menjepret dokumen dari Kepala Dinas LH Kubar, Ali Sadikin.

Unjuk rasa dimulai sekira pukul 09.15 Wita, dengan massa sekitar 50 orang. Dikawal tujuh personel dari Kepolisian Sektor Barong Tongkok yang dipimpin Kapolsek Barong Tongkok, Iptu Irianto. Polres Kubar menurunkan dua pleton personel dari Satuan Sabhara.

Kepala Kampung Ongko Asa, Bagun, turut dalam aksi unjuk rasa penolakan masuknya PT Kencana Wilsa di kawasan Gunung Layung. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Tidak lama, perwakilan pendemo diterima untuk mediasi oleh Kepala Dinas LH Kubar, Ali Sadikin. Dihadiri Asisten II Setkab Kubar, Ayonius yang juga Ketua Rumpun Asa, Kapolsek Barong Tongkok, KBO Satuan Intelijen dan Keamanan Polres Kubar Ipda Suyoto.

Ada lima orang diterima sebagai perwakilan warga Kampung Ongko Asa, Kampung Pepasa Asa, Kampung Geleo Asa, dan Kampung Geleo Baru. Yakni Korneles Detang selaku Koordinator Aksi dan juga Ketua Forum Sempekat Peduli Gunung Layung, Martidin, Markus Masi, Renaldo dan Tere.

 

Tolak Tambang di Gunung Layung, Perwakilan 4 Kampung Rumpun Asa Demo Kantor Dinas Lingkungan Hidup

Adanya aksi unjuk rasa perwakilan masyarakat dari empat kampung untuk menyampaikan aspirasi warga. Terhadap masuknya perusahaan pertambangan batubara yang dinilai mengancam kelestarian lingkungan hidup. Sebab empat kampung itu telah dan akan masuk dalam program pemusatan pangan di Provinsi Kalimantan Timur. Namun, menghadapi masalah dengan hadirnya pertambangan oleh PT Kencana Wilsa atau KW.

“Sementara perusahaan itu belum mendapatkan izin lingkungan Jalan Tambang, tapi sudah melakukan aktifitas penambangan yang artinya ilegal,” ujar Korneles Detang dalam surat pemberitahuan aksi kepada Polres Kubar.

Agus Herawan sebagai salah satu orator aksi unjuk rasa, meneriakkan penolakan dan meminta kegiatan tambang di Gunung Layung dihentikan. Sebab warga makan dari hasil pertanian padi, jagung dan lainnya, bukan dari tambang batubara. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Dikatakan Korneles Detang, aksi unjuk rasa ini juga menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat atau Hearing di DPRD Kubar pada Rabu, 22 Juli 2020. Kemudian, kunjungan Anggota DPRD Kubar pada Kamis, 6 Agustus 2020 ke Kampung Geleo Asa.

“Hari ini kami selaku masyarakat, ingin menyampaikan aspirasi kepada Pemkab Kubar. Bahwa kami menolak adanya pertambangan di Gunung Layung. Bukankah, Dinas Lingkungan Hidup sendiri sudah menyatakan bahwa Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) perusahaan belum terbit?” tegasnya.



Ditambahkan Markus Masi selaku warga Ongko Asa, mereka menolak menyerahkan lahan untuk ditambang. Karena hidup bergantung dari kebun karet yang menjadi sumber utama pendapatan. “Kerusakan lingkungan akan sangat parah. Apa lagi yang mau kita wariskan bagi anak cucu nanti?” kata pria yang pernah menjabat Kepala Kampung Ongko Asa selama 11 tahun.

“Pokoknya kami ini tidak paham masalah Izin. Yang kami paham, bertani dan berkebun. Kami tidak akan serahkan lahan kami,” tegas Ketua Gabungan Kelompok Tani Kampung Geleo Asa, Rinayati. #Sunardi

 

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here