Hits: 0

Dinilai Hasil Perjuangannya, Veridiana Wang Diminta Gunting Pita

Anggota DPRD Kaltim, Veridiana Wang, menyampaikan kondisi keuangan Pemerintah Provinsi Kaltim yang terkendala pemotongan dari Pemerintah Pusat, sehingga permohonan bantuan dari GPPS Sekolaq Darat baru bisa terealisasi setelah 3 tahun. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

SEKOLAQ DARAT – KABARKUBAR.COM
Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat Filadelfia di RT 7 Kampung Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat punya gedung baru. Kamis 12/4/2018 malam, penggunaan gedung berukuran 12×15 meter itu diresmikan. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Veridiana Huraq Wang, didapuk menggunting pita sebagai tanda gedung resmi digunakan.

Menurut Pendeta Thomas Waris selaku Gembala Jemaat GPPS Sekolaq Darat, bangunan baru tersebut adalah hasil bantuan Pemerintah Provinsi Kaltim tahun anggaran 2017 lalu. Senilai Rp400 juta yang diterima sebagai dana hibah, telah digunakan untuk tiga proyek di lokasi gereja. “Selain bangunan ini, kami juga bangun pagar ukuran 50×50 meter keliling dengan dua gerbang di masing-masing bagian depan dan belakang. Sebagian lagi untuk mengganti atap gedung gereja yang sudah buruk,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bisa melaksanakan tiga proyek tersebut dengan pengelolaan dana yang ketat. Sebagian besar pekerjaan dilakukan secara gotong royong oleh anggota jemaat. Jika ada pekerjaan yang membutuhkan keterampilan khusus, maka dicari tukang bangunan dengan biaya seminimnya. “Kami berharap gereja lain pun bisa dibantu pemerintah. Yang tidak punya gedung, atau ada gedung tapi tidak layak pakai, semoga bisa dapat bantuan juga,” harap Thomas Waris.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Kaltim, Veridiana Huraq Wang, menggunting pita tanda peresmian Gedung Serbaguna Gereja Pentakosta Pusat Surabaya Jemaat Filadelfia Kampung Sekolaq Darat, Kamis 12/4/2018. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Menjadi gedung serbaguna, imbuh Thomas Waris, bangunan itu bisa digunakan untuk menggelar acara resepsi pernikahan. Namun diutamakan jadi tempat anak-anak dan remaja melaksanakan ibadah sekolah minggu. Juga akan dijadikan perpustakaan gereja. “Kami syukuri dan bangga, pemerintah memberi perhatian pada gereja ini lewat perantaraan ibu Veri (Veridiana Wang),” katanya, menambahkan bahwa Izin Mendirikan Bangunan telah diurus terlebih dahulu.

Mewakili Pengurus, Pendeta Marlon Situmorang mengakui jemaat setempat sangat bersyukur. Sebab tanpa dugaan dapat dibantu dengan nilai yang tidak sedikit. Meskipun proposal permohonan telah disampaikan sejak tahun 2015 ke Pemprov Kaltim. “Kami sangat bersyukur terealisasi di 2017, karena kondisi keuangan pemprov. Meski lama tapi bisa terealisasi,” ujarnya.

Veridiana mengungkapkan, proposal permohonan bantuan rumah ibadah banyak datang kepadanya untuk disampaikan ke Pemprov Kaltim. Tidak hanya dari Kabupaten Kutai Barat dan Kutai Kartanegara yang menjadi asal daerah pemilihan dia selaku Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. “Proposal juga datang dari banyak daerah,” jelasnya.

Veridiana Wang meminta Jemaat GPPS Sekolaq Darat untuk menjaga dan merawat bangunan yang telah dibangun melalui dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Kaltim. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Kaltim ini mengatakan, proposal yang masuk tahun 2014 masih lancar dan bisa terealisasi di 2015. Tapi yang masuk 2015 sudah sulit untuk dibantu. Karena keungan Pemprov Kaltim terkendala keuangan dari pusat. “Ada pemotongan sebesar 35 persen. Kaltim usulkan Rp11 triliun, cair hanya Rp6,5 triliun. Sehingga APBD diprioritaskan bayar hutang proyek multiyears dan belanja rutin,” katanya.

Veridiana yang berasal dari Kampung Tering Lama Kecamatan Tering mengingatkan, mulai tahun 2018 ini proposal harus diverifikasi terlebih dulu oleh berbagai instansi. Yakni pihak kejaksaan, inspektorat, biro hukum dan biro keuangan. Jika dinilai kurang syarat administrasinya, tidak akan bisa cair dananya. Meski lengkap akan ditolak, jika belum menyampaikan Surat Pertanggungjawaban atau SPJ bantuan yang telah diterima sebelumnya.

“Seperti khotbah pak pendeta tadi, janji TUHAN seperti fajar di pagi hari. Jadi pasti ada kecerahan jika sabar dan tekun berdoa. Secara pribadi kami tidak bisa memberi, karena bukan sinterklas. Tapi perjuangan seperti ini yang bisa kami lakukan,” ungkap Veridiana.

Ia mengaku salut, karena GPPS Sekolaq Darat jadi yang pertama menyampaikan SPJ dari seluruh bantuan rumah ibadah. “Kebetulan dari sekian yang terbantu, gereja ini yang mengundang saya melihat hasilnya. Saya bahagia, walau kecil tapi berguna bagi jemaat,” pungkasnya.

Selain dihadiri ratusan jemaat, peresmian juga dihadiri Sekretaris Kecamatan Sekolaq Darat, Marsianus dan Kepala Pos Polisi Sekolaq Darat, Ajun Inspektur Satu Rifadin. Sejumlah pendeta dari berbagai denominasi gereja juga hadir. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here