Hits: 0

Jalan Poros Rusak Parah Seperti Kubangan Kerbau

Reses Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Marthinus dalam rangka Menjaring Aspirasi Masyarakat di Balai Pertemuan Umum Kampung Karangan, Rabu 16/5/2018 siang. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

MOOK MANAAR BULATN – KABARKUBAR.COM
Masyarakat Kampung Karangan Kecamatan Mook Manaar Bulatn mengeluhkan kampung mereka yang hingga kini belum dialiri listrik dari PLN. Selain hanya bisa menikmati listrik di malam hari, biaya besar juga harus ditanggung untuk membeli bahan bakar generator set. Tidak hanya urusan rumah tangga, pelayanan di kantor pemerintah kampung juga tersendat.

“Kami sangat memprihatinkan, karena belum ada listrik PLN. Sedangkan untuk kebutuhan kantor saja kami pakai genset. Biayanya mahal pak,” ungkap Kepala Kampung (Petinggi) Karangan, Sopyan, saat Reses Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Marthinus dalam rangka Menjaring Aspirasi Masyarakat di Balai Pertemuan Umum Kampung Karangan, Rabu 16/5/2018 siang.

Pertemuan dalam rangka Reses Anggota DPRD Kaltim, Marthinus, juga dihadiri berbagai lembaga masyarakat di Kampung Karangan, Kecamatan Mook Manaar Bulatn. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Senada dengannya, Yusuf Rohani yang merupakan Pengurus Masjid Baitul Mukmin mengaku kesulitan karena tidak adanya listrik PLN. Meski masjid memiliki genset, tetap saja tidak menikmati listrik. “Kami tidak ada listrik, karena sulit menghidupkan genset. Jangankan untuk membeli minyak, untuk makan saja sulit,” ujar pria asal Kota Serang Provinsi Banten ini.

Tidak hanya soal listrik, Sopyan yang belum setahun dilantik sebagai Petinggi, juga menyampaikan keluhan seluruh warganya. Terkait kerusakan jalan poros jalur dua menuju tepian Sungai Mahakam yang sudah berupa kubangan kerbau di puluhan titik. “Yang mendesak adalah jalan umum yang panjangnya 1,5 kilometer agar bisa ditambal sulam. Kami sudah laporkan ini ke kecamatan dan kabupaten. Saya harap ada kebijakan supaya dibantu secepatnya, karena sudah mendesak dengan lubang-lubang di jalan,” harapnya.

Marthinus yang tergabung di Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kaltim, mengakui reses dilakukan guna menjaring aspirasi dan berkordinasi. Agar ia memiliki dokumentasi yang jelas atas aspirasi maupun keluhan masyarakat. Sehingga usulan masyarakat pun tidak percuma. “Ini bukan kampanye, bukan soal pilgub atau pilkada maupun pileg. Urusan saya sebagai anggota dewan mewakili 3 kabupaten. Di sini tempat kita diskusi. Baik pemuda, tokoh adat dan tokoh agama. kenapa jembatan belum selesai, dan jalan belum bagus,” jelasnya.

Politisi yang duduk di DPRD Kaltim dari Dapil Kaltim IV meliputi Kabupaten Kubar, Kutai Kartanegara dan Mahakam Ulu ini meminta ada proposal diajukan. Untuk setiap usulan yang akan diajukan ke DPRD Kaltim maupun Pemerintah Provinsi Kaltim. Ia membeberkan, banyak usulan yang masuk dan tidak terealisasi. Karena proposal menjadi salah satu syarat utama pengajuan bantuan keuangan dari provinsi. “Usulan ke provinsi harus ada rekomendasi petinggi dan tandatangan bupati,” kata Marthinus.

Marthinus ST MSi bersama para wanita Kampung Karangan Kecamatan Mook Manaar Bulatn. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Soal listrik PLN, jelas Marthinus, bupati telah menitip pesan bahwa Pemkab Kubar sedang mengupayakan untuk membeli setidaknya satu unit mesin baru. Agar dapat memenuhi kebutuhan listrik di daerah yang belum terang.

Sementara soal jalan yang rusak parah, ia mengakui keterbatasan anggaran pemerintah daerah menjadi kendala. Namun, upaya-upaya perbaikan jalan itu terus dilakukan. Karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Tidak hanya masyarakat Kecamatan Mook Manaar Bulatn, tapi seluruh warga Kubar. “Saya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, agar jalan rusak itu segera diperbaiki,” katanya.

Pertemuan juga dihadiri Ali Imran (Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, Ekonomi dan Pembangunan  Kecamatan Mook Manaar Bulatn), Buluken (Ketua Badan Perwakilan Kampung Karangan), Jamar (Kepala Adat Kampung Karangan) dan warga Kampung Karangan sekira 50 orang. #Sonny Lee Hutagalung/Advertorial

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here