Hits: 0

Dapur Rata Dengan Tanah

LINGGANG BIGUNG-KABARKUBAR.COM
Malang tak dapat disangka, rugi tak dapat diduga. Tanius (49) alias Udin, harus kehilangan harta bendanya, Sabtu 19/8/2017 dini hari tadi. Rumahnya yang terletak di RT 2 Kampung Bigung Baru, Kecamatan Linggang Bigung, terbakar. Akibatnya, Tanius dan keluarga mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.


Informasi diterima KabarKubar dari berbagai sumber, kebakaran diperkirakan terjadi pada pukul 00.15 Wita. Tengah malam itu, Udin dan seluruh anggota keluarganya sudah tertidur lelap di kamar. Tiba-tiba terdengar suara seperti bunyi ledakan kecil, yang diperkirakan dari arah plafon ruang tamu.

Udin pun terbangun dan mengecek ke ruang tamu, dan melihat ada asap serta api sudah menyala di atas plafon. Ia pun lantas membangunkan anggota keluarganya , sambil berteriak minta tolong ke tetangga. Kontan warga sekitar rumahnya pun berdatangan dan membantu memadamkan api dengan alat seadanya. Kebakaran di samping Gereja GPdI Bigung Baru itu pun mengundang ramai masyarakat yang ingin menolong.

Beruntung, tidak lama kemudian, 1 unit mobil Pemadam Kebakaran atau Damkar yang ada di Kantor Camat Linggang Bigung, tiba di lokasi. Akses semenisasi gang, memudahkan unit masuk dan 4 petugas damkar melakukan tugasnya.

Petugas Pemadam Kebakaran dari Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Pemkab Kubar, memadamkan api yang membakar rumah Tanius, di Kampung Bigung Baru Kecamatan Linggang Bigung, Sabtu 19/8/2017 dini hari. EFENDI-PMK KUBAR/KABARKUBAR.COM

“Kami baru menerima laporan adanya kebakaran dari warga, tepat jam 1 dini hari. Kami pun langsung meluncur ke lokasi dengan 3 unit mobil pemadam dan 1 unit kendaraan operasional yang berisi 19 petugas,” ungkap Komandan Umum Pemadam Kebakaran pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kubar, Efendi.

Dijelaskannya, upaya masyarakat membantu dengan alat seadanya, membuat api bisa cepat dipadamkan. Namun, dapur rumah Tanius yang berukuran 4 x 6 meter sudah rata dengan tanah. Jika terlambat, rumah berukuran 4,5 x 10 meter itu bisa ludes dilalap ‘si jago merah’. Karena bangunan terbuat dari kayu yang mudah terbakar.

“Atap rumah yang dekat dapur sudah disambar api, sedangkan kamar tidur masih utuh. Sekitar 30 menit menyiram, api berhasil dipadamkan sepenuhnya,” kata Efendi lagi.

Api berkobar melalap habis dapur rumah Tanius. ARIE ARNIK-FACEBOOK/KABARKUBAR.COM

Keterangan dari Tanius, lanjut Efendi, api diperkirakan berasal dari dapur. Karena malam harinya, mereka memasak menggunakan kayu bakar. Setelah dirasa telah masak, api kemudian dikecilkan dengan cara menyerakkan kayu yang terbakar ke pinggir tungku. “Api dikira sudah mati dengan sendirinya, karena biasanya memang begitu selama ini,” katanya.

Diakui Efendi, Damkar Kubar belum memiliki Call Center khusus. Namun ia memberikan nomor pribadinya di 081350660188, untuk dihubungi jika masyarakat melihat atau mengalami kebakaran. Baik itu bangunan atau lahan. PMK Kubar memiliki 69 personel yang terbagi dalam 4 pos. Pos Induk terletak di belakang rumah jabatan Sekretaris Kabupaten Kubar, dan 3 pos pembantu yang bertempat di Kecamatan Melak, Linggang Bigung dan Muara Lawa.

“Silahkan ditelpon kalau ada kebakaran. Kami siap membantu dengan personel dan alat yang ada,” ungkapnya, seraya berterimakasih kepada masyarakat yang telah turut membantu memadamkan api dini hari tadi.
Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here