Hits: 2

Harus Mengantongi Minimal IPK 2,75

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Silvanus Ngampun. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memberikan bantuan pendidikan bagi 31 orang untuk kuliah jurusan kedokteran. Dimulai pada tahun 2012 dengan 10 orang dan delapan orang tahun 2018 ini. Mereka dibiayai dengan sejumlah persyaratan, terutama standar nilai Indeks Prestasi Kumulatif saat berkuliah.

“Ada lima yang sudah lulus dan November ini mereka akan bertugas sebagai dokter di Kubar. Soal penempatannya dimana, nanti akan diatur oleh Dinas Kesehatan Kubar,” ungkap Kepala Disdikbud Kubar, Silvanus Ngampun, Rabu 24/10/2018 di ruang kerjanya.



Menurut Silvanus, mereka yang menerima bantuan biaya pendidikan itu akan dievaluasi selama masa perkuliahan. Jika IPK tidak mencapai nilai 2,75, yang bersangkutan akan diberi teguran untuk mengejar ketertingalan. “Ada yang terpaksa kita putus kontraknya karena IPK terlalu rendah, terlalu jauh nilainya di bawah standar,” katanya.

Dijelaskannya, pada tahun ajaran 2012/2013 ada dua orang yang terpaksa diberhentikan status kemahasiswaannya. Tahun ajaran berikutnya, 2013/2014 ada tiga orang yang harus di-DO (drop out). Kemudian pada tahun ajaran 2017/2018 lalu ada satu mahasiswa harus diberhentikan. Sebab setelah diberi kelonggaran, tidak juga menunjukkan perubahan.

Silvanus Ngampun menegaskan tetap melanjutkan pemberian bantuan biaya pendidikan kedokteran di tahun 2019 mendatang. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Sebenarnya ada toleransi mengejar nilainya, tapi tetap tidak mampu. Kami pun berkordinasi ke orangtuanya, tapi tidak mampu juga. Kami berikan pilihan jurusan lain, namun juga tidak bisa memenuhi standar IPK,” tegas Silvanus.

Lebih lanjut dijelaskan Kepala Sub Bagian Program dan Perencanaan Disdikbud Kubar, E Brigitta Ednabonawati, 31 orang yang dibiayai itu kuliah di lima perguruan tinggi. Setelah lulus, mereka akan menjalani ikatan dinas dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Selain lima yang telah berpredikat Dokter, masih ada 20 yang masih aktif kuliah.

Rinciannya adalah di Universitas Kristen Krida Wacana Jakarta, ada 25 mahasiswa. Yang masuk kuliah pada tahun 2012 sebanyak 10 orang, dan 10 lagi di tahun 2013, 1 di tahun 2017 serta 4 di tahun 2018. Kemudian di Universitas Hang Tuah Kota Surabaya ada satu mahasiswa yang masuk kuliah tahun 2015.



Kemudian di Universitas Kristen Krida Wacana Kota Yogyakarta ada satu mahasiswa yang masuk kuliah pada tahun ini. Dan di Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kota Kediri juga ada seorang yang mulai kuliah tahun 2018 ini. Terakhir ada tiga mahasiswa yang berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Kota Samarinda. Satu masuk di tahun 2017 dan 2 orang di tahun 2018.

“Dari 31 orang itu sudah mewakili warga seluruh kecamatan di Kubar. Tinggal satu kecamatan yang belum ada perwakilannya mendapat beasiswa kedokteran ini. Dinas merencanakan tahun depan harus ada dari kecamatan itu,” terang wanita yang akrab disapa Edna ini. #Sonny Lee Hutagalung/Advertorial

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here