Hits: 1

Timbangan Digital, Serokan dan Plastik Klip

FM yang baru berusia 20 tahun (bertubuh paling pendek), ditampilkan bersama dua pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkoba dalam Konferensi Pers di Mako Polres Kubar pada Rabu, 22 April 2020. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

SEKOLAQ DARAT – KABARKUBAR.COM
Baru berulang tahun ke 20 pada 13 Maret 2020 lalu, FM harus mendekam di ruang tahanan Kepolisian Resor Kutai Barat sejak Selasa, 7 April 2020. Hari itu, sekira pukul 17.30 Wita, ia diringkus di belakang rumah yang tidak jauh dari Pasar Swalasgunaq Kampung Sekolaq Darat, Kecamatan Sekolaq Darat. Dari kamarnya didapati narkotika diduga jenis Sabu dengan berat kotor 2,8 gram.



Diungkapkan Kepala Polres Kubar, AKBP Roy Satya Putra, penangkapan diawali kerja sama masyarakat yang memberikan informasi terkait peredaran narkoba. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pengintaian.

“FM ditangkap di belakang rumah,” katanya melalui Wakil Kapolres Kubar, Kompol Sukarman dalam Konferensi Pers di ruang Satuan Reserse Narkoba Polres Kubar pada Rabu, 22 April 2020.

Kompol Sukarman menjelaskan, saat FM digeledah, ditemukan uang senilai Rp500 ribu di kantong celananya. Terdiri dari lima lebar pecahan Rp100 ribu. Lalu dari penelusuran handphone Samsung J7 Prime warna hitam milik FM, diketahui adanya komunikasi terkait narkoba.

Ditangkap di belakang rumah, FM tampak di belakang antara Waka Polres Kubar, Kompol Sukarman dan Kepala Satresnarkoba Polres Kubar, Iptu Darwis Yusuf. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

FM mengakui ada Sabu disimpannya di rumah. Saat dilakukan penggeledahan, di atas tempat tidur dalam kamarnya ditemukan dua poket kecil Sabu dibungkus plastik klip bening. “Ada juga 1 unit timbangan digital warna putih dan dua serokan terbuat dari plastik warna putih,” beber Kompol Sukarman yang didampingi Kepala Satresnarkoba Polres Kubar, Iptu Darwis Yusuf.

Sebagai barang bukti yang diamankan bersama FM sebagai tersangka, ada satu plastik klip ukuran sedang warna putih dan 13 lembar plastik klip bening ukuran kecil. “Pelaku dikenakan pasal pengedar, dan terancam penjara hingga 20 tahun,” tegas Waka Polres Kubar.



FM disangkakan dengan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain hukuman 20 tahun penjara, ada juga sanksi hukum berupa denda hingga sebesar Rp10 miliar. #Lilis Sari

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here