Hits: 0

Diskes Kubar Undang Perawat Membuka Praktik Keperawatan Mandiri

Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Dr Sukwanto Skep Ners MSi, meminta para perawat memahami aturan BPJS untuk dapat menjelaskan kepada masyarakat. YOHANES ANTONIUS MBULU/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Ratusan tenaga perawat di Kabupaten Kutai Barat diminta dapat menjelaskan kepada masyarakat, apa itu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS. Agar masyarakat sebagai pengguna jasa kesehatan dapat memahami dan tidak lagi muncul keluhan. Sebab perawat adalah ujung tombak pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Hal itu terungkap saat Seminar Kesehatan bertajuk Sistem Jasa Tenaga Keperawatan Yang Layak di Era Jaminan Kesehatan Nasional dan Masyarakat Ekonomi Asia.

Seminar oleh Maritim Care Centre bekerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia Provinsi Kalimantan Timur dan Kubar itu, digelar di Aula Katholik Center, Barong Tongkok. Lebih dari 100 peserta berasal dari berbagai Puskesmas, Klinik Pratama, Balai Pengobatan, Rumah Sakit Umum Daerah dan instansi kesehatan lain di wilayah Kubar, pada Minggu 1/5/2018.

Tidak hanya berdiskusi mengenai sistem jasa tenaga perawat, seminar juga jadi sarana untuk berkeluh kesah kepada 3 narasumber. Yakni Ketua DPW PPNI Provinsi Kaltim Dr Sukwanto Skep Ners MSi, Retno Mayadianti SSi Apt dari BPJS Kubar dan Markus Darlin SIp dari Dinas Kesehatan Kubar.

Seminar oleh Maritim Care Centre bekerjasama dengan PPNI Kaltim , digelar di Aula Katholik Center, Jalan Sendawar Raya, Kampung Ngenyan Asa Kecamatan Barong Tongkok, Minggu 1/5/2018. YOHANES ANTONIUS MBULU/KABARKUBAR.COM

Sukwanto menegaskan, dunia kesehatan terus berkembang. Sehingga mau tidak mau harus diimbangi oleh seluruh perawat dengan terus mengembangkan diri melalui peningkatan pendidikan dan pelatihan. “Profesionalisme harus terus dijaga dan ditingkatkan,” kata pria yang pernah bertugas selama 16 tahun di RS Jiwa Atma Husada Husada, Samarinda Ilir, Kota Samarinda.

Mewakili Pemerintah Kabupaten Kubar, Sekretaris Diskes Kubar Barnabas SKM mengatakan, seluruh perawat harus lebih proaktif. Untuk mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai seminar, pelatihan dan workshop. Diskes berharap ke depannya akan membuka praktik keperawatan secara mandiri.

“Saya selalu mendukung dan menunggu jika ada perawat yang bersedia membuka praktik keperawatan mandiri di wilayah Kubar. Jika berniat, kami dengan senang hati mengeluarkan izin praktik mandirinya, sepanjang telah memenuhi persyaratan,” ungkapnya.

Direktur Maritim Care Center, Rexy Zakarias SKep Ners mengungkapkan, organisasi yang dipimpinnya merupakan lembaga yang bertujuan meningkatkan SDM tenaga kesehatan. Terutama bagi perawat yang berupa pelatihan, seminar dan workshop. Saat ini, 30 anggotanya tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Ia berharap, melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, para tenaga kesehatan semakin maju pola pikirnya. Dan berimbas pada peningkatan kinerja serta mutu pelayanan kesehatan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan para tenaga kesehatan. “Sekalipun masih baru, hingga kini kami telah tiga kali mengadakan seminar di wilayah Kaltim,” ujarnya.

Di sela seminar, diisi penampilan paduan suara dari SMK Kesehatan Budi Bakti Kubar dan stand up comedy dari komunitas Stand Up Indo Sendawar. Penampilan tersebut sukses menghibur dan mengocok perut seluruh peserta yang hadir. Tidak hanya itu, door prize berupa 1 unit Smartphone dan beberapa hadiah hiburan membuat suasana menjadi sangat cair.

“Saya senang bisa sekalian reuni dengan teman-teman sejawat dari berbagai institusi. Materi yang diberikan pun membuat saya paham bahwa perawat harus meningkatkan grade pendidikan. Supaya pendapatan dari jasa pelayanan BPJS meningkat,” ungkap Caroline, peserta yang sehari-hari bertugas sebagai Perawat Pelaksana di RSU Harapan Insan Sendawar. #Yohanes Antonius Mbulu/Advertorial

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here