Hits: 0

Butuh Regulasi Mengatur Distribusi Pangan

Salah satu upaya untuk menyukseskan program ketahanan pangan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dengan Komando Distrik Militer 0912/KBR dan Bank Indonesia. ARSIP/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Delapan Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menyiapkan 149 kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2019. Kegiatan tersebut menjadi penopang program ketahanan pangan yang menjadi program nasional. Sebab Kubar diharap mampu memenuhi kebutuhan pangan total yang mencapai 765 ribu ton pertahun.

Dengan pertumbuhan penduduk Kubar sebesar 2,3 persen pertahun, Kubar butuh 17.233 ton beras dengan asumsi penduduk mencapai 150.381 orang di tahun 2018. Dan angka itu meningkat menjadi 17.630 ton beras di tahun 2019. Konsumsi beras penduduk jika disetarakan dengan Nasional tahun 2017, adalah 114,6 kilogram perkapita pertahun.



Menurut Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan Kubar, Rina Giptalina, ada 16 OPD yang masuk anggota Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kubar. Delapan diantaranya melaporkan 149 kegiatan yang akan dilaksanakan di tahun 2019 untuk menopang program ketahanan pangan.

“Angka itu akan bertambah besar, karena masih ada delapan OPD belum melaporkan kegiatan yang terkait ketahanan pangan,” jelasnya saat menjadi Moderator dalam Rapat Koordinasi DKP Kubar, Senin 19/11/2018 di Ruang Diklat Lantai III Kantor Bupati Kubar.

Bupati Kutai Barat, FX Yapan, ikut melakukan penanaman bersama padi organik di areal persawahan Kampung Geleo Baru Kecamatan Barong Tongkok, 21 November 2017 lalu. ARSIP/KABARKUBAR.COM

Matrik kegiatan yang menunjang Ketahanan Pangan itu;

No Organisasi Perangkat Daerah Jumlah
1 Dinas Ketahanan Pangan 45 kegiatan
2 Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah   3 kegiatan
3 Dinas Lingkungan Hidup   2 kegiatan
4 Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampun   4 kegiatan
5 Dinas Kesehatan   4 kegiatan
6 Dinas Pertanian 55 kegiatan
7 Dinas Perikanan 34 kegiatan
8 Bagian Ekonomi   2 kegiatan

Ditegaskan Profesor Dr Bernatal Saragih MSi, peran OPD sangat penting guna mewujudkan program ketahanan pangan di Kubar. Sebab, produksi beras di Kaltim menurun. Sementara beras untuk Kubar saja masih defisit 260 ribu ton dari kebutuhan sebanyak 399.385 ton. Ia meminta dibuat perencanaan yang matang. Setidaknya Kubar butuh lahan padi seluas 6.780 hektare dengan Indeks Pertanaman 1 atau 3.390 hektare dengan IP 2.

“Apakah harus impor atau bagaimana? Ini menjadi PR (pekerjaan rumah) kita, apakah Kubar bisa swasembada pangan,” ungkap Guru Besar Bidang Ilmu Pangan dan Gizi Universitas Mulawarman itu.

Rakor Dewan Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Barat, Senin 19/11/2018 di Ruang Diklat Lantai III Kantor Bupati Kutai Barat. ARSIP/KABARKUBAR.COM

Pelaksana Tugas Asisten 1 Setkab Kubar, Misran Effendi, meminta semua instansi terkait bekerjasama. Ia berharap semua program direncanakan baik dengan anggaran yang cukup, agar dijalankan dengan baik dan tidak macet. Termasuk para camat untuk ikut menyosialisasikan program ketahanan pangan.

“Bagaimana mengatur agar distribusi merata. Karena misal di Bongan, hasil pangannya banyak dijual ke luar Kubar. Kemudian daerah daratan seperti Kecamatan Bentian Besar sulit mendapatkan ikan segar. Karena daerah penghasil ikan bisa menjual ke luar Kubar,” katanya.

Rakor dihadiri Lusiana Ipin mewakili Ketua DPRD Kubar, sekaligus Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan Kubar. Tampak juga sejumlah perwakilan OPD yang masuk sebagai anggota DKP Kubar. Antara lain, Kepala Dinas Perikanan Alexander Samson dan Sekretarisnya, Sukwanto. Ada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ali Sadikin, Kepala Dinas Pertanian Finsen Allotodang, Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah, Petrus. #Sonny Lee Hutagalung/Advertorial

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here