Hits: 0

466 Butir dan Rp 1 Juta Jadi Barang Bukti

Akibat perbuatannya, tersangka pengedar pil koplo jenis LL ini terancam dipenjara 15 tahun penjara. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

MELAK – KABARKUBAR.COM
Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Barat kembali meringkus pelaku tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang atau narkoba. Lagi-lagi kawasan Melak menjadi tempat kejadian perkaranya. Kali ini, Dodi Rusdianto (34) yang diduga menjadi pengedar obat terlarang jenis Lexotan atau LL, ditangkap pada Jumat 25/8/2017 sekira pukul 13.30 Wita.


Dari tangan Dodi, diamankan 466 butir pil haram dan uang senilai Rp 1 juta, serta 1 unit telepon genggam warna hitam merek Samsung. “Double L dibungkus plastik bening dan uangnya 10 lembar Rp 100 ribu,” ujar Kepala Polres Kubar, AKBP Pramuja Sigit Wahono, melalui Kepala Satuan Reserse Narkoba, AKP Jamhari, Kamis 7/9/2017.


Jamhari membeberkan, kejadian diawali informasi masyarakat adanya seorang bernama LT (34) yang mengantongi narkoba jenis LL. Personel Satresnarkoba pun segera mencari LT, dan menangkapnya. Dari tangan LT, didapati 466 butir pil terlarang itu. Saat diinterogasi, LT menyebut obat keras itu didapat dari Dodi dengan harga Rp 1 juta.
Tiga Petugas pun langsung menuju ke Melak Ilir. Di Jalan 17 Agustus RT 06 Kelurahan Melak Ilir, Kecamatan Melak, LT menunjukkan Dodi yang sedang berjalan kaki, dan langsung dibekuk. “Setelah digeledah, didapati uang senilai Rp 1 juta di saku celana. Dodi mengakui uang tersebut hasil penjualan LL kepada LT,” ujar Jamhari yang sebelumnya menjabat Kepala Polsek Damai.
Akibat perbuatannya, Dodi terancam hukuman penjara selama 15 tahun. Ia disangkakan Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Karena tertangkap tangan pada saat menguasai dan memiliki sediaan farmasi berupa obat keras yang diduga jenis LL. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here