Butuh Jalan, Jembatan dan TPU

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari Fraksi Partai Gerindra, Ekti Imanuel, menyerahkan cinderamata kepada Camat Sekolaq Darat, Suwila Erpina. SUNARDI/KABARKUBAR.COM.

SEKOLAQ DARAT – KABARKUBAR.COM
Dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari Ekti Imanuel menemui konstituennya pada Kamis, 25 Februari 2021. Anggota Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya ini menerima usulan dan saran dari perwakilan masyarakat tujuh kampung di wilayah Kecamatan Sekolaq Darat.

Ekti memaparkan, ada tiga mata anggaran yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat. Pertama adalah APBN dan Dana Alokasi Khusus APBN. Kemudian Keuangan Provinsi yang pekerjaannya di kabupaten, tapi dikelola oleh pemerintah provinsi. Lalu Bantuan Kuangan dari provinsi tapi dikelola oleh kabupaten. Serta APBD yang bersumber dari kabupaten dan dikelola oleh kabupaten.

Sebagai anggota dewan, ia mengaku mustahil dirinya bisa membantu masyarakat satu-persatu. Tidak bisa juga melakukan kegiatan sempurna di setiap kampung dalam wilayah Daerah Pemilihan Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu.

“Oleh karenanya, ada namanya pokok pikiran dewan yang ada aturannya. Yang saya ambil adalah  kebijakan dalam bantuan pokir tahun 2021. Pokir saya di 194 kampung dan kelurahan di Kubar adalah bantuan pupuk cair untuk kelompok tani,” katanya saat Serap Aspirasi Masyarakat atau Reses di Aula Kantor Camat Sekolaq Darat.

“Kami mengusulkan peningkatan jalan yang melewati tengah kampung, kurang lebih sekitar 1 kilometer, dan perbaikan jalan antara Kampung Leleng dan Kampung Empas,” ungkap Kepala Kampung atau Petinggi Leleng, Dedi Supianto.

Petinggi Sekolaq Darat, Katipianus, menyambut positif program pemerintah untuk peningkatan ekonomi melalui bidang pertanian. Namun dirinya mengeluhkan minimnya sarana penunjang pertanian yang dimiliki kampungnya yang belum memiliki hand tracktor. Demikian juga dengan penggilingan padi berskala besar.

Ia juga mengusulkan peningkatan jalan antar kampung ke Kampung Keay di Kecamatan Damai. Saat ini masih terkendala, karena ada sebagian jalan yang masuk Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam Cagar Alam Kersik Luway.



“Saat ini kami sudah memulai membuka sawah di Rapak Bejoi. Namun kami masih terkendala dengan pembukaan jalan dan jembatan, serta upaya mencetak persawahannya. Kami harap bisa dibantu,” harapnya.

Petinggi Sekolaq Muliaq berharap jalan usaha tani yang menghubungkan Muliaq-Sekolaq Oday bisa menjadi prioritas. Mengingat kondisinya cukup menprihatinkan, dan sudah beberapa kali di usulkan, namun upaya perbaikan hingga kini belum terealisasi.

“Kami juga berharap ada pembangunan irigasi dan percetakan sawah baru untuk menambah sawah yang sudah ada. Serta dibangunnya jalan titian di sawah, guna mempermudah petani mengangkut hasil panen,” kata Nanang.

Plt Petinggi Sekolaq Joleq menyampaikan terima kasih kepada Ekti Imanuel atas semenisasi  sepanjang 1,8 kilometer yang merupakan bantuan dari provinsi. Ia mengusulkan pembukaan jalan usaha tani dan pembangunan Jembatan Sungai Tapaq. Juga lokasi untuk Tempat Pemakaman Umum sedikitnya seluas 2 hektare.

Perwakllan masyarakat tujuh kampung di Kecamatan Sekolaq Darat dalam Reses di Aula Kantor Camat Sekolaq Darat pada Kamis, 25 Februari 2021. SUNARDI/KABARKUBAR.COM.

“Kampung Sekolaq Joleq belum memiliki pemakaman. Sehingga jika ada warga yang meninggal, terpaksa dikubur di lembo atau tanah keluarga masing-masing,” katanya. “Kami mengusulkan peningkatan jalan tani yang sudah cukup memprihatinkan,” tambah Sekretaris Kampung Sumber Bangun.

Petinggi Sekolaq Oday, Sukamto, minta diprioritaskan pembangunan Jembatan Mentiwan. Karena kondisinya saat ini sudah miring dan rawan untuk dilalui. Ditambah lagi seringnya truk pengangkut sawit dengan muatan berlebih melewati jembatan tersebut.

Menanggapinya, Ekti menyebut telah merencanakan program pemerataan pembangunan pembangunan kampung. Tahun 2021 ini, diyakini sudah dapat berjalan untuk 50 kampung dalam bentuk Proyek Penunjukan Langsung masing-masing senilai Rp200 juta. “Tidak banyak, tapi membantu keuangan kampung. Rencananya 50 kampung di APBD murni, kemudian 50 kampung di APBD Perubahan,” jelasnya.

Ekti menambahkan, untuk usulan lainnya diminta dibuatkan dalam bentuk proposal yang nantinya akan dikoordinasikan dan perjuangankan dengan pihak terkait. Harapannya, usulan tersebut tidak terbentur regulasi yang ada dan terbatasnya anggaran.



Kepala Adat Kecamatan Sekolaq Darat, Yurang, mengusulkan pembangunan Lamin Kecamatan Sekolaq Darat. Nantinya akan dijadikan pusat kesenian dan budaya untuk dikunjungi wisatawan. Ia juga minta pengadaan sarana alat upacara adat seperti gong, par dan kelantangan. “Kami juga mengusulkan penambahan 50 tiang listrik ke seberang Tapaq sampai Sungai Bawatn,” ujarnya.

“Untuk lamin, disiapkan dulu lahannya dan selesaikan dulu administrasinya. Saya akan coba bantu, karena lamin ini simbol sejalan dengan semboyan kabupaten kita yakni Beradat. Untuk usulan tiang listrik, buatkan proposal. Nanti akan saya sampaikan ke pihak PLN,” jawab Ekti dalam Reses yang dihadiri Camat Sekolaq Darat, Suwila Erpina. #Sunardi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here