Hits: 2

Visi dan Misi Rama Disebut Telah Terbukti di Masyarakat

Rama Alexander Asia dan H Encik Mugnidin disambut tarian Dayak menuju tempat acara Ruratn Adat Rumpun Asa di Kampung Juaq Asa pada Jumat, 16 Desember 2005. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Ratusan warga mengerumuni tenda yang didirikan untuk mengadakan acara Ruratn Adat oleh warga Rumpun Asa bagi Bupati Kutai Barat, Rama Alexander Asia. Acara adat suku Dayak Tunjung itu adalah ungkapan syukur. Sebab keturunan Asa sebagai sub suku Dayak Tunjung, tersebar di 13 kampung dalam wilayah Sendawar, ibukota Kabupaten Kutai Barat.

Kampung Asa menjadi tempat asal kehadiran Asa sebelum akhirnya menyebar ke daerah lain. Antara lain, Juaq Asa, Pepas Asa, Ongko Asa, Muara Asa, Geleo Asa, Gemuhan Asa, Ombau Asa, Ngenyan Asa, Balok Asa, Juhan Asa, Geleo Baru dan Barong Tongkok. Daerah itu semua lebih banyak menikmati hasil pembangunan imbas dibentuknya Kubar sebagai sebuah daerah otonomi baru.



Ruratn Adat yang kali ini dilakukan di Kampung Juaq Asa hasil prakarsa tiga kampung tetangganya. Yaitu Asa, Pepas Asa dan Ongko Asa. Pembangunan yang telah membuat daerah ini bertambah maju dan terbuka dari keterisolasian menjadi dasar diadakannya Ruratn ini.

Didahului Ngoteu, yang disampaikan Baom, warga Asa. Adalah lagu dalam bahasa Benuaq yang berisi syair dan pantun diiringi musik tambur. Menyatakan rasa bangga dan terima kasih warga adat dengan kunjungan Rama Asia. Yang di akhir masa jabatannya masih menyempatkan diri untuk datang menghadiri undangan warga.

Baom, melantunkan Ngoteu (lagu dalam bahasa Benuaq) yang berisi syair dan pantun diiringi musik tambur. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Baom juga menyampaikan dukungan seluruh Rumpun Asa yang diwakili empat kampung. Agar Rama dan H Encik Mugnidin mengikuti bursa Calon Bupati dan Wakil Bupati Kubar periode 2006-2011. Didasari pembangunan yang telah dibuat selama Rama memimpin Kubar.

Hal senada disampaikan Lana, Kepala Adat Juhan Asa. Dalam Ngoteu dengan tambahan, mohon pembangunan empat kampung ini lebih diperhatikan lagi. Perwakilan warga terdiri dari Kepala Adat dan Kepala Kampung, duduk berhadapan dengan Rama-Encik dan sejumlah Tim Sukses Kubar Bersatu.

Ada dua Anggota DPRD Kubar, yaitu Syachran Eric Lenyoq dan Korrie Layun Rampan. Hadir pula bersama mereka, belasan tokoh masyarakat Kubar. Guna menyaksikan Ruratn tersebut dan sebagai dukungan moril bagi pasangan Rama-Encik.



Ada empat Par (Sajian makanan dengan media cawan besar yang terbuat dari logam kuningan), dan dua Gawai (Bejana tanah berukir buatan lama). Ada lagi dua Mandau (Parang khas suku Dayak) dan dua piring putih diserahkan warga adat kepada Rama dan Encik.

Rama Asia memberikan arahan langsung kepada salah seorang warga di panggung Ruratn Adat Rumpun Asa. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Itu sebagai simbol penerimaan terhadap kedua tokoh yang dinilai cukup layak untuk melanjutkan pembangunan di Kubar. Sebagaimana Mandau keras dan tajam, demikian pula teguhnya hati mereka mendukung pasangan ini. Putih piring juga melambangkan hati yang bersih warga adat memberi dukungan tanpa keraguan.

Rama mengakui masih ada beberapa sudut kampung yang belum begitu tersentuh pembangunan. Dikarenakan berbagai hal seperti medan yang sulit. Namun semua itu telah masuk agenda yang akan diwujudkan.

Visi yang dijalankan pemerintahan Rama selama lima tahun ini telah terlihat jelas. Khususnya di wilayah Rumpun Asa. Sejalan dengan Visi yang sudah terbukti di masyarakat. Yaitu ‘Terwujudnya Kutai Barat yang terbuka dan masyarakatnya maju berbasiskan kelestarian lingkungan dan adat istiadat serta budaya leluhur yang dinamis’.

Kepala Adat Kampung Ongko Asa, Djinu, memimpin ritual adat Tepung Tawar di lapangan sepakbola Ongko Asa. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Pengembangan adat menjadi salah satu prioritas pemerintah sejak Kubar ini berdiri. Daerah terisolasi harus dibuka sesuai visi pemerintah yang berdampak positif dengan kemajuan daerah itu sendiri,” tegas Rama di hadapan ratusan warga.

Ditambahkan Rama, Ekonomi Kerakyatan akan terus digarap agar lebih baik. Demi kesejahteraan kampung dengan menata administrasi setiap kampung. Sehingga dapat mandiri dengan terus didampingi pemerintah kabupaten.



Tahun 2006 diharapkan setiap kampung dapat menyediakan lahan kosong minimal 10 hektare untuk dijadikan perkebunan kampung. Agar dapat manunjang ekonomi kampung itu sendiri. “Hasilnya bisa meningkatkan pendapatan kampung dan menambah honor perangkat kampung,” tambahnya.

Rumpun Asa sudah mengadakan beberapa kali Ruratn Adat bagi Rama-Encik. Sebagai pernyataan mereka mendukung pasangan ini. Dengan Visi dan Misi yang lebih dahulu dibuktikan selama 5 tahun ini. Tinggal melanjutkan dan menigkatkan. Di Kampung Geleo Asa telah diadakan juga acara seperti ini pada tanggal 27 Oktober. Kemudian di Ombau Asa tanggal 7 Nopember lalu. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here