Hits: 0

Tenun Lokal Diminta Tetap Pakai Pewarna Alami

Peserta Learning Day_Natural Dyes yang bertema Melestarikan Alam, Memperkuat Budaya dan Identitas Masyarakat Kutai Barat, diajarkan proses pembuatan pewarna alami. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Guna menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap terhadap budaya dan tradisi lokal, diadakan kegiatan berbagi pengetahuan, Kamis 28/9/2017 di Politeknik Sendawar. Learning Day_Natural Dyes yang bertema Melestarikan Alam, Memperkuat Budaya dan Identitas Masyarakat Kutai Barat diadakan di Aula Jurusan Teknik Sipil.

Diikuti para Mahasiwa Polsen dan pelajar dari sejumlah SMA dan SMK. Antara lain, SMK Sinar Abadi, SMK Surya Mandala, SMK Purnama, SMK Negeri 1 Sendawarelak, SMKN 1 Tering, SMKN 2 Sendawar, SMK 3 Ngenyan Asa, SMAN 1 Sendawar, SMAN 2 Sendawar, dan SMA Surya Mandala. Juga Komunitas Slankers Kubar dan Eart Hour.
Sekretaris Kabupaten Kubar, Yacob Tullur, berharap Unit Kerja yang menjadi pemimpin sektor dan Pelaksana Kegiatan ini, agar segera memanfaatkan keahlian para peserta. Untuk melestarikan alam, memperkuat sastra dan budaya, sebagai identitas Kubar. “Dinas terkait untuk tidak berdiam diri, dan memanfaatkan para peserta yang telah mengikuti kegiatan,” katanya mewakili Bupati Kubar, FX Yapan.
Sekretaris Kabupaten Kutai Barat, Yacob Tullur, bersama Direktur Politeknik Sendawar, Deansius, dan perwakilan peserta. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Sekda berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap kelestarian hutan. Dan menumbuhkan kreatifitas dalam memanfaatkan hasil hutan bukan kayu, terutama pewarna alam sebagai bagian dari kehidupan. Sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap dunia penulisan.
Tujuannya, berbagi pengetahuan tentang pewarnaan alam yang berasal dari hutan, dan tradisi Tenun Doyo yang masih memanfaatkan pewarna alami. Juga berbagi pengetahuan pembuatan kerajinan khas Kutai Barat, Sulam Tumpal, dengan menggunakan benang Doyo, dan tentang penulisan Essay.
Bahan-bahan alami yang didapat dari hutan sekitar perkampungan, bisa menjadi bahan untuk membuat pewarna alami. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Dikatakan Romawati selaku Field Coordinator NTFP EP Indonesia, kegiatan ini digagas untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda. Salah satu yang masih kental, yakni pewarnaan alami. Agar kembali mengingatkan generasi muda, ada pewarnaan alam yang dihasilkan dari kampung masing-masing. “Itulah makna Learning Day_Natural Dyes, yaitu belajar tentang pewarnaan alam,” jelasnya.
Kita berharap peserta bisa lebih banyak mendapat pengetahuan penulisan Essay tentang Koservasi Lingkungan Hidup, Pewarna Alami dan Sulam Tumpar,” ungkap Ketua Panitia Rahmayana, di acara yang dihadiri Direktur Polsen, Deansius dan para dosen. #Lilis Sari

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here