Hits: 0

126 unit Mesin Ketinting dan Perahu Dihibahkan Dalam 3 Tahun

Di tengah pandemi Covid-19, Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat rutin melakukan upaya pembinaan kepada pembudidaya perikanan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Dinas Perikanan Kabupaten Kutai Barat terus melakukan pembinaan kepada kelompok pembudidaya ikan. Khususnya mereka yang menggantungkan hidup dari mencari dan mengembangbiakkan ikan. Setidaknya, beragam jenis bantuan telah diberikan dalam tiga tahun terakhir. Termasuk 193 unit keramba yang telah dihibahkan untuk digunakan sebagai wadah membudidayakan berbagi jenis ikan air tawar.

Menurut Kepala Bidang Pengelolaan Sumberdaya dan Daya Saing Produk Perikanan pada Diskan Kubar, Leli, bantuan berupa keramba diserahkan dalam empat tahun ini. Dimulai tahun 2017 dengan hibah 68 unit keramba. Tahun 2018 hibah meningkat dengan 80 unit, dan 15 unit di tahun 2019.



“Tahun 2020 ini sebenarnya akan lebih banyak dari tahun lalu. Karena wabah corona, angaran banyak dipangkas, maka 30 unit yang bisa dianggarkan. Jadi total ada 193 unit keramba dalam empat tahun ini,” jelasnya.

Dijelaskan Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Perikanan pada Diskan Kubar, Jakaria, upaya pemerintah tidak selesai setelah memberi hibah keramba. Dinas memantu sejauh mana pembudidaya atau penerima memanfaatkan bantuan.

“Kita lihat kendala mereka apa. Kalau bisa beri solusi di tempat. Kalau tidak bisa diskusi di kantor,” katanya melalui Kepala Seksi Pembinaan Dan Kelembagaan Perikanan, Berkat David Sinaga.

Kelompok Tani Loa Deras Jaya di Kampung Loa Desa, Kecamatan Penyinggahan, menerima bantuan 20 unit keramba dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Perikanan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

David Sinaga mengatakan, jika ada hambatan atau kendala di lapangan, dinas akan mencari pemecahan masalah. Misalnya ada serangan hama atau penyakit ikan, akan dicari apa penyebabnya untuk diberikan solusi. Kualitas air dan bermacam kendala lainnya juga harus diupayakan pemecahan masalah.

“Bisa juga ikan itu korengan, ada penyakit herpes dan kematian massal. Jadi bisa kita kasih solusi di tempat, dan bisa juga memberikan perlakuan kepada ikannya,” jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah juga memberikan bantuan lain kepada para nelayan dan pembudidaya ikan. Dari data Diskan Kubar, hingga tahun 2018 ada masing-masing 126 unit Mesin Ketinting dan Perahu yang dihibahkan. Ada juga Kolam Terpal sebanyak 416 unit, dan Cool Box atau Kotak Pendingin 120 unit.



Agar produksi perikanan meningkat, pembudidaya telah dibantu dengan hibah Benih Ikan Patin sebanyak 211.900 ekor, Benih Ikan Nila 77.402 ekor, dan Benih Ikan Lele 181.307 ekor. Untuk pakan Benih Ikan tersebut juga dibantu sebanyak 34.580 kilogram dan Pakan Pembesaran 5.748 kilogram.

Belasan jenis bantuan dengan jumlah ratusan buah barang juga telah disalurkan dalam tiga tahun belakangan. Tidak hanya membangun secara fisik, tetapi Pemkab Kubar melalui Dinas Perikanan juga memberikan bantuan lainnya. “Ada dalam bentuk pelatihan untuk membangun SDM (sumber daya manusia) pelaku pembudidaya Ikan,” imbuhnya.

Bantuan berupa Cool Box atau Kotak Pendingan juga diberikan bagi pembudidaya perikanan di Kubar. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Tahun ini anggaran sangat terbatas karena konsentrasi pemerintah untuk menanggulangi virus corona. Makanya pakan dan bibit diupayakan sendiri oleh pembudidaya, dan pemerintah hanya membantu berupa stimulan. “Kita berikan bantuan, mereka harus juga ada upaya lain, harus ada modal mereka sendiri,” pungkas David Sinaga.

Diakui Ketua Kelompok Tani Harapan Jaya, Asri, ada pembinaan rutin bagi mereka sebagai pembudidaya perikanan. Mereka dengan anggota aktif 15 orang, telah menerima 15 unit keramba di tahun 2019 lalu. “Dinas tetap berkoordinasi, tanya apa halangan atau masalah dihadapi. Kami soal perbaikan manajemen, masih jauh. Ini kan kelompok pemula,” ujarnya.

Asri mengaku seluruh anggotanya adalah warga Kampung Long Iram Ilir, Kecamatan Long Iram. Ia sendiri adalah warga RT 1, yang berniat membudidayakan ikan nila. Karena dinilainya tidak merepotkan dalam mengembangbiakkannya.



Keramba siap dirangkai, karena masih berbentuk bahan saat dihibahkan pemerintah. Sedangkan pelampung keramba sudah siap. Namun kendala pandemi Covid-19, rencana tertunda. “Meski tidak ada bantuan pemerintah, tetap jalan sendiri (budidaya ikan). Jangankan ngisi keramba, isi perut saja empot-empotan (susah payah),” keluhnya.

Warga di Long Iram Ilir, lanjutnya, kebanyakan hidup sebagai nelayan. Hanya saja belum semuanya terkordinir. Mereka berharap masih ada uluran tangan pemerintah. “Tapi paham kondisi keuangan pemerintah saat ini. Kita berupaya tetap jalan sendiri,” pungkas Asri. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here