Hits: 2

Ditangkap di Mess Kebun Sawit di Kampung Besiq

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Pelarian Ed yang berusia 25 tahun berakhir sudah. Ia ditangkap oleh Tim Burus Sergap Satuan Reserse Kriminal Polres Kutai Barat pada Rabu, 11 Maret 2020 sekira pukul 18.45 Wita. Di salah satu rumah yang adalah mess salah satu perkebunan kelapa sawit di Kampung Besiq, Kecamatan Damai.
Tanpa perlawanan, ia digelandang ke Markas Polres Kubar di Jalan Gajahmada Nomor 3 Kelurahan Barong Tongkok, Kecamatan Barong Tongkok. “Pelaku sudah kami tangkap di Besiq,” ungkap Kepala Satreskrim Polres Kubar, Inspektur Polisi Satu Iswanto, kemarin malam.



Iptu Iswanto membeberkan, Tim Buser langsung bergerak menuju lokasi setelah mendapat informasi keberadaan pria yang dilaporkan mencabuli seorang pelajar SMP. Ed yang telah lama dicari Polisi, diketahui bekerja di perkebunan sawit. “Tersangka sedang di mess saat didatangi Tim Buser. Di rumah itu dia tidak sendiri, dan langsung ditangkap tanpa perlawanan,” terangnya.
Jika terbukti bersalah, Ed bakal dipenjara paling lama 15 tahun. Karena disangkakan melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Untuk proses hukum selanjutnya, Ed kami tahan di ruang tahanan Mapolres Kubar,” pungkas Iptu Iswanto.

Kepala Satreskrim Polres Kubar, Inspektur Polisi Satu Iswanto. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Diberitakan sebelumnya, AM berusia 42 tahun, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Kepolisian Resor Kutai Barat pada Rabu, 3 Juli 2019. Ibu ini melaporkan anaknya telah disetubuhi seorang duda dengan ancaman pembunuhan. Kedatangannya pagi hari itu dicatat dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: L.Peng/72/VII/2019 yang ditandatangani Aipda Sukoco, Kepala Unit SPK Regu III.
“Pertama kali anak saya berhubungan suami istri dengan dia (Ed), April 2018. Sering terjadi, karena selalu dipaksa dan diancam kalau tidak mau ikut maunya dia (pelaku), anak saya akan dibunuh,” ungkap wanita yang tercatat warga salah satu kampung di Kecamatan Damai tersebut.
AM mengatakan, saat itu anaknya (sebut saja Mawar) masih berstatus pelajar salah satu SMP di Kecamatan Damai. Hubungan intim kerap dilakukan di beberapa lokasi. Salah satunya di rumah Ed yang saat itu bekerja di katering salah satu kantor perusahaan, kawasan Sumbersari, Kecamatan Barong Tongkok.
Ia dan suaminya, sudah pernah melarang pelaku untuk bertemu korban. Namun Ed masih saja memaksa untuk bertemu dengan korban. “Terakhir melakukan lagi (hubungan intim) pada Jumat, 28 Juni 2019. Karena selalu diancam, anak saya ketakutan dan ikut maunya dia (Ed),” jelasnya lagi yang dicatat Polisi dalam STPL.

Kc sebagai ayah Mawar, mengaku sangat geram. “Anak saya bilang dia (Mawar) diperlakukan seperti binatang, sering dibawa ke hutan atau semak di perkebunan sawit,” katanya pada Selasa, 10 Maret 2020.
Ia membantah jika disebut anaknya memadu kasih dengan pelaku. Sebab menurutnya tidak lazim prilaku orang yang berpacaran secara sembunyi. Tapi mestinya diketahui orangtua, dan anak masih di bawah umur, pelajar SMP. Ia mengaku pernah menelepon Ed, namun tidak pernah datang ke rumah. “Saya bilang sama dia (Ed), kalau begitu caranya, kamu ada jahat, nanti kami lapor polisi. Tapi kayaknya dia tidak takut,” bebernya.



Ditambahkannya, hubungan intim terakhir dilakukan di sebuah penginapan kelas melati di jalan poros Kubar-Samarinda. Pemilik penginapan pun mengakui melihat pelaku bersama Mawar menginap disana. “Karena itulah kami lapor ke Polisi, dan Ed tidak mengakui bawa ke penginapan,” ujarnya seraya menambahkan, seminggu setelah dilaporkan ke Polisi, Mawar masih melihat pelaku bolak-balik ke arah ibukota kabupaten.
“Waktu itu dia kerja di Sumbersari, tahu dilapor ke Polisi dia berhenti dan lari ke sawit. Terakhir kami dengar dia kerja di Perkebunan Sawit di Kampung Besik, sering orang lihat di sekitar KM 11 (PT Kruing Jaya Lestari). Kami mohon Polisi bisa segera tangkap dia (Ed), karena ini sudah delapan bulan sejak kami lapor,” harapnya. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here