Ponpes SAS Cetak Santri Nasionalis, dan Mampu Menjaga NKRI

Para Santri Pondok Pesantres Sholat, Al-Quran dan Sedekah diajak mencintai NKRI dan turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan tidak ikut menyebarkan ujaran kebencian serta hoax. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Kepala Kepolisian Kutai Barat, AKBP I Putu Yuni Setiawan, mengajak para Santri untuk ikut menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat di lingkungan masing-masing. Agar situasi tetap kondusif menghadapi Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden tahun 2019 mendatang. Agar dapat berjalan aman, damai dan sejuk dalam berdemokrasi yang sehat.

“Tidak boleh mengucapkan ujaran kebencian (Hate Speech) dan berita bohong (Hoax). Hindari penyalahgunaan narkoba, karena dapat menghancurkan masa depan bangsa. Upaya pemberantasan narkoba merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya di depan para Santri Pondok Pesantren Sholat, Alquran dan Sedekah atau SAS, Senin 22/10/2018.



Kapolres yang datang dalam rangka Peringatan Hari Santri Nasional, mengajak semua penghuni ponpes untuk bersama menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif. Sebab sebagai Kapolres, ia bertanggungjawab dalam pemeliharaan Kamtibmas, serta penegakan hukum di wilayah Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu. “Menuju Indonesia yang lebih baik, harus bekerja keras menjaga persatuan dan kesatuan, Pancasila, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) harga mati dan Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya.

AKBP Putu Setiawan berpesan, agar Santri selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada TUHAN. Sehingga terhindar dari perbuatan tercela, baik dari kacamata agama dan hukum negara. Juga mematuhi tata tertib berlalulintas di jalan raya, dengan memerhatikan rambu-rambu lalu-lintas, melengkapi SIM, STNK, Kaca Spion dan Helm. “Semoga Hari Santri Nasional dijadikan momen santri untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Serta menjadi pioner dalam pembangunan di NKRI yang kita cintai dan banggakan,” pesannya.

Kapolres Kutai Barat, AKBP I Putu Yuni Setiawan, bersama Pempimpin Pondok Pesantren SAS, Ustadz Supono Abdul Kholik dan para Santri. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Menyikapi dinamika yang berkembang lewat pemberitaan di berbagai media massa, Kapolres berpesan tidak sampai terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggungjawab. Termasuk kabar yang belum bisa dijamin kebenarannya. Yang berpotensi dapat mengadu domba.

“Sebagai warga negara yang baik, harus memahami makna Wawasan Nusantara. Yang dalam Ketetapan MPR Tahun 1993 dan 1998 tentang GBHN (Garis Besar Haluan Negara), yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungan,” tegas AKBP Putu Setiawan.



Pimpinan Ponpes SAS, Supono Abdul Kholik, mengakui ada pendampingan dari Polres Kubar setiap tiga bulan. Yang memberikan penyuluhan terhadap Santri dan menyampaikan bahaya narkoba. “Santri selalu dibina, dan diajari akhlak yang baik termasuk agar tidak menyebarkan Hoax.

“Kita berupaya memberikan pemahaman bagaimana menjadi santri yang berkualitas, berbobot, dan bermutu dari segi keagamaan. Termasuk santri yang nasionalis, santri yang betul-betul mampu menjaga NKRI ke depan,” kata Ustadz SAS yang memimpin 76 Santri. #Lilis Sari

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here