Hits: 35

Nopandel: “Jangan sampai tergiur, terkecoh”

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan Dan Pelatihan Daerah Kabupaten Kutai Barat, Nopandel. ARSIP/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Beragam topik dijadikan para oknum untuk melakukan tindak kejahatan. Modusnya pun beragama, dan tidak jarang dilakukan dengan menggunakan kecanggihan teknologi. Salah satunya adalah penipuan dengan memanfaatkan antusias masyarakat untuk menjadi PNS atau Aparatur Sipil Negara.

Terbaru, seorang wanita yang bekerja sebagai bidan di Puskesmas Lambing, Kecamatan Muara Lawa hampir saja termakan iming-iming penipu. Beruntung, ia dan suaminya mengecek langsung ke instansi terkait.

“Kami minta langsung ketemu, tapi orangnya tidak bisa, dan terus minta ditransfer uang Rp5 juta,” kata Tommy Tius pada Kamis, 5 Agustus 2021.

Tommy Tius, menganjurkan untuk mengecek kebenaran informasi diterima dan tidak mengikuti arahan orang yang tidak dikenal. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

Tommy yang adalah seorang Advokat mengungkapkan, penipuan tersebut berawal dari telepon seorang pria kepada Kepala Unit Pelayanan Teknis Puskesmas Lambing, Rusna Y Fhalena. Dari seberang telepon, menanyakan soal honorer di puskesmas tersebut.

Penelepon mengatakan bertugas di Badan Kepegawaian Pendidikan Dan Pelatihan Daerah atau BKD Kabupaten Kutai Barat. “Kata dia (penelepon) ada satu kuota kosong CPNS untuk honorer, dan bisa diatur. Lalu ibu Rusna minta bicara langsung dengan istri saya, dan diminta memastikan kebenarannya ke BKD,” ungkapnya.

Untuk melancarkan aksinya, penelepon meminta agar disiapkan berkas atau dokumen honorer. Termasuk menyiapkan surat keputusan pengangkatan sebagai honorer. SK terakhir ada, tapi SK terakhir tidak ada lagi.

“Jadi kami ke BKD untuk minta data SK pertama, sekalian cek kebenarannya. Si penelepon terus minta ditransfer duit Rp5 juta. Dia bilang atas koordinasi dengan pejabat BKD, disebut nama Ridwan dan Nopandel,” jelas Tommy.

Curiga ini adalah modus penipuan, Tommy meminta bertemu penelepon dengan sebelumnya melapor ke Polisi. “Memang ini penipuan, dan Polisi sudah melacak telepon itu dari Pulau Sumatera, tepatnya di daerah Provinsi Bengkulu,” imbuhnya.

“Jangan mudah tertipu, apalagi orang meminta duit. Dari awal kami tidak percaya, hanya penasaran saja makanya mengecek ke BKD,” pungkas Tommy.

Anggota Saturan Reserse Kriminal Polres Kutai Barat melakukan pelacakan telepon yang mencoba menipu warga Kubar pada Kamis, 5 Agustus 2021. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

Kepala BKD Kubar, Nopandel, mengaku baru mendengar ada yang mencatut namanya dan pejabat BKD lainnya. Namun, kerap ada warga datang untuk berkonsultasi dengannya. “Bilangnya ada pengumuman, ngisi data, katanya akan ada pengangkatan CP (Calon Pegawai) lah, guru-gurulah,” jelasnya.

Ia pun sering mendengar modus penipuan CPNS. Ada yang melakukan aksinya dari Pulau Sulawesi, dan sebaliknya dari Kalimantan mencoba menipu masyarakat disana. “Kabarnya dari dalam Lapas (Lembaga Pemasyarakatan),” ujarnya.

“Jangan sampai tergiur, terkecoh oleh orang yang bilang bisa meluluskan, Kalau tidak dari jalur resmi, jangan percaya,” tegas Nopandel, seraya menginformasikan bahwa jadwal Seleksi CPNS diundur.

Diakui Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kutai Barat, Iptu I Made Suryadinata, CPNS menjadi salah satu topik penipuan oleh oknum tidak bertanggungjawab. Masyarakat diminta untuk waspada, dan selalu mengecek kebenaran sebuah informasi.

“Posisinya jauh, di luar Kalimantan,” bebernya melalui Aipda M Daud, terkait percobaan penipuan honorer Puskesmas Lambing hari ini.

“Sering nama pejabat Polres Kubar dicatut orang tidak bertanggungjawab. Kami harap masyarakat tidak cepat percaya, dan mohon langsung menghubungi Polisi,” tambah Daud yang juga Ps Kepala Unit Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polres Kubar. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here