Hits: 0

Senam Sehat Bersama dan Terapi Berhenti Merokok

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53 dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Kutai Barat, diawali dengan Senam SEhat Bersama ratusan peserta, Senin 13/11/2017. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat membuka pelayanan bagi para perokok yang ingin menghentikan kebiasaanya mengisap asap rokok. Perokok disilahkan mendatangi Pusat Kesehatan Masyarakat terdekat untuk berkonsultasi. Agar masyarakat dapat hidup lebih sehat dan lingkungan jadi bersih dari bahaya asap rokok.

“Bagi masyarakat yang ingin konsultasi soal rokok, bisa pergi ke Puskesmas terdekat,” kata Kepala Diskes Kubar, Aliman, usai Apel dan Senam Sehat Bersama Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53, di halaman Kantor Bupati Kubar, Senin 13/11/2017 pagi.

Aliman menjelaskan, dalam Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau Germas yang dicanangkan Pemerintah Pusat, sepatutnya diisi dengan aktivitas fisik. Memeriksakan kesehatan secara berkala, mengonsumsi sayur mayur dan buah-buahan, melakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat, membersihkan lingkungan, dan terapi berhenti merokok.

Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53 di halaman Pemkab Kubar juga diisi dengan Terapi Berhenti Merokok, yang diikuti banyak pegawai perokok. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

“Demi mewujudkan masyarakat Kubar berbudaya hidup sehat, dengan semangat HKN tahun 2017,” kata Aliman dalam acara bertema ‘Sehat Keluargaku Sehat Indonesiaku. Kegiatan ini dihadiri para Kepala Organisasi Perangkat Daerah dan ratusan peserta dari TNI-Polri dan pegawai di lingkungan Pemkab Kubar.

Asisten III Sekretariat Kabupaten Kubar, Aminuddin mengatakan, kegiatan ini akan semakin meningkatkan kesadaran seluruh masyarakat Kubar. Agar mau dan mewujudkan diri untuk hidup yang lebih berkualitas dan idup sejahtera.

Ia menjelaskan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Yang menjadi pedoman penyelenggaraan Program Indonesia Sehat, dengan pendekatan keluarga untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Undang-undang itu berbunyi bahwa keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang menjadi inti pembangunan kesehatan,” ujar Aminuddin membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita Anfasa Moeloek.

Asisten III Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Aminuddin, membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI, Nila Djuwita Anfasa Moeloek. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Ditambahkannya, terdapat 8 indikator keluarga sehat terkait Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan. Ada 4 indikator diantaranya yang tidak terkait SPM, yaitu merokok, jamban sehat, akses terhadap air bersih dan anggota Jaminan Kesehatan Nasional.

Masalah yang berhubungan dengan kesehatan yang masih terjadi di Indonesia, antara lain tingginya angka kematian ibu, kurang gizi serta penyakit menular dan tidak menular. “Pengamalan 3 nilai utama harus diingat. Yaitu integrasi, kerja keras dan gotong royong,” ungkap Aminuddin. #Lilis Sari

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here