Hits: 1

SDN 02 Tering Terpaksa Diliburkan

Aktivitas dagang di Kampung Tering Seberang sudah dilakukan dengan berperahu, karena ketinggian air sudah mencapai lebih dari 50 centimeter di beberapa titik banjir. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

TERING – KABARKUBAR.COM
Akibat hujan selama sepekan terakhir, ratusan rumah terendam banjir di Kecamatan Tering dan Long Iram. Bahkan selama 3 hari ini, sejumlah fasilitas umum sulit dijangkau masyarakat. Puskesmas, pasar, masjid dan gereja juga banyak yang telah terendam air. Salah satu sekolah, yakni SD Negeri 02 Tering terpaksa meliburkan proses belajar mengajar, karena ketinggian air mencapai 170 centimeter.

Akses utama menuju Pelabuhan Tering, yakni Jalan Kapten Tusin, tampak masih terendam air dengan variasi ketinggian dari 10-50 centimeter. Sehingga kendaraan bermotor tidak bisa melintas, dan warga melanjutkan perjalanan dengan menumpang perahu bermesin atau ketinting. “Sudah 3 hari banjirnya pak, semoga cepat turun airnya. Saya mau mengungsi, tapi tidak ada rumah keluarga yang dekat sini,” ujar Siti Rosida, warga RT 3 Kampung Tering Seberang Kecamatan Tering, Rabu 8/11/2017.

Menurut Kepala Kampung atau Petinggi Tering Seberang, H Hairullah, banjir memang tampak surut. Tapi informasi diterima dari keluarganya di hulu Sungai Mahakam, air justru terus meninggi. Sehingga ia memperkirakan level air akan naik juga esok atau lusa. “Di Kecamatan Long Pahangai sudah banyak rumah tenggelam, karena airnya sampai 3 meter. Besok bisa naik lagi air ini,” ungkapnya di depan Kantor Petinggi Tering Seberang, yang juga sudah terendam halamannya.

Gedung SD Negeri 02 Tering di Kampung Tering Seberang sudah terendam air hingga mencapai 170 centimeter di halamannya. Sehingga proses belajar mengajar telah diliburkan untuk sementara. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Ditambahkannya, dari 16 kampung di Kecamatan Tering, mungkin hanya Kampung Banjarejo dan Muyub Aket yang tidak terendam banjir. Karena wilayahnya di dataran tinggi. “Kalau kampung lainnya, sudah terendam semua. Tapi ketinggian air berbeda, dan prosentasi rumah yang terendam juga tidak sama,” jelas H Hairullah.

Kepala Kampung atau Petinggi tering Seberang, H Hairullah, didampingi Kepala Pos Polisi Tering, Aiptu Yan Rentau, menjelaskan kondisi terkini banjir kepada Jurnalis SCTV di Jalan Kapten Tusin yang menjadi akses utama menuju Pelabuhan Tering, Rabu 8/11/2017. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Kita berharap hujan tidak turun di barat (hulu Sungai Mahakam) sana. Karena kalau hujan, artinya besok atau lusa, banjir akan naik lagi. Kasihan aktivitas masyarakat terganggu dan harus mengungsi jika banjir lebih tinggi lagi,” imbuh Kepala Pos Polisi Tering, Ajun Inspektur Satu Yan Rentau, saat melakukan monitoring kondisi banjir bersama anggotanya.

Diakui Yan Rentau yang juga putera setempat, banjir sudah rutin melanda dalam beberapa tahun belakangan. Bahkan, luapan air dari Sungai Mahakam masih merendam rumah-rumah penduduk yang telah dibangun dengan tiang atau pondasi tanah urukan tinggi. “Entah ini tanda apa dari Sang Pencipta, tapi memang tidak dapat dielakkan. Banjir setiap tahun melanda, tapi ketinggian air berbeda-beda. Mudah-mudahan kali ini tidak parah seperti sebelum-sebelumnya,” katanya. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here