Hits: 2

Ada Tarian Tradisional Beragam Etnis Se-Kubar

Wakil Gubernur Kaltim, Yurnalis Ngayoh beserta istri dan Wakil Walikota Samarinda, Syaharie Jaang, juga ikut menghadiri perayaan HUT Kabupaten Kutai Barat ketujuh tahun. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Puluhan ribu orang tumpah ruah di halaman Kantor Bupati Kutai Barat pada Minggu, 5 November 2006. Mereka datang untuk menyaksikan pembukaan acara Perayaan Hari Jadi Kabupaten Kutai Barat yang ketujuh tahun. Sekaligus pembukaan Festival Adat Dahau yang akan berlangsung hingga 21 Nopember 2006.

Ratusan penari turut meramaikan acara dengan menampilkan tarian tradisional setempat. Seperti Tari Gantar dari suku Dayak Tunjung dan Benuaq, Tari Jepen oleh suku Kutai, Tari Hudoq yang dibawakan suku Dayak Bahau dan Tari Ajai oleh suku Dayak Kenyah.

Acara yang sempat molor satu jam dari pukul 10.00 wita, dibuka dengan atraksi terjun payung yang dilakukan tujuh anggota Federasi Aerosport Seluruh Indonesia Kubar. Yang terjun dari pesawat DHC 6 Twin Otter milik PT Bintang Sendawar.

Mereka adalah Kapten Paskhas TNI AU Supaidi sebagai komandan tim terjun payung dari Skuadron Paskhas TNI AU. Diikuti lima prajurit TNI AU, yakni Serma Sumadi, Serma Sarmidi, Sertu Suud, Serda Trisna dan Serda Fatoni. Ada juga AKBP Dede Rahayu, Perwira Menengah Polri yang adalah atlet wanita terjun payung dari Kaltim.

Dua dari tujuh penerjun membawa bendera logo Kabupaten Kutai Barat dan Hari Jadi Kubar ke-7. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Ketujuh penerjun membawa spanduk besar berupa logo Kubar dan HUT Kubar yang ketujuh. Tujuh penerjun juga melambangkan hari jadi Kubar. Begitu mendarat, ketujuh penerjun menuju podium guna menyerahkan cinderamata dan karangan bunga kepada empat tokoh. Yaitu Wagub Kaltim Yurnalis Ngayoh, Bupati Kubar Ismael Thomas, Wabup Kubar H Didik Effendi dan Ketua DPRD Kubar FX Yafan.

Selepas menyaksikan atraksi terjun payung, warga dan seluruh undangan disuguhi parade kolaborasi tarian dari 21 kecamatan di Kubar. Parade pertama dimulai dari gabungan Kecamatan Bentian Besar, Barong Tongkok, Linggang Bigung dan Sekolaq Darat yang menampilkan tarian Gantar.

Kemudian diikuti gabungan Kecamatan Muara Lawa, Jempang, Siluq Ngurai, dan Nyuatan. Selanjutnya parade penari gabungan dari Kecamatan Tering, Long Pahangai dan Long Apari yang menampilkan tarian Hudoq dan Karang Doq. Lalu diikuti dari Kecamatan Melak, Muara Pahu, Penyinggahan dan Bongan yang menampilkan tarian Jepen. Berakhir di kontingen dari Kecamatan Long Bagun dan Long Hubung yang menampilkan parade tarian Ajay.



Bupati Kubar, Ismael Tomas, mengajak warga untuk membangun Kubar yang sejahtera dalam segala bidang. Itu diperlukan aksi nyata yang sederhana secara maksimal dan aktual. Bukan dengan program teoritik dan mengawang-awang.

Perayaan hari jadi diharapkan bukan sekedar seremonial dan rutinitas belaka. Namun harus menjadi saat saat penting untuk mengadakan refleksi dan evaluasi terhadap proses pembangunan yang telah dilaksanakan. Sehingga dikemudian hari mampu untuk merencanakan program yang lebih baik.

“Dengan evaluasi itu, di kemudian hari kita mampu menentukan kebijakan dan arah pembangunan yang semakin rasional dan kontekstual. Serta aplikatif bagi kemajuan hidup masyarakat Kubar,” katanya dalam sambutan.

Ditambahkan Thomas, semua warga Kubar bertanggungjawab secara moral terhadap pembangunan Tanaa Purai Ngeriman – sebutan Kubar yang berarti Tanah yang suci, subur dan makmur – ke depan dengan berpihak pada kebenaran.

Tarian Belian ditampilkan dalam pembukaan Festival Dahau Sendawar di pelataran Kantor Bupati Kutai Barat pada Minggu, 5 November 2020. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Senantiasa harus bergema dalam nurani kita suatu kebenaran atau veritas atas putusan-putusan yang layak dan berguna. Dalam jalan keyakinan, ruang dan waktu kehidupan di tengah pluralitas etnik dan budaya. Untuk mengarahkan seluruh daya dan upaya demi mewujudkan cita-cita bersama Sendawar Kota Bersih, Adil, Damai, Aman dan Tentram,” tambahnya.

Sementara Wagub Kaltim, Yurnalis Ngayoh mengatakan, Pemerintah Provinsi Kaltim melihat dan memperhatikan. Bahwa Kabupaten Kutai Barat yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 47 tahun 1999, merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Kutai, kini telah maju dan berkembang pesat.

Dan dalam kaitan memperingati Hari Jadi Kutai Barat yang ke-7, Ngayoh mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama introspeksi. Membaca ke belakang tentang apa-apa yang telah dapat dikerjakan. Kemudian mempersiapkan langkah-langkah ke depan.

Apa yang harus dilakukan demi pembangunan Kubar menuju cita-citanya dalam menghantarkan masyarakat pada perubahan yang lebih baik, yang lebih aman dan nyaman, lebih adil dan lebih sejahtera.



“Saya sangat gembira melihat pembangunan di Kubar saat ini tumbuh dan berkembang dengan pesat. Gedung-gedung perkantoran, jalan-jalan, jembatan, sarana-prasarana dan fasilitas pendukung pemerintahan dan layanan umum masyarakat, terus dibangun. Di antaranya sudah bediri megah dan sangat membanggakan,” ujarnya.

Dijelaskan Ngayoh, otonomi daerah dengan diterapkannya UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah,  memberikan keleluasaan kepada daerah. Untuk mengatur dan membangun sesuai dengan kewenangan yang ada. Namun pembangunan yang dilaksanakan itu hendaknya juga dapat langsung menyentuh kepentingan masyarakat banyak.

Misalnya membangun infrastruktur dengan membuka isolasi antara daerah perkotaan, kampung dan pedalaman. Yang memberi akses pada percepatan pertumbuhan ekonomi, terbukanya lapangan kerja baru dan kesempatan berusaha.

Selain itu, pembangunan hendaknya tidak pula semata fisik. Melainkan juga non-fisik yang sebenarnya juga memerlukan perhatian. Khususnya pengentasan kemiskinan dan perbaikan pendidikan serta kesehatan. Yang pada gilirannya nanti akan dapat meningkatkan harkat, martabat dan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat.

Barisan penari Hudoq dari hulu Sungai Mahakam turut memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kutai Barat yang ketujuh tahun. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Pemkab Kubar diharap juga tidak mengabaikan pembinaan terhadap generasi muda sebagai pemimpin dan penerus cita-cita pembangunan. Dengan memberikan wawasan, pemahaman dan pengetahuan tentang adat dan istiadat. Serta seni dan budaya masyarakat Kubar yang dikenal sangat beragam, kultural dan religius,” harapnya.

Sebagai ajang pagelaran seni budaya, arena pesta, hiburan dan bermain masyarakat Kubar, festival ini secara langsung juga akan dapat memberikan nilai tambah. Khususnya bagi meningkatnya rasa kecintaan terhadap seni budaya sendiri dan kemajuan untuk sektor pariwisata.

Wagub menegaskan, upaya membangun, memajukan dan menyejahterakan suatu daerah tidaklah mudah. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Untuk itu, Ngayoh mengajak seluruh komponen masyarakat Kubar aktif bersama-sama pemerintah. Guna menuntaskan berbagai program pembangunan, baik yang belum, sedang dan yang akan dilaksanakan.

“Mari kita tingkatkan persatuan dan kesatuan di antara kita. Karena sejarah telah mencatat bahwa lemahnya kesatuan dan persatuan, maka kita akan mudah dipecah-belah dan diadu-domba,” tegasnya.



Sebelum acara dimulai, para pejabat menjalani prosesi adat suku Dayak yang bernama tepung tawar. Bermakna doa berkat bagi mereka agar selalu dilindungi Yang Maha Kuasa dan berhasil dalam perjalanan hidup masing masing.

Di antara mereka ada Wakil Walikota Samarinda, Syaharie Jaang danPanglima Kodam IV Tanjung Pura, Mayor Jenderal TNI George Robert Situmeang. Serta sejumlah tokoh yang diundang khusus. Seperti Komandan Lanud Balikpapan, utusan Keraton Pakualam Solo dan beberapa pejabat lainnya.

Dihadiri juga Kapolda Kaltim, Inspektur Jenderal Polisi DP Sitompul, Dandim 0906 Tenggarong, Wakil Bupati Bulungan, Anggota DPRD Provinsi Kaltim, dan Muspida Kubar. Sejumlah investor dan pengusaha lokal serta para pejabat di lingkungan Pemkab Kubar juga turut hadir. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here