Hits: 1

Bebaskan Orang Timor Memilih Figur di Pilkada Mahulu

2407_Tenun Timor

LONG BAGUN – Tidak dipungkiri, keberadaan sejumlah perusahaan perkebunan sawit telah membawa dampak positif bagi perekonomian bagi banyak orang. Tidak hanya masyarakat setempat, warga Indonesia dari luar daerah atau pendatang juga mendapat keuntungan secara ekonomi. Banyak tenaga kerja terserap, pengangguran pun berkurang. Namun seiring waktu, persoalan lain juga muncul. Perlakuan perusahaan kepada pekerja kebun terkesan tidak manusiawi. “Kami tidak ingin ada pekerja kebun yang diperlakukan semena-mena atau tidak semestinya. Misalnya, tidak disediakan tempat yang layak untuk tidur dan mandi,” ujar Kopong Simon, warga Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu.

Simon mengungkapkan, banyak pekerja sawit yang diperlakukan tidak sepantasnya. Terlebih para pekerja yang didatangkan dari berbagai daerah di luar Pulau Kalimantan. Terbanyak berasal dari wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Banyak orang Timor di perkebunan sawit. Kasihan mereka jika sampai diperlakukan tidak layak, itu harus kita pantau dan awasi,” kata pria yang juga pejabat di Kantor Pengelola Perbatasan Mahulu ini.

Tekad untuk melakukan pembelaan bagi pekerja sawit, khususnya warga asal NTT, dengan membentuk paguyuban Ikatan Keluarga NTT atau Ikenttim di Mahulu. Wadah berkumpul khusus warga Timor di kabupaten baru itu resmi dibentuk, Kamis 11 Juni 2015 di gedung BPU Ujoh Bilang. Dari hasil pertemuan 50 warga Timor saat itu, diputuskan Kopong Simon sebagai Ketua Ikenttim Mahulu periode 2015-2019. Posisi Sekretaris dipercayakan pada Stefanus Garuda dan Roni sebagai Bendahara. Para senior yang duduk sebagai Penasehat adalah Loren, Wilemus Y dan Ale.

Dijelaskan Simon, Ikenttim Mahulu terbentuk demi menjawab harapan-harapan 500 lebih warga Timor yang merantau di Mahulu. Untuk dibantu dalam beragam persoalan atau kesulitannya, seperti mencarikan pekerjaan. Termasuk mengurus proses pemakaman jika ada yang meninggal dunia. Itu sebabnya dalam kepengurusan dibentuk Seksi Sosial dengan Nobertus Nande selaku koordinator, Seksi Pendidikan (Belasius), Seksi Pemuda dan Olahraga (Jhon Kebelen), Seksi Rohani (Pdt Yeremias), Seksi Kebudayaan (Felora), Seksi Humas (Daminggus) dan Seksi Keamanan (Anton). Tokan sebagai Wakil Ketua Ikenttim, Agustinus Darmawan (Sekretaris 2) dan Theresia (Bendahara 2).

Diakui Simon, jumlah pasti warga Timor di Mahulu belum terdata lengkap. Mirisnya, selama ini orang Timor dikenal hanya sebagai pekerja kasar. Saat ia berkunjung ke salah satu perusahaan sawit, terlihat para pekerja tidak mendapat fasilitas yang layak. Hal itu membuat tekad pembentukan Ikenttim Mahulu makin besar. “Warga Timor harus dilepaskan dari perbudakan moderen. Jangan orang NTT hanya diberdayakan, tapi tidak diperhatikan pendidikan dan kesejahteraannya,” tegasnya.

Simon memastikan organisasi ini terbentuk di luar agenda politik dan tidak ditunggangi salah satu pihak yang akan maju di Pilkada Mahulu, 9 Desember 2015 mendatang. “Kami tidak terlibat politik walaupun tebentuk dalam situasi politik saat ini,” katanya, menambahkan pengurus Ikenttim akan dilantik akhir Juli ini.    #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here