Hits: 0

Tidak Lulus Karena Kesehatan dan Tinggi Badan

1006_Awang Markus di hadapan para pelajar SMAN 1 Long Apari
PENERUS: Kepala SMA Negeri 1 Long Apari, Awang Markus, memberi arahan kepada anak didik yang merupakan putera-puteri asli perbatasan dan memiliki harapan untuk bisa menjadi anggota Polri.    SONNY LEE HUTAGALUNG/KabarKubar.com

BARONG TONGKOK – Ada janji yang diucapkan setiap Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur saat berkunjung ke perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Long Apari. Putera-puteri perbatasan disebut akan diutamakan jika berniat menjadi anggota kepolisian, baik itu Bintara atau Perwira. Masuk jalur Sekolah Calon Bintara atau Akademi Kepolisian, mereka akan diberi keiistimewaan. Sayangnya, warga perbatasaan menyebut janji itu telah diingkari.

Diungkapkan Awang Markus, Kepala SMA Negeri 1 Long Apari Kabupaten Mahakam Ulu, ada delapan anak didiknya yang telah lulus Mei 2015 ini mendaftar menjadi Bintara Polri. Namun tidak seorang pun yang bisa diterima dengan berbagai alasan. “Mana janji Kapolda Kaltim itu? Buktinya anak-anak kami tidak satupun yang lulus. Katanya diprioritaskan kalau mau jadi polisi,” katanya.

Awang mengatakan, setiap kunjungan Kapolda Kaltim ke Long Apari, warga perbatasan selalu bermohon agar putera-puteri mereka diterima masuk kepolisian. Termasuk saat Kapolda Kaltim Irjen Pol Andayono menemui warga Long Apari di Balai Adat Kampung Tiong Bu’u, Kamis 11 Desember 2014 lalu. Andayono yang datang bersama Kabid Propam dan Karo Ops Polda Kaltim, Pasi Ops Kodam serta Kapolres Kubar AKBP Purwadi Wahyu Anggoro dan Wakapolres Kubar Kompol Agustinus Christmas, mengucapkan janji yang sama. “Kapolda bilang akan prioritaskan anak-anak perbatasan masuk polisi,” ungkap Awang mengisahkan pertemuan bersama Kapolda selama dua jam dan akhirnya rombongan kembali menaiki helikopter.

Satu di antara delapan pemuda perbatasan itu adalah Kresensia Yanti yang dinyatakan gugur karena tidak memenuhi persyaratan kesehatan tahap I. Niat Yanti menjadi Polisi Wanita pun gagal semasih di Polre Kubar. Ambrosius Jino, dinyatakan gagal dalam Psikotes. Kemudian Mardiansyah, Teodorus Hujan, Andreas Nyangun dan Ahmad Budianur, disebut gugur dengan alasan kurang tinggi badan. Sedangkan Iskandar Basri dan Agustinus Honorius Honsu, gagal pada tahap kesehatan di Markas Polda Kaltim.

“Mereka ini asli anak-anak perbatasan dan lulusan SMAN 1 Long Apari. Apakah kami ini tidak boleh menjadi alat negara, aparat Indonesia? Kami juga bagian dari Indonesia, ingin bekerja dan melayani Indonesia,” imbuh Awang Markus yang berasal dari Kampung Tiong Ohang, Long Apari.

Kapolres Kubar Ajun Komisaris Besar Polisi Hindarsono mengakui ada 71 putera-puteri Kubar dan Mahulu yang memenuhi syarat untuk mengikuti seleksi calon polisi di Polda Kaltim. Untuk Bintara ada 51 orang, Tantama 16 dan Akpol 4. Polres Kubar hanya menerima pendaftaran dan mengecek berkas masing-masing pelamar. Selanjutnya adalah kewenangan Polda Kaltim. “Saya tidak bisa memberikan komentar, karena bukan wewenang saya,” katanya melalui pesan singkat kepada KabarKubar.com.

Sebagaimana diketahui, Polri membuka pendaftaran calon polisi tahun 2015 di seluruh Indonesia. Beberapa persyaratan harus dipenuhi, seperti pendidikan terendah SMA atau sederajat serta berusia minimal 17 tahun 5 bulan dan maksimal 21 tahun. Tinggi badan sedikitnya 163 centimeter untuk pria dan wanita 160 centimeter.

Lalu mengikuti dan lulus pemeriksaan atau pengujian dengan sistem gugur, meliputi materi dan urutan kegiatan. Antara lain pemeriksaan administrasi awal, kesehatan tahap I, pengujian psikologi, kesehatan tahap II, pengujian kesamaptaan jasmani, administrasi akhir. Terakhir adalah pengujian akademik, meliputi pengetahuan umum (undang-undang kepolisian, hak asasi manusia, muatan lokal dan MIPA).   #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here