Hits: 0

Melatih Personel Soal Penulisan Berita Jurnalistik

Diawali dengan teori pengumpulan data berita, 2 Polisi senior membuka pelatihan singkat soal penulisan berita, Minggu 22/10/2017 di halaman Mapolsek Bentian Besar. BRIGPOL HOTMAN SIGALINGGING-HUMAS POLSEK BENTIAN BESAR/KABARKUBAR.COM

BENTIAN BESAR – KABARKUBAR.COM
Kepolisian Sektor Bentian Besar mendatangkan seorang wartawan senior ke Mapolsek Bentian Besar di Kampung Dilang Puti, Minggu 22/10/2017. Ia diminta mengajarkan seputar penulisan berita yang benar bagi seluruh personel. Tujuannya, meningkatkan kualitas laporan anggota maupun satuan ke internal maupun eksternal Kepolisian Resor Kutai Barat.

Menurut Kapolres Kutai Barat, AKBP Pramuja Sigit Wahono, kepolisian sedang meningkatkan program promoter kepada masyarakat. Salah satunya, dengan keterbukaan informasi yang dapat diakses cepat oleh masyarakat. Setiap personil di wilayah, dituntut mampu menuliskan atau membuat laporan saat bertugas.

“Laporannya harus memenuhi unsur jurnalistik, agar dapat dipublikasikan di media eksternal. Makanya personil harus belajar langsung kepada wartawan,” tegasnya melalui Kapolsek Bentian Besar, AKP Lorensius Balak, pagi tadi di Mapolsek Bentian Besar yang terletak di tepi Jalan Trans Kalimantan.

Personel Polsek Bentian Besar serius mendengarkan penjelasan seputar pelaporan berita dan foto melalui telepon genggam. BRIGPOL HOTMAN SIGALINGGING-HUMAS POLSEK BENTIAN BESAR/KABARKUBAR.COM

Dengan suasana santai di bawah pohon rindang, Pimpinan Redaksi KabarKubar, Sonny Lee Hutagalung, menerangkan konsep tata cara penulisan berita dengan rumus 5W + 1H. Yaitu, What (apa), Where (dimana), When (kapan), Who (siapa), Why (mengapa), dan How (bagaimana). “Setiap melaporkan kegiatan apapun, harus ada unsur tersebut. Dan akan menjadi berita menarik dan sangat informasi, karena datanya lengkap,”  katanya.

Tidak hanya soal membuat berita, mantan jurnalis dan redaktur pada Surat Kabar Harian Koran Kaltim itu juga memberikan pelajaran singkat soal foto jurnalistik. Terutama yang berkaitan dengan sudut pengambilan gambar. Juga soal teknik pencahayaan, termasuk penggunaan ISO, Speed Shutter dan Frame.

“Seharusnya, dengan melihat foto saja, pembaca sudah memahami isi berita, tanpa harus membaca berita hingga selesai. Dengan foto jurnalistik, tidak perlu mengirim foto kegiatan sampai belasan, tapi cukup 1 atau 2 foto, yang sudah menjelaskan rinci apa yang terjadi,” jelas Sonny Lee yang juga pernah menjadi Jurnalis untuk TVONE di Kubar dan sejumlah kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur.

Setelah memberikan penjelasan, anggota langsung membuat contoh laporan berita. “Kalau seperti ini, laporan saya bisa tambah baik bang,” kata Bripda Irmawan kepada salah satu seniornya.

Dengan adanya pembelajaran singkat tersebut, diharapkan anggota Polsek Bentian Besar dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan lebih jelas, akurat dan terpercaya. #Brigpol Saipullah/Humas Polsek Bentian Besar

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here