Hits: 2

Biaya Penuh dari Pemkab Kubar

Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Program pada Disdikbud Kubar, Edna Bonawati. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Kabupaten Kutai Barat menjadi daerah sentra pertanian dan peternakan di Provinsi Kalimantan Timur. Rencana perpindahan Ibu Kota Negara ke wilayah Kabupaten Penajam Pasir Utara yang berbatasan dengan Kubar, membuka peluang besar bagi petani dan peternak. Dokter hewan menjadi tenaga yang dibutuhkan, khususnya di bidang kesehatan hewan. Setidaknya lima dokter hewan masih diperlukan.
Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kubar, Silvanus Ngampun mengatakan, Pemkab Kubar telah berkunjung ke Institut Pertanian Bogor pada Kamis, 20 Pebruari 2020 lalu. Guna menjajaki kerja sama Program Beasiswa Utusan Daerah (BUD) untuk tahun 2020. Tim Disdikbud Kubar diterima Ketua Tim BUD IPB, Ibnul Qayim dan dua stafnya.



“Untuk mendapatkan siswa-siswi terbaik, Maret nanti, IPB berencana datang ke Kubar. Saat Tim BUD IPB datang direncanakan dilakukan tes penjaringan awal,” ujarnya melalui Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Program pada Disdikbud Kubar, Edna Bonawati pada Selasa, 25 Pebruari 2020.
Edna menjelaskan, pertemuan itu dibahas rencana Pemkab Kubar mengirimkan putra-putri terbaik daerahnya menempuh studi di IPB. Didasari potensi sumber daya alam serta kebutuhan masyarakat di Kubar. Tim BUD IPB menyambut baik rencana dalam program peningkatan kualitas sumber daya manusia itu.
Ketua Tim Beasiswa Utusan Daerah Institut Pertanian Bogor, Ibnul Qayim, saat menerima Edna Bonawati dan Abraham dari Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat pada Kamis, 20 Pebruari 2020.

Diakuinya, sudah ada tiga dokter hewan di Kubar. Hanya saja, masih dibutuhkan setidaknya lima dokter hewan. Agar bisa mengisi posisi atau tempat tugas tertentu. Termasuk di posisi struktural dinas maupun instansi terkait. Nanti kesehatan hewan yang masuk dan keluar Kubar akan lebih diperhatikan.
Sehingga direncanakan untuk mengoperasikan Balai Karantina Hewan di beberapa titik. “Karantina Hewan dibutuhkan di daerah perbatasan Kubar, seperti di Bongan, Bentian dan Penyinggahan,” jelas Edna.
Saat ini, kata Edna, baru ada seorang putri Kubar asal Kampung Ngenyan Asa, yaitu Kristin yang menjadi dokter hewan yang lulus dari biaya Pemkab Kubar. Tahun ini, lima orang ditargetkan untuk dibiayai penuh untuk kuliah di urusan dokter hewan. “Kita juga kirim ilmu gizi. Kenapa pilih IPB, karena lulus nanti sudah ada Sertifikat Kompentensi Dietisien (ahli gizi),” ujarnya.



Soal memilih IPB, imbuhnya, karena peringkat atas daftar kampus dengan Jurusan Kedokteran Hewan Terbaik. Kampus lain adalah Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Udayana (Unud), dan Universitas Hasanuddin (Unhas). “Kita berharap anak-anak kita bisa lulus seleksi IPB, karena ditentukan nilai ujian nanti. Seleksinya juga memakai sistem online, jadi tidak ada ‘permainan di bawah meja’. Semua prosesnya fair (adil dan jujur),” pungkasnya.
Untuk diketahui, BUD adalah jalur penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana IPB yang direkomendasikan dan dibiayai oleh pemerintah pusat, atau pemerintah daerah. Bisa juga biaya dari perusahaan atau lembaga swasta yang bila lulus diharapkan kembali ke daerah untuk membangun daerahnya. Sebagai referensi terkait BUD IPB dan persyaratan atau mekanismenya, bisa dilihat di situs dengan link https://admisi.ipb.ac.id/beasiswa-utusan-daerah/. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here