Hits: 1

Sudah Dijual ke Luar Kubar Sampai Jakarta

Produk Gula Jahe produksi TP PKK Kampung Balok Asa yang sudah dipasarkan hingga ke luar daerah. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Bagi penikmat produk makanan dan minuman herbal, ada pilihan lain yang diproduksi Tim Penggerak PKK Kampung Balok Asa, Kecamatan Barong Tongkok. Berasal dari iseng untuk diminum keluarga sendiri, akhirnya menjadi sumber pendapatan keluarga. Kini ‘Gula Jahe’ berupa bubuk jahe instan dari ekstrak jahe putih yang diproduksi secara sederhana, sudah dipasarkan luas.

Menurut Ernika Ifanka, pembuatan produk ini berawal dari niat membuat jamu berupa air perasan jahe. Pesanan suaminya, Susanto yang adalah Petinggi Balok Asa. “Tapi suami saya tidak kuat meminumnya. Jadi muncul ide untuk membuat olahan jahe yang praktis dan tidak pahit atau kecut,” katanya saat ditemui sedang mengolah Gula Jahe pada Rabu, 10 Juni 2020.



Ernika yang juga Ketua TP PKK Kampung Balok Asa mengatakan, ia memulai dengan bahan dan peralatan rumah tangga seadanya. Seperti blender, wajan, kompor, dan gelas takar. Setelah melalui proses beberapa lama, jadilah olahan jahe yang praktis disajikan. Dalam 1 kilogram jahe, bisa menghasilkan empat bungkus bubuk jahe dengan berat bersih 200 gram.

Diakui Ernika, pertama kali dibuat hanya untuk dikonsumsi keluarga sendiri. Jika ada tamu, Gula Jahe disuguhkan. “Eh ternyata banyak yang nanya beli di mana? Karena banyak yang ingin tahu, saya dengan suami iseng saja menggunggah di Facebook. Tidak disangka, Gula Jahe ini banyak diminati,” jelasnya.

Ernika Ifanka sedang mengolah produk rumahan yang berbahan jahe, serai dan gula merah. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Produk jahe instan dengan komposisi jahe merah atau putih, serai dan gula merah ini, berkhasiat untuk mengatasi masalah pencernaan. Juga untuk meningkatkan imunitas tubuh, mengontrol gula darah, mencegah kanker, dan membuat tidur lebih nyenyak.

“Karena bahan utamanya adalah jahe dan berbentuk bubuk, maka diberi nama Bubuk Jahe Instan ‘Gula Jahe’. Enak rasanya dan sudah tiga bulan ini kita pasarkan dengan harga Rp20 ribu perbungkusnya,” katanya.

Produk herbal praktis dengan bahan jahe yang menyehatkan dan bernilai ekonomis ini bisa dikonsumsi siapa saja tanpa batasan usia. Kini produk rumahan  ini telah dipasarkan ke luar daerah. Antara lain Kota Samarinda, Tenggarong di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Sanggatta di Kabupaten Kutai Timur. “Tidak hanya memenuhi permintaan lokal Kubar, kami sudah beberapa kali mengirim sampai ke Jakarta,“ kata Ernika.

Kemasan 200 gram dipasarkan seharga Rp20.000 perbungkus. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Dikatakannya, saat ini TP PKK Kampung Balok Asa berharap produknya semakin diminati masyarakat, khususnya Kabupaten Kutai Barat. Sehingga dapat menghasilkan produksi berskala besar dan nantinya menjadi peluang menambah penghasilan warga Balok Asa. Terutama ibu-ibu anggota PKK setempat.

Soal  bahan baku, Susanto mengakui membeli dari petani luar kampung. Namun pemerintah kampung telah mengajak warga setempat  menanam jahe. Setidaknya memanfaatkan pekarangan rumah masing-masing. Selain bisa digunakan untuk keperluan dapur sendiri, selebihnya bisa dijual. “Kita harap nantinya bahan baku cukup beli dengan warga sendiri saja. Yah hitung-hitung berbagi berkat,“ katanya.



“Saya sudah sebulan lebih konsumsi produk ini. Sangat terasa khasiatnya, apalagi kalau minum saat kerja shift malam. Selain menghangatkan badan, besok paginya saat pulang ke rumah tidak terasa capek dan pegal atau linu,“ ujar Bambang, seorang pembeli yang bekerja sebagai karyawan perusahaan tambang batubara.

“Kami sekeluarga setiap hari mengonsumsi Gula Jahe. Berkhasiat mengatasi pegal linu, dan hitung-hitung buat menangkal korona,“ kata Tati seraya tertawa lepas, pelanggan yang berasal dari Muara Lawa saat mengambil produk pesanannya. #Sunardi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here